Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Mempersiapkan Pernikahan Tanpa Bantuan Wedding Organizer (WO)

Posted on by in , with 1 Comment

informasitips.com – Merencanakan pernikahan memang merepotkan. Tak jarang pasangan dan keluarga dibuat pusing mempersiapkan ini-itu. Karena itulah banyak orang memilih menggunakan wedding organizer (WO) untuk mengurus segala persiapan dan kebutuhan pernikahan. Namun, meski melelahkan, kita juga ternyata bisa mempersiapkan pernikahan tanpa bantuan wedding organizer. Dengan perencanaan dan kalkulasi matang, kita bisa menyelenggarakan pesta pernikahan selancar dan sesukses pernikahan yang dibantu oleh wedding organizer.

Pertama kali, tentu kita harus menentukan tanggal pernikahan. Setelah itu, kita juga perlu menyesuaikan budget dengan rencana pernikahan kita. Pernikahan sebenarnya tak perlu mewah, selama kita bisa menyelenggarakan pesta yang bisa memuaskan diri sendiri dan juga tamu undangan. Lantas bagaimana kita mempersiapkan pernikahan tanpa bantuan wedding organizer? Berikut beberapa tipsnya:

  • Buat Daftar
    Sebelum memulai ‘perjuangan’ dalam mempersiapkan pernikahan, ada baiknya kita membuat daftar yang berisi hal-hal yang perlu kita lakukan maupun lengkapi. Beberapa hal tersebut di antaranya:
    - Pendaftaran di KUA atau Catatan Sipil
    - Sewa gedung (jika menggunakan gedung)
    - Sewa dekorasi dan pelaminan
    - Sewa meja dan kursi tamu
    - Sewa audio
    - MC
    - Hiburan
    - Mas kawin
    - Baju pernikahan
    - Penata rias
    - Katering
    - Undangan
    - Suvenir
    - Seragam untuk keluarga (jika menggunakan seragam)
    - Petugas among tamu
    - Dokumentasi
    - Foto pre-wedding (jika menggunakan)

    Tips mempesiapkan pernikahan tanpa bantuan wedding organizer

    Setelah membuat daftar di atas, buat juga perkiraan budget yang akan dikeluarkan untuk masing-masing item di atas. Untuk memudahkan, kita bisa membuat folder tersendiri di komputer dalam bentuk Ms. Excel sehingga kita bisa dengan mudah mengecek hal-hal yang sudah dipersiapkan dan memasukkan budget atau anggaran pernikahan. Buat juga daftar susunan acara sehingga pelaksanaan pernikahan dan pesta pernikahan tidak terlalu berdekatan (terlebih bila tempat menikah (akad nikah) jauh dari tempat pesta pernikahan).

  • Pendaftaran di KUA atau Catatan Sipil
    Datangi kelurahan setempat untuk mengetahui syarat-syarat pendaftaran pernikahan. Meski pendaftaran pernikahan bisa dilakukan paling lambat seminggu sebelum hari yang direncanakan, ada baiknya kita sudah melakukan pendaftaran jauh-jauh hari, terutama bila kita ingin menikah di tanggal cantik sebab pastinya banyak juga pasangan yang ingin menikah di hari tersebut. Jangan lupa untuk melengkapi syarat-syarat pendaftaran sebelumnya sehingga kita tak perlu bolak-balik ke kelurahan, KUA atau Catatan Sipil.
  • Persewaan
    Jika ingin merayakan pesta pernikahan di gedung, ada baiknya hubungi gedung yang akan digunakan secepatnya, terlebih bila memang pernikahan diadakan di tanggal cantik atau di hari libur. Cari tahu juga berapa kira-kira kapasitas tamu, luas gedung, tempat parkir (apakah tersedia atau tidak) dan harga sewa gedung. Harga sewa tentu tergantung besar dan ‘ketenaran’ gedung. Buatlah beberapa pilihan gedung lebih dulu sebelum memutuskan untuk menyewa sebagai perbandingan harga. Setelah kita menentukan gedung yang akan digunakan, bayarlah uang muka (DP) sebagai tanda kesepakatan.

    Menikah di gedung atau di rumah tentu sama repotnya. Jika menikah di gedung, mungkin waktu yang kita miliki terbatas sebab pengurus gedung biasanya hanya memberikan waktu selama 2 atau 3 jam saja. Sedangkan jika menikah di rumah, kita memiliki lebih banyak waktu, namun tentu kita harus mengatur ulang rumah kita, seperti menyingkirkan perabotan atau bahkan merenovasi rumah. Selebihnya, kita tentu perlu memikirkan dekorasi maupun meja dan kursi untuk tamu.

