Informasi dan Tips – informasitips.com

Penyakit Osteoporosis

penyakit osteoporosisinformasitips.com – Osteoporosis merupakan penyakit degenerative yang didefinisikan sebagai pengurangan masa tulang, dimana tulang menjadi lemah dan lebih mudah patah. Masa pembentukan tulang dimulai sejak bayi masih berada dalam kandungan dan berhenti ketika seseorang memasuki usia 25 tahun. Usia tersebut merupakan masa emas, untuk memaksimalkan pembentukan ukuran dan ketebalan tulang dengan cara mengatur asupan nutrisi yang menunjang pertumbuhan tulang. Di bawah usia tersebut massa tulang yang berkurang akan digantikan dengan massa tulang yang baru sehingga terjadi keseimbangan. Setelah melewati usia 25 massa tulang yang hilang tidak dapat digantikan lagi sehingga terjadi pengeroposan tulang secara perlahan-lahan.

Gejala penurunan massa tulang tidak dapat dirasakan seseorang pada rentang usia 25-50 tahun. Penyakit osteoporosis baru akan sangat terasa ketika seseorang memasuki usia 50 tahun keatas, itulah sebabnya mengapa penyakit ini lebih banyak diderita oleh lansia. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat terhadap 44 juta orang, 55% diantaranya diduga memiliki kepadatan tulang rendah dengan penderita rata-rata berusia 55 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, wanita merupakan pemegang resiko tertinggi. Hal tersebut berkaitan erat dengan penurunan produksi hormon estrogen.



Klasifikasi
Klasifikasi osteoporosis dibagi menjadi 3 yaitu osteoporosis primer, osteoporosis sekunder, dan osteoporosis juvenile idiopatik.

  1. Osteoporosis primer pada wanita disebut post menopause osteoporosis merupakan penuruan kepadatan tulang yang terjadi akibat berkurangnya produksi hormone estrogen. Hormone estrogen pada wanita memiliki fungsi penting yaitu mengatur dan mendistribusikan kalsium dari dalam darah. Osteoporosis primer pada laki-laki berusia lanjut disebut senile osteoporosis, yaitu kekurangan asupan kalsium yang berakibat pada proses pengurangan kepadatan tulang terjadi lebih cepat dari pada proses pengantian massa tulang yang hilang.

  2. Osteoporosis sekunder terjadi sebagai akibat dari penyakit, misal hipertensi, diabetes mellitus tipe 1, hiperparatiroidesm, syndrome cushing, kelainan endokrin, gangguan fungsi hati, ginjal dan gangguan hematologi. Osteoporosis sekunder juga terjadi akibat tulang kekurangan vitamin D dan efek dari obat-obatan missal kortikotikosteroid, barbiturate dan anti konvulsan yang digunakan dalam jangka waktu lama.
  3. Osteoporosis juvenile idiopatik adalah osteoporosis yang terjadi pada anak-anak dan usia dewasa muda. Penyebab terjadi kerapuhan tulang pada osteoporosis jenis ini sampai saat ini belum diketahui.


Penyebab Osteoporosis

  • Menopause
    Setelah mengalami menopause, produksi estrogen yang memiliki fungsi sebagai pengakut kalsium pada wanita ikut mengalami penurunan.

  • Keturunan
    Osteoporosis disebut penyakit degenerative karena seseorang dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini memiliki resiko lebih besar terkena osteoporosis dibanding seseorang yang tidak memiliki anggota keluarga yang menderita osteoporosis.

  • Defisiensi vitamin D
    Vitamin D yang mudah didapat dari cahaya matahari pagi membantu membentuk kepadatan tulang.

  • Kekurangan asupan kalsium
    Kalsium merupakan bahan pembentuk kepadatan tulang dan gigi. Pembentukan ini sangat dipengaruhi vitamin D dan fosfor.

  • Penyakit
    Penyakit yang mengakibatkan osteoporosis antara lain gangguan endokrin, kelainan fungsi hematologi, gangguan fungsi hati, ginjal dan gangguan produksi hormone glukokortikoid. Produksi hormone glukokortikoid yang berlebihan merupakan penyebab terbanyak angka kejadian osteoporosis. Kelebihan hormone ini akan menghambat proses penyerapan kalsium dan menghambat proses regenerasi sel tulang.

  • Obat-obatan
    Obat-obat golongan kortikosteroid, barbiturate dan anti konvulsan yang digunakan dalam jangka panjang diduga mempengaruhi proses renegerasi tulang.

  • Gangguan psikologis
    seseorang yang mengalami gangguan psikologis seperti anoreksia dan bulimia meningkatkan resiko terkena osteoporosis pada masa tuanya.

  • Perokok dan alkoholik
    Rokok dan alcohol yang dikonsumsi terus menerus selain menurunkan rangsang lapar seseorang dapat merusak saluran pencernaan.

  • Diet yang tidak tepat
    Sayuran hijau, telur, daging, wortel, kacang-kacangan dan mentega merupakan makanan penghasil kalsium. Diet dengan mengurangi atau tidak mengkonsumsi jenis makanan diatas menyebabkan tubuh kekurangan asupan kalsium.

  • Kurang olah raga
    Aktivitas olah raga memacu pembentukan massa tulang

  • Terlalu kurus
    Bobot tubuh yang terlalu kurus mengurangi beban tulang dalam menyangga tubuh. Bobot tubuh ideal atau sedikit lebih gemuk memacu pembentukan massa tulang terutama pada area pinggul dan panggul agar dapat menyangga bobot tubuh tersebut.


Tanda dan gejala
Osteoporosis disebut the silent diasese karena pada rentang usia 25-50 tahun tidak menunjukkan gejala yang mengindikasikan terjadi gangguan tulang. Gejala yang perlu diwaspadai ketika memasuki usia lansia adalah nyeri tiba-tiba yang terjadi di sekitar punggung. Nyeri akan bertambah jika berdiri atau berjalan. Kadang pada beberapa penderita punggung cenderung membungkuk, hal ini akan memperberat keluhan nyeri, karena otot-otot punggung yang tertarik. Selain beberapa gejala diatas tulang cenderung rapuh dan cepat patah.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *