informasitips.com - Berbahagialah, bila Anda memiliki jiwa yang optimis. Perasaan dan mental positif tersebut tak hanya akan membangkitkan energi positif bagi orang-orang di sekitar Anda, namun juga membangkitkan energi positif bagi jiwa dan raga Anda.
Sejumlah riset yang telah dilakukan terkait masalah optimisme memperlihatkan bahwa begitu banyaknya manfaat yang bisa kita peroleh dengan menjadi orang yang optmimis.
Apa saja manfaat yang bisa dirasakan bila memiliki sikap optimis?
Perasaan dan semangat positif seperti optimisme merupakan bentuk perasaan yang sangat baik untuk kesehatan jantung. Sebaliknya, perasaan-perasaan negatif seperti pesimisme, kemarahan, kecemasan, depresi, stres, kebencian ternyata sangatlah buruk untuk kesehatan jantung.
Sebanyak 200 studi yang ditemukan oleh Harvard University menunjukkan bahwa perasaan positif seperti optimisme, bersyukur, dan perasaan bahagia yang dimiliki seseorang dapat menurunkan riskio penyakit jantung dan stroke. Namun, hal tersebut masih mengabaikan faktor-faktor lain yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung dan stroke seperti, faktor umur, kondisi sosial ekonomi, kebiasaan merokok, dan berat badan. Meski demikian, pengaruh perasaan positif yang terlihat memiliki kaitan erat dengan kesehatan jantung, tentu tidak bisa dikesampingkan begitu saja.
Orang-orang yang berjiwa optimis ternyata mengalami penurunan risiko timbulnya masalah pada jantung sebesar 50%. Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa orang yang mempunyai emosi dan mental positif ternyata sebagian besar juga memiliki gaya hidup yang baik seperti olahraga, makan makanan yang sehat dan tidur yang cukup.
Gaya hidup yang baik tersebut selain akan semakin menunjang kesehatan jantung orang-orang yang optimis, juga dapat menurunkan tekanan darah, kadar lemak darah dalam tubuh, dan menjaga berat badan ideal mereka.
Mereka yang optimis memandang segala sesuatu dari sisi yang lebih positif. Efeknya, tingkat kecemasan dan stres pun berkurang.
Orang optimis lebih percaya diri dan lebih berani mengambil berbagai peluang. Mereka tidak mudah menyerah dan jarang berputus asa.
Andaikan belum berhasil, mereka yang optimis melihat kegagalan sebagai tantangan yang seharusnya bisa dengan mudah diatasi, bukan untuk terus diratapi. Sebaliknya, mereka yang pesimis akan lebih besar terjebak dalam pikiran yang membuatnya terus merasa depresi, tertekan, dan stres.
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa Harvard University, mereka yang terbiasa optimis pada usia 25 tahun ternyata akan jauh lebih sehat pada usia 45 dan 60 tahun dibandingkan dengan mereka yang tidak terbiasa optimis.
Studi lainnya tentang pesimis dan optimis memperlihatkan bahwa pesimisme dapat memicu timbulnya berbagai infeksi penyakit, kondisi kesehatan yang buruk, dan kematian lebih cepat.
Penelitian yang dilakukan di Amerika terhadap sekitar 100 ribu wanita juga memperlihatkan bahwa mereka yang optimis ternyata memiliki risiko 14% lebih rendah untuk mengalami kematian akibat penyakit berbahaya.
Mereka yang optimis selalu memiliki semangat untuk maju, tidak mudah putus asa, dan semakin terpacu untuk menang tatkala dihadapkan pada situasi yang sulit.
Keyakinan kuat yang dimiliki oleh mereka yang berjiwa optmis bisa memupuk semangat untuk berbuat lebih baik dan percaya diri dalam segala hal.
Orang optimis memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih positif. Mereka yang optimis tidak mudah menyerah dan tetap akan terus “melangkah” maju untuk meraih kesuksesannya.
Dalam sebuah team work pun sangatlah dibutuhkan mereka yang berjiwa optimis. Tim yang optimis akan lebih bersinergi satu sama lain dan memperlihatkan hasil (pencapaian) yang lebih baik daripada mereka yang tidak optimis.
Dalam sebuah studi kesehatan yang dilakuakan pada pasien-pasien depresi ditemukan bahwa terapi pikiran positif seperti optimisme yang dilakukan selama 12 minggu ternyata lebih berkhasiat dan efektif memperbaiki kondisi pasien daripada obat-obatan.
Studi lainnya yang dilakukan di Pusat Kanker Australia juga menemukan bahwa pasien kanker payudarra yang optimis ternyata berpeluang lebih besar untuk sembuh, daripada mereka yang pesimis dan putus asa.
Ternyata, sungguh banyak manfaat yang akan kita rasakan bila menjadi pribadi yang optimis. Oleh karenanya, mulai saat ini buanglah jauh-jauh perasaan negatif dari dalam diri Anda. Biasakan diri Anda untuk akrab dengan perasaan-perasaan positif seperti perasaan optimis, bersyukur, dan perasaan bahagia dalam memandang dan menjalani kehidupan.
Jika Anda menginginkan anak Anda tumbuh menjadi pribadi yang optimis, Anda bisa menerapkan lima langkah berikut untuk menumbuhkan jiwa optimistik dalam diri anak Anda.