    Sesuaikan jumlah kursi tamu dengan banyaknya tamu undangan. Pelaminan yang disewa juga harus disesuaikan dengan lebar gedung atau bagian rumah yang digunakan. Jangan menyewa pelaminan besar jika memang ruangan terlalu sempit sebab alur keluar-masuk tamu menjadi tidak lancar nantinya. Biasanya tempat menyewa kursi dan meja juga menyediakan persewaan tenda dan audio (jasa sewa peraltan pernikahan). Tanyakan pada persewaan tersebut apakah mereka juga menawarkan persewaan audio.

  • Katering
    Katering merupakan hal utama dalam pesta pernikahan. Tak ada salahnya mengunjungi beberapa katering untuk mengetahui harga dan kualitas makanan. Katering biasanya sudah menyediakan orang atau petugas yang berjaga maupun meja-meja makan, sehingga kita tidak perlu dipusingkan dengan urusan peletakan meja atau gubug makanan.

    Pastikan jumlah makanan yang kita pesan sesuai dengan jumlah tamu. Cara menghitung jumlah makanan yaitu dengan mengalikan dua jumlah tamu, sebab biasanya tamu undangan datang membawa teman atau pasangan. Tambahkan juga dengan jumlah keluarga yang datang karena keluarga biasanya datang dalam rombongan.

  • Undangan dan Suvenir
    Kirimkan undangan setidaknya 2 minggu sebelum acara pernikahan dilangsungkan. Untuk keluarga yang tinggal di luar kota, ada baiknya undangan dikirimkan jauh-jauh hari sebelumnya karena tentu mereka harus memikirkan transportasi maupun penginapan jika ingin menghadiri pernikahan kita. Ada kalanya kita juga menyediakan penginapan untuk keluarga yang tinggal di luar kota, untuk memudahkan mereka selama menghadiri pernikahan kita.

    Tentukan suvenir yang diinginkan jauh-jauh hari sebelumnya. Jangan memesan suvenir secara mendadak karena beberapa suvenir membutuhkan waktu lama untuk dibuat, terlebih jika dipesan dalam jumlah banyak.

  • Baju Pernikahan
    Tentukan gaya pernikahan yang akan digunakan, apakah tradisional atau modern. Kita bisa menentukan baju pernikahan dengan melihat model-modelnya dari majalah. Kita juga memiliki pilihan apakah ingin menjahit sendiri baju pernikahan atau menyewanya. Beberapa pasangan kini memilih menyewa baju pernikahan karena berasumsi bahwa sayang jika baju tersebut hanya digunakan sekali. Namun, menjahit sendiri baju pernikahan juga pasti memberikan kenangan tersendiri karena meskipun tidak akan dipakai lagi, baju tersebut bisa kita simpan dengan rapi di lemari.
  • Penata Rias
    Sekali lagi, sesuaikan jenis riasan dengan gaya pernikahan. Penata rias untuk pernikahan tradisional biasanya berbeda dengan penata rias untuk pernikahan modern. Ada baiknya kita meminta penata rias tersebut melakukan percobaan lebih dulu sehingga kita tahu apakah make up yang diaplikasikan sesuai dengan yang kita inginkan. Beberapa wanita tidak ingin menggunakan make up tebal selama pernikahan sehingga mereka sedikit kecewa jika pada akhirnya si penata rias mengaplikasikan make up tebal.

    Selain itu, tanyakan juga pada si penata rias, apakah dia memiliki orang untuk membantu. Ini dimaksudkan bagi para orangtua maupun keluarga yang juga ingin berias.

  • Panitia Pernikahan
    Meskipun tidak menggunakan wedding organizer (WO), kita tetap harus memiliki panitia pernikahan. Panitia ini dimaksudkan untuk membantu kelancaran persiapan dan pelaksanan pernikahan. Dalam panitia ini, terdapat s*ksi konsumsi, s*ksi ijab/pemberkatan, s*ksi among tamu, dan sebagainya.

Setelah yakin bahwa tak ada hal yang terlewat, kita bisa merasa sedikit lega. Selagi menunggu datangnya hari H, kita bisa memanjakan diri dengan melakukan perawatan pra-pernikahan, seperti spa misalnya. Nah, semoga persiapannya lancar!

Artikel Terkait

One thought on “Tips Mempersiapkan Pernikahan Tanpa Bantuan Wedding Organizer (WO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

ARTIKEL TERBARU

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih