Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Mengetahui Daging Asli yang Segar

daging sapi asli segarinformasitips.com – Daging sapi dan ayam merupakan jenis makanan sumber protein yang banyak digemari masyarakat kita. Banyak jenis masakan yang menggunakan daging sapi dan ayam sebagai bahan utamanya. Konsumsi daging sapi dan ayam semakin tinggi saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti selama bulan ramadhan, idul fitri, dan perayaan hari besar lainnya. Tingginya konsumsi tersebut membuat permintaan akan daging sapi dan ayam juga semakin meningkat. Dan hal inilah yang sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, pedagang nakal yang ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan menjual daging sapi atau ayam yang tidak layak konsumsi ke pasaran.

Para pedagang nakal tersebut melakukan berbagai trik untuk mengelabui konsumen. Sudah sering kita dengar banyak masyarakat yang tertipu akibat maraknya beredar daging sapi gelonggongan, daging ayam tiren, atau pun daging oplosan yaitu daging sapi yang dicampur dengan daging celeng (babi). Sebagai konsumen, kita harus benar-benar teliti dan bisa mengetahui mana daging yang masih segar dan yang masih layak konsumsi. Berikut beberapa tips mengetahui daging asli yang segar:

  1. Kenali ciri daging sapi yang masih segar.
    Daging sapi yang segar berwarna merah terang, lemaknya berwarna kekuningan, terkstur daging kenyal, tidak berbau menyengat (tidak berbau busuk, tidak sedap atau bau bangkai)
  2. Kenali aroma dan bau daging.
    Daging yang tidak layak konsumsi tentunya akan mengeluarkan aroma dan bau yang tidak sedap dan tidak normal.

    Bau mentega tengik pada daging akan tercium khususnya dari hewan sakit yang menderita radang akut pada organ-organ dalam tubuhnya.

    Bau obat-obatan pada daging juga akan tercium dari hewan sakit yang masih dalam masa pengobatan. Misalnya hewan yang masih diobati dengan antibiotik.

    Bau busuk pada daging bisa disebabkan karena daging tersebut sudah terlalu lama disimpan dalam suhu kamar. Adanya aktivitas bakteri pada daging yang sudah terlalu lama berada dalam suhu kamar akan menyebabkan pembusukan pada daging. Daging seperti ini tentu sudah tidak layak konsumsi dan bisa membahayakan kesehatan.

  3. Periksa kekenyalan daging.
    Daging yang sudah tidak segar mempunyai kekenyalan yang rendah. Bila ditekan dengan jari akan terasa lunak.
  4. Pastikan Anda mengetahui wana daging yang sudah tidak segar dan tidak layak konsumsi.
    Warna daging yang tidak normal, merah pucat, kusam, atau sampai ada kebiru-biruan dan kehijau-hijauan menandakan daging tersebut sudah tidak segar dan tidak layak untuk dikonsumsi.
  5. Kenali jenis dan ciri daging sapi palsu yang sering dijual para pedagang nakal.
    • Daging sapi gelonggongan adalah daging dari sapi yang sebelum disemblih dipaksa meminum air dalam jumlah yang sangat banyak. Tujuannya agar berat daging menjadi bertambah dan pada akhirnya digunakan untuk mengelabui timbangan konsumen.

      Daging sapi gelonggongan memiliki ciri-ciri warna daging tidak merah melainkan kehitam-hitaman, daging lembek, permukaan daging basah (menandakan banyaknya air), dan biasanya penjual tidak menggantung daging saat menjualnya, karena bila digantung maka akan banyak air yang menetes dari daging.

      Penjual biasanya akan menjual daging sapi gelonggongan dengan cara diletakkan di atas meja atau di lantai. Konsumen harus bisa cermat dengan melihat apakah terdapat banyak air pada meja/lantai bekas meletakkan daging. Bila terdapat banyak air bercampur darah, kemungkinan besar daging tersebut adalah daging gelonggongan. Daging sapi gelonggongan biasanya juga akan lebih cepat busuk dan menyusut lebih banyak bila dimasak dibandingkan dengan daging sapi asli.

    • Daging oplosan adalah daging sapi yang dioplos (dicampur) dengan daging babi. Untuk bisa mengetahui jenis daging oplosan ini Anda tentu harus bisa mengenali ciri daging babi, yaitu warnanya merah pucat, serat dagingnya lebih lembut dan halus, lemak pada daging lebih tebal, dan aromanya amis berbeda dibandingkan dengan aroma daging sapi biasanya. Daging sapi oplosan ini sering pula disebut daging sapi palsu.
    • daging babi

      Contoh daging babi

  6. Kenali ciri daging ayam yang masih baik dan segar, begitu pula dengan jenis daging ayam yang sudah tidak layak konsumsi lagi.
    • Daging ayam yang baik dan segar memiliki ciri antara lain, dagingnya tidak bau, tidak amis, segar dan masih berwarna putih bersih. Selain itu tidak terdapat bercak-bercak darah di dagingnya.
    • Daging ayam berformalin merupakan daging ayam yang tidak boleh dikonsumsi. Resiko bahaya kesehatan yang cukup serius dapat ditimbulkan akibat konsumsi jangka panjang jenis daging ayam berformalin. Daging ayam formalin memiliki ciri-ciri warna putih mengkilat, teksturnya sangat kenyal, beraroma khas formalin, dan biasanya tidak dihinggapi lalat
    • Daging ayam bangkai (tiren) juga tidak layak dikonsumsi. Ciri-cirinya terdapat bercak-bercak darah pada bagian kepala, leher, punggung, sayap dan dada. Bau daging agak anyir dan amis karena sudah menjadi bangkai. Konsistensi dada dan paha lembek. Keadaan serabut otot berwarna kemerahan dan pembuluh darah di daerah sayap berdarah. Warna hati merah kehitaman
Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2011-2012


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *