Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Mencegah dan Menghilangkan Strech Mark Saat Hamil

informasitips.com – Apakah strech mark itu sebenarnya? Strech mark adalah tanda–tanda parut berupa garis–garis merah jambu ataupun putih yang melebar dengan pola yang tidak beraturan, terkadang disertai rasa gatal yang hebat.

Strech mark terbentuk karena kulit mengalami peregangan dan elastisitas kulit tidak mampu mengatasi peregangan tersebut (peregangan jaringan kulit melewati batas elastisitasnya). Sebagai akibatnya, jaringan kulit bagian dalam robek dan kulit terlihat pecah, kemudian timbulah garis–garis merah jambu atau keputihan tersebut. Peregangan kulit disebabkan karena pertambahan berat badan dan membesarnya janin yang dikandung. Selain itu, adanya peningkatan hormon kehamilan menyebabkan kulit menjadi lebih tipis sehingga mudah meregang.

Mengapa ada strech mark yang berwarna merah jambu dan putih? Apa bedanya? Tahukah anda, strech mark memiliki siklus hidup. Pada awalnya semua strech mark berwarna merah, ungu, atau berwarna cerah. Dalam masa ini, strech mark jenis ini disebut striae rubra. Strech mark jenis ini lebih mudah diobati. Peregangan yang terjadi selanjutnya akan mengakibatkan warna strech mark memudar menjadi coklat yang nyaris keputihan, hingga akhirnya menjadi putih. Dalam masa ini, strech mark jenis ini disebut striae alba. Setelah mencapai masa alba, strech mark menjadi lebih sulit diobati.

tips-mencegah-menghilangkan-strech-mark-saat-hamilSebenarnya strech mark merupakan proses wajar yang terjadi pada seorang ibu hamil. Sekitar 70% ibu hamil mengalami strech mark. Pada ibu hamil, strech mark memang sulit dihindari. Strech mark pada ibu hamil biasanya sering terjadi saat usia kehamilan 4-5 bulan, dimana tubuh ibu hamil mengalami lonjakan berat badan seiring dengan membesarnya perut sebagai tanda berkembangnya janin di dalam rahim. Kulit perut melebar, meregang, merobek elastisitas kulit, dan menimbulkan munculnya strech mark.

Ibu hamil tentunya merasa terganggu dan tidak nyaman dengan adanya strech mark. Strech mark seringkali tidak hanya ditemukan di sekitar perut dan di atas pinggul tetapi juga bisa ditemukan di daerah pa y udara, p a ha, bahkan di p a n t a t.

Biasanya strech mark akan hilang beberapa bulan setelah melahirkan. Ada kalanya juga setelah melahirkanpun garis–garis strech mark ini tidak akan hilang sepenuhnya, melainkan hanya akan memudar warnanya dengan sendirinya. Robekan di bagian jaringan bawah kulit terlanjur sulit diperbaiki. Perubahan warna strech mark ini biasanya mulai terjadi antara 6-12 bulan setelah anda melahirkan, tergantung dari kondisi kulit masing-masing ibu.

Sejauh ini sangat sulit untuk menghilangkan stretch marks bahkan belum ada krim/salep atau minyak yang betul-betul telah terbukti mampu mencegah atau menghilangkan stretch marks. Itulah mengapa strech mark (agak) ditakuti oleh ibu–ibu hamil, ataupun orang yang sering mengalami lonjakan berat badan yang drastis.

Namun anda tak perlu khawatir, ada tips yang patut anda coba untuk mencegah dan menghilangkan (baca memudarkan) strech mark saat anda mengalami kehamilan. Berikut tips mencegah dan mengatasi Strech Mark saat hamil:

  1. Perbaiki elastisitas kulit dari dalam
    Perbanyak konsumsi vitamin dan mineral yang manpu membuat kulit menjadi elastis. Perbanyak makan sayur dan buah serta minum banyak air putih, sekitar 8 gelas sehari. Selain untuk memperbaiki elastisitas kulit, hal ini juga akan menambah nutrisi untuk ibu hamil dan janinnya.

  2. Jaga kelembaban kulit
    Oleskan lotion pada kulit. Anda juga bisa menggunakan krim anti strech mark. Penggunaan krim bisa dimulai sejak kandungan masih kecil dan belum terjadi peregangan atau sejak masa awal kehamilan. Namun, pastikan bahwa krim anti strech mark yang anda gunakan tidak membahayakan janin anda. Pilih krim anti strech mark khusus untuk ibu hamil. Konsultasikan dengan dokter kandungan anda jika perlu. Oleskan pula lotion yang mengandung kolagen ke seluruh tubuh, sebaiknya sehabis mandi, untuk mencegah sobeknya kolagen, minimal dua kali sehari.

  3. Jangan berjemur di bawah matahari
    Hal ini bisa membuat kulit anda menjadi kering dan kehilangan kelembabannya.

  4. Jangan menggaruk kulit yang gatal
    Hindari menggaruk kulit yang gatal karena akan semakin menarik dan meregangkan kulit lapisan luar dan tengah sehingga menyebabkan masalah strech mark semakin parah.

    Jika merasa gatal, sebaiknya dielus dan dipijat dengan lembut memakai minyak atau krim yang bertujuan meningkatkan sirkulasi darah dan membantu pertumbuhan sel-sel baru.

  5. Jalani pola hidup sehat dengan pola makan seimbang
    Makan makanan bergizi. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak untuk menjaga kestabilan berat badan. Jangan sampai mengalami kenaikan berat badan yang terlalu drastis. Selain kurang baik untuk kehamilan, kulit juga akan terlalu banyak mengalami peregangan. Normalnya, selama hamil, ibu mengalami kenaikan berat badan antara 12–15 kg.

  6. Rutin berolahraga
    Khusus untuk ibu hamil, pilih olahraga yang ringan dan aman seperti berjalan kaki. Olahraga yang teratur akan membuat sirkulasi darah semakin lancar, tubuh lebih sehat dan bugar, termasuk bagian kulit.

  7. Jaga perasaan anda
    Jangan sampai anda merasa stress dengan kehamilan dan munculnya strech mark pada tubuh anda. Perasaaan stress ini akan terlihat dengan jelas pada kulit anda. Lakukan relaksasi yang dapat menenangkan perasaan dan pikiran anda.

  8. Pertimbangkan penggunaan laser untuk menghilangkan strech mark
    Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, laser bisa digunakan sebagai pilihan cara untuk menghilangkan strech mark. Ada berbagai jenis laser yang bisa anda pilih berdasarkan jenis strech mark yang anda miliki, rubra atau alba. Anda juga bisa mendatangi dokter kulit anda sebelum menggunakan cara ini. Cuma sayangnya, penggunaan laser untuk menghilangkan strech mark tergolong masih mahal.

Setelah melahirkan, anda bisa tetap memakai krim anti strech mark, minyak zaitun atau minyak cendana yang juga dapat melembabkan dan mengurangi bekas strech mark. Tapi biasanya jika telah muncul strech mark agak sulit untuk dihilangkan.

Anda tak perlu merasa malu jika anda mempunyai strech mark di tubuh anda. Dan sama sekali tidak memalukan jika anda menganggapnya biasa. Sekali lagi, munculnya strech mark pada masa kehamilan itu normal dan tidak berbahaya. Jika strech mark berbahaya mungkin tak akan ada perempuan yang mau hamil. Selamat mencoba!



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *