Informasi dan Tips – informasitips.com

12 Ancaman Kesehatan Menghantui si Workaholic

informasitips.com – Tuntutan hidup yang semakin meningkat dengan harga barang kebutuhan pokok yang melambung tinggi, menjadikan orang harus berkerja lebih keras untuk bertahan hidup. Tidak ada kompromi untuk mencapai itu semua, selain harus berkerja.

Berkerja menjadi kebutuhan utama yang tidak terelakkan. Persaingan yang semakin ketat dan minimnya lapangan pekerjaan, menuntut setiap orang untuk bisa memberikan performa yang lebih dan saling berkompetisi.

Imbas dari itu semua adalah menerima semua order pekerjaan dan berusaha keras agar pekerjaan tersebut selesai tanpa ada kesalahan, meski harus diselesaikan hingga di luar waktu berkerja. Karenanya, semua waktu yang dimiliki tercurahkan sepenuhnya untuk pekerjaan tersebut tanpa mempedulikan waktu bersantai dengan bersosialisasi bersama rekan kerja atau keluarga.

Akibatnya, situasi tersebut menjadikan seseorang menjadi workaholic atau ‘gila kerja’. Biasanya, orang yang termasuk dalam kategori workaholic sangat mengkhawatirkan pekerjaannya dan memiliki waktu bersosialisasi dengan orang lain yang sangat sedikit. Bahkan, waktu bekerja eight to five (dari jam 8 pagi hingga 5 sore), tidak cukup bagi mereka.

Merasa memiliki waktu yang sedikit, orang workaholic sangat sulit untuk diajak bersantai sejenak. Bila diajak untuk makan siang bersama, selalu dijawab tidak sempat. Diajak hangout ke mal, dijawab tidak ada waktu. Dalam pikiran dan buku agenda mereka, selalu terisi penuh oleh berkerja dan berkerja.

ancaman kesehatan untuk orang workaholic

Berdasarkan teori kesehatan, hal itu sangat riskan sekali. Sebagai manusia, setiap individu memiliki waktu yang mengikuti siklus matahari (circadian rhythm). Seperti, waktu siang hari untuk beraktivitas (berkerja) dan waktu malam untuk beristirahat.

Bila waktu beristirahat manusia ikut terpotong oleh waktu berkerja, gangguan kesehatan kemungkinan besar akan timbul. Apa saja, sih, gangguan kesehatan yang mengancam orang yang termasuk dalam kategori workaholic?

