Prinsip Kromatografi (Metode Pemisahan)

Instrumen Kromatografi Gas


informasitips.comKromatografi adalah teknik analisa satu senyawa (analit) yang terkandung dalam suatu sampel campuran dengan cara pemisahan yang didasarkan atas afinitas masing-masing komponen (di dalam campuran tersebut) pada fase gerak dan fase diam dalam sistem kromatografi. Kromatografi sendiri berasal dari Bahasa Yunani, Chromo yang berarti warna dan Gram yang berarti pita. Dari asal katanya tersebut bisa diketahui bahwa kromatografi pada awalnya dikenal sebagai pembentukan pita-pita berwarna dimana setiap warnanya mewakili satu senyawa yang ada dalam suatu campuran.

Prinsip Kromatografi

Prinsip kromatografi didasarkan atas proses pemisahan campuran senyawa menjadi beberapa senyawa penyusunnya untuk kemudian dianalisa, baik secara kualitatif (identifikasi) maupun kuantitatif (mengukur kadarnya). Proses pemisahan tersebut bisa divisualkan sebagai pita-pita berwarna, spot berwarna, maupun kurva puncak.

Dalam kromatografi dikenal adanya 2 fase, yaitu fase gerak dan fase diam. Besarnya kecenderungan (afinitas) suatu senyawa untuk terbawa oleh fase gerak ataupun untuk tertahan oleh fase diam akan menentukan terjadinya proses pemisahan. Kedua fase tersebut, diam dan gerak, memiliki karakteristik yang saling berlawanan.

Loading...

Perbedaan afinitas atau kecenderungan senyawa untuk lebih condong ke fase diam ataupun ke fase gerak disebabkan oleh karakteristik adsorpsi pada fase diam dan karakteristik solubilitas senyawa tersebut pada fase gerak. Karakteristik adsorpsi suatu senyawa (yang dianalisa) pada fase diam dan karakteristik kelarutan senyawa dalam fase gerak akan menentukan bagaimana proses pemisahan senyawa tersebut terjadi pada kedua fase.

Apa yang menyebabkan senyawa yang berbeda memiliki afinitas yang berbeda pula pada fase diam dan fase gerak kromatografi? Jawabannya adalah Polaritas. Perbedaan polaritas suatu senyawa pada kedua fase akan menyebabkan perbedaan pada proses pemisahan senyawa tersebut oleh fase diam dan fase gerak dalam suatu sistem kromatografi.

Karakteristik adsorpsi senyawa pada fase diam menunjukkan seberapa baik senyawa tersebut tertahan pada fase diam sistem kromatografi. Sementara parameter solubilitas suatu senyawa pada fase gerak akan menentukan seberapa cepat senyawa itu terbawa oleh fase gerak dalam sistem kromatografi. Jadi:

  • Semakin tinggi kemampuan senyawa teradsorpsi pada fase diam, maka akan semakin lambat senyawa tersebut keluar dari kolom.
  • Semakin tinggi kelarutan suatu senyawa dalam fase gerak, maka akan semakin cepat laju senyawa tersebut di dalam kolom, sehingga akan cepat keluar dari kolom dan terdeteksi oleh detektor.

Berdasarkan hal di atas, maka pemilihan fase diam dan fase gerak yang didasarkan atas karakteristik senyawa yang dianalisa menjadi penentu dalam keberhasilan proses kromatografi yang dilakukan.

Loading...

ARTIKEL TERKAIT:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSLETTER:

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan:

KATEGORI:

FOLLOW US: