Informasi dan Tips – informasitips.com

Masalah Kulit dan Rambut Saat Hamil

Posted on by in , with 0 Comments

informasitips.com – Mengapa kulitku menghitam? Jerawat muncul? Rambutku rontok? Banyak sekali ya keluhan ibu hamil. Saya bukan ahli masalah kulit dan rambut. Artikel ini mencoba untuk menjelaskan dari sisi medis mengapa hal-hal di atas terjadi, dan sedikit tips mudah-mudahan membantu Anda.

Mengapa wajahku menghitam?
Wajah yang menghitam dalam kehamilan atau istilah medisnya chloasma gravidarum adalah lagi-lagi pengaruh perubahan hormonal. Faktor keturunan juga bisa bermain, misalnya dulu ibu Anda mempunyai chloasma, sekarang giliran Anda. Daerah yang menghitam pada intinya adalah yang sering terpapar matahari. Pada wajah misalnya, atas bibir, dahi, hidung, tulang pipi, garis sepanjang rahang dan pipi. Namun Anda juga akan menemukan hiperpigmentasi pada puting susu, kulit organ intim, bekas luka dan daerah lipatan seperti ketiak dan pangkal paha.

Chloasma masalah kulit saat kehamilan

Chloasma

Ada dua pendapat ahli dalam masalah ini. Beberapa berpendapat bahwa hormon MSH (melanocyte-stimulating hormone) meningkat selama kehamilan. Hormon ini memproduksi melanin, yaitu zat pigmen kulit. Semakin kulit terpapar matahari, semakin banyak produksi melanin. Sebagian ahli berpendapat, peningkatan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan hiperpigmentasi. Karena hormon-hormon ini meningkat hanya pada saat hamil, maka setelah melahirkan hiperpigmentasi berangsur-angsur menghilang. Walaupun pada sebagian wanita tidak hilang total. Pigmentasi kulit akan menghilang sendiri setelah melahirkan, namun Anda dapat melalukan beberapa hal untuk meminimalisir pigmentasi selama kehamilan:

masalah kulit dan rambut saat hamil

    Gunakan sunblock dengan SPF 30 atau lebih setiap hari pada wajah Anda, baik saat di dalam maupun di luar rumah. Ulangi pemakaiannya beberapa kali dalam sehari.

  • Gunakan kaos berlengan panjang, jika hiperpigmentasi juga muncul pada lengan.

Jerawatan
Kehamilan menyebabkan munculnya jerawat atau memperparah jerawat yang sudah ada pada sebagian orang. Namun sebagian lagi justru merasa jerawatnya berkurang. Hormon progesteron yang mempunyai komponen hormon androgen (hormon yang dominan pada laki-laki) jumlahnya meningkat pada awal kehamilan, hormon ini memproduksi minyak atau sebum pada wajah. Minyak yang berlebihan dapat menutup pori-pori wajah, sehingga bakteri nyaman berkembangbiak di sana dan menimbulkan jerawat.

Berikut ini tips untuk masalah jerawat:

  • Jangan suka memencet jerawat
  • Cuci muka 2 hari sekali
  • Gunakan pelembab yang oil-free/ bebas minyak
  • Bila Anda menggunakan make up, pilih yang water-based
  • Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan sangat baik untuk kulit, seperti salmon, kacang almond, buah zaitun, strawberry dan melon

Masalah kulit sekitar perut
Garis hitam sepanjang pusar sampai ke tulang kemaluan ini namanya linea nigra. Penyebabnya sama dengan hiperpigmentasi di wajah. Selain garis kehitaman, timbul juga stretch mark seiring dengan membesarnya perut. Striae gravidarum/stretch mark ditimbulkan karena peregangan kulit yang cepat saat perut membesar dapat merobek lapisan dermis kulit. Selain itu faktor keturunan, makanan dan hormonal juga bisa mempengaruhinya. Striae juga dapat ditemukan pada bagian tubuh yang banyak lemak, seperti di bokong, paha dan pay*d*ra. Saya pernah mendengar mitos, bahwa stretch mark timbul karena garukan, ini tidak benar. Gatal yang terasa sebelum stretch mark muncul adalah karena peregangan dermis. Kemudian akan muncul garis-garis longitudinal berwarna pink hingga ungu yang lama kelamaan warnanya putih keabu-abuan seperti bekas luka.

Linea Niagra masalah kulit saat hamil

Line Niagra

Striae gravidarum masalah kulit saat hamil

Striae gravidarum













Jika sudah terjadi striae, tidak ada terapi untuk menghilangkannya. Terapi laser dan mikrodermabrasi dapat menyamarkan bekas striae. Produk krim/ lotion yang mengandung vitamin A, vitamin C, Alpha-hydroxy acid menyehatkan kulit, mengurangi gatal tapi tidak bisa menghapus stretch mark. Lotion juga tidak bisa menembus dermis kulit, di mana striae berada. Untuk mengurangi timbulnya striae, jagalah kelembaban kulit Anda dengan krim/ lotion. Saat menerapkan krim, pijatlah kulit dengan gerakan melingkar, ini membantu melenturkan kulit. Makanan yang mengandung vitamin A, vitamin C dan zinc/ seng sangat penting untu kulit. Makanan yang kaya zat seng misalnya daging, susu, yoghurt, kacang almond, tempe dan tahu.

Rambut Rontok
Rambut kita mempunyai 2 fase yaitu fase tumbuh (anagen) dan fase akhir (telogen). Pada fase anagen, rambut akan tumbuh tiap bulannya 1 cm, fase ini berlangsung 2-3 tahun. Setelah itu masuk ke fase telogen, dimana rambut tidak tumbuh namun tetap bertahan 3-4 bulan kemudian rontok, tentunya kedua fase tidak sama pada seluruh rambut, bisa-bisa botak dong?! Normalnya dalam sehari, rambut kita rontok sebanyak 50-100 helai (rata-rata rambut berjumlah 100.000). Jadi saat Anda hamil, sementara rambut berada pada fase telogen, ya akan tampak rambut banyak yang rontok. Sebagian orang tidak menyadari sampai 40% rambutnya rontok. Kurangnya mineral dan vitamin pada saat hamil juga bisa memicu kerontokan rambut. Tips untuk Anda, cobalah jangan terlalu sering menyikat rambut dan gunakan sampo yang lembut.

Salam 
dr. Vetta Fegitalasky

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkannya. Terimakasih