  1. Tekanan darah tinggi
    Gangguan kesehatan ini biasa dikenal dengan istilah hipertensi, yakni kondisi medis dimana terjadi peningkatan darah secara kronis (dalam jangka waktu yang lama). Hipertensi timbul akibat orang workaholic memaksa organ dan fungsi tubuhnya untuk berkerja tanpa mengenal istirahat. Bila hipertensi ini tidak ditanggulangi segera, akan merembet pada gangguan kesehatan lainnya, seperti : stroke, serangan jantung, dan gagal jantung.
  2. Sakit Maag
    Orang workaholic biasanya berkerja lembur sehingga terlambat makan, dan mengkonsumsi minuman kopi berlebihan untuk menahan kantuk saat berkerja. Akibatnya, terjadi peningkatan asam yang berlebihan di dalam lambung. Peningkatan asam lambung juga bisa disebabkan oleh tekanan fisik dan psikis. Kondisi ini menimbulkan gangguan kesehatan berupa sakit maag, dimana lambung terasa perih dan nyeri.
  3. Batu ginjal
    Jenis makanan yang tidak terkontrol oleh orang workaholic bisa menjadi boomerang bagi kondisi kesehatannya. Apalagi, bila ditambah terlalu lama duduk, jarang mengkonsumsi air putih, dan selalu menahan buang air kecil. Biasanya, orang workaholic menjadi ‘pemangsa segala’ jenis makanan untuk mengatasi rasa laparnya. Padahal, makanan berkalsium tinggi dan kaya oksalat yang susah larut dalam tubuh sangat berisiko terhadap kesehatan mereka. Zat-zat yang susah larut dalam tubuh tersebut berpotensi menimbulkan penyumbatan dan infeksi di saluran kemih. Ini disebabkan oleh proses pembentukan batu ginjal dalam saluran kemih yang dikenal dengan istilah urolitiasis. Akibatnya, terjadi nyeri di perut bagian bawah, nyeri yang sering hilang dan timbul di punggung, mual, muntah, perut menggelembung, demam menggigil, dan kencing darah.
  4. Liver
    Agar stamina tetap terjaga saat berkerja, orang workaholic biasanya sering mengkonsumsi suplemen. Penggunaan suplemen berlebihan, kurang tidur, tidak memperhatikan kandungan gizi makanan, dan terus menerus lembur, akan menyebabkan gangguan kesehatan pada liver. Penyakit ini biasa dikenal dengan hepatitis, yakni peradangan pada hati akibat toksin oleh penggunaan bahan kimiawi atau obat, serta serangan agen infeksi atau keracunan. Kondisi ini akan mengganggu fungsi hati dalam proses pencernaan, penyerapan, penyimpanan, penggunaan vitamin dan mineral dalam tubuh. Individu yang terindikasi penyakit liver biasanya cepat merasa capai, kehilangan selera makan, dan cairan urine berwarna sangat coklat.
  5. Sembelit
    Dalam ilmu kesehatan, penyakit ini dikenal dengan istilah konstipasi, yaitu kelainan pada sistem pencernaan yang mengalami pengerasan feses atau tinja yang berlebihan dan sulit untuk dikeluarkan. Akibatnya, penderita akan merasakan sakit di bagian saluran pencernaan. Penyakit ini sering dialami para workaholic yang diakibatkan oleh kekurangan cairan tubuh karena sedikit mengkonsumsi air minum. Bisa juga karena stres atau depresi akan aktivitas yang cukup padat terutama rasa khawatir berlebihan terhadap pekerjaannya, gaya hidup dan pola makan yang kurang teratur karena tersita waktu berkerja, dan efek samping akibat meminum obat yang mengandung banyak kalsium atau alumunium. Selain itu, penyakit ini dipengaruhi pula oleh kekurangan asupan vitamin C, usus kurang elastis, dan sering menahan rangsangan untuk buang air besar.
  6. Wasir
    Rasa gelisah yang berlebihan terhadap pekerjaannya, menyebabkan orang workaholic sering terlalu lama duduk atau berdiri. Mereka bahkan sering lupa mengkonsumsi air putih dan buah-buahan. Akibatnya, terjadi peningkatan tekanan vena rektum dan timbulnya penyakit wasir atau yang lebih dikenal dengan istilah ambeien. Kondisi ini akan semakin parah bila ada kebiasaan menahan buang air besar. Penyakit gangguan pada anus ini, akan menyebabkan sphinchter ani atau bibir anus mengalami pembengkakan yang terkadang disertai dengan pendarahan.
  7. Serangan jantung
    Gangguan kesehatan berupa serangan jantung dipicu oleh konsumsi makanan berkolesterol tinggi yang berlebihan, malas berolahraga, kurang gerak, stres, dan kurangnya waktu istirahat. Kondisi ini akan semakin parah bila orang workaholic termasuk perokok aktif. Faktor penyakit lain juga ikut memperburuk kondisi serangan jantung, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Akibat serangan jantung adalah aliran darah menuju jantung terhenti, meski hanya sesaat. Kondisi ini mengakibatkan sebagian sel jantung menjadi mati.
  8. Stroke
    Kebiasaan lupa waktu mengakibatkan orang workaholic kurang memperhatikan kondisi kesehatan tubuhnya. Penyakit stroke dapat diderita oleh orang workaholic karena ditunjang oleh beberapa faktor, seperti : hipertensi, kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), migrain, diabetes, obesitas, dan gangguan jantung. Kondisi ini semakin diperparah bila orang workaholic sering mengkonsumsi junk food, alkoholik, perokok aktif, kurang olahraga, dan pengkonsumsi narkoba. Namun, 80% pemicu penyakit ini disebabkan oleh hipertensi dan arteriosklerosis. Serangan stroke mengakibatkan kematian jaringan otak yang terjadi karena kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.
  9. Gagal jantung
    Orang workaholic sangat riskan terkena penyakit gagal jantung, yakni terganggunya kebutuhan darah yang digunakan dalam metabolisme jaringan di dalam tubuh. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti : hipertensi, anemia, dan meningkatnya asupan garam. Penyakit gagal jantung akan mengakibatkan pembengkakkan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, hati, dan perut, bila terjadi gangguan di jantung kanan. Sedangkan gagal jantung bagian kiri akan menyebabkan menumpuknya cairan dalam paru-paru yang mengakibatkan sesak nafas yang hebat.
  10. Insomnia
    Meski bukan termasuk penyakit, insomnia sering menjadi ‘langganan’ tetap para pekerja yang termasuk workaholic. Mereka biasanya akan merasa sulit untuk tidur atau dengan sengaja menahan diri tidak tidur meski sudah sangat lelah sekali. Biasanya, insomnia disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau permasalahan psikologis. Kondisi lain yang menyebabkan gangguan kesehatan berupa insomnia adalah jet lag, jam kerja yang sering berubah-ubah, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, berkerja lembur, terjadinya kerusakan pada otak, dan efek samping dari penggunaan obat yang dikonsumsi.
  11. Migrain
    Gangguan kesehatan ini biasa dikenal sebagai sakit kepala atau pusing sebelah. Orang workaholic bisa mengalami migrain akibat gangguan pada sinus atau diakibatkan oleh ketegangan otot leher saat kelelahan berkerja. Pencetus migrain adalah tidak makan, tidur berlebihan atau kurang tidur, dan tekanan emosi atau stres. Gangguan kesehatan ini biasanya disertai oleh gejala-gejala berupa : mual dan muntah, sakit kepala sebelah yang semakin berat saat memaksakan diri beraktifitas fisik, kepekaan yang berlebihan terhadap suara, sinar, dan bau.
  12. Giarah berkurang
    Waktu berkerja yang tidak menentu dan terlalu memaksakan diri dalam berkerja mengakibatkan orang workaholic akan merasa kelelahan yang luar biasa, dan langsung beristirahat saat tiba di rumah. Faktor fisik yang lelah akan mempengaruhi hubungan suami-istri bagi para workaholic yang sudah berkeluarga, karena menurunnya hasrat untuk melakukan hubungan badan. Selain itu, saat tiba di rumah, orang workaholic lebih sering mengalami emosional berlebih, bila waktu istirahatnya diganggu. Otomatis, keharmonisan dalam rumahtangga juga ikut terganggu.

Itulah beberapa ancaman kesehatan bagi orang workaholic. Bekerja keras memang tuntutan hidup yang tak bisa terelakkan, namun tetap ingat dan jaga selalu kesehatan Anda.

Semoga bermanfaat.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *