Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengenal Macam-macam Ikatan Kimia

informasitips.com – Apa yang dimaksud dengan ikatan kimia? Ikatan kimia merupakan ikatan yang terjadi baik antara satu unsur dengan unsur lainnya atau pun satu senyawa dengan senyawa lainnya. Ikatan kimia merupakan hal penting yang menjadi dasar terbentuknya berbagai zat atau senyawa baru, andai saja satu senyawa atau suatu unsur tidak dapat saling berikatan, maka sebuah senyawa baru tak akan terbentuk. Sebuah ikatan kimia terjadi karena adanya perbedaan sifat antara satu unsur dengan unsur lainnya sehingga perbedaan tersebut saling melengkapi satu sama lain.

Di dalam ilmu kimia, terdapat banyak jenis ikatan yang menghubungkan antara satu unsur dengan unsur lainnya atau suatu senyawa dengan senyawa lainnya. Masing-masing ikatan tersebut menghasilkan sebuah senyawa yang memiliki karakteristik berbeda pula satu sama lainnya.

Macam-macam ikatan kimia

Apa saja macam-macam ikatan kimia yang biasanya terjadi di dalam sebuah molekul atau unsur kimia? Berikut ini diantaranya:

  1. Ikatan ionik
    Ikatan ionik merupakan jenis ikatan kimia yang terjadi akibat adanya serah terima elektron pada atom-atom yang berikatan. Atom-atom yang melepaskan elektron akan bermuatan positif (kation), sedangkan atom-atom yang menerima elektron akan bermuatan negatif (anion). Salah satu contoh ikatan ionik yang cukup populer adalah ikatan yang terjadi pada pembentukan garam natrium klorida, yakni reaksi antara senyawa NaOH dan senyawa HCl yang menghasilkan senyawa NaCl. Untuk lebih memperjelas seperti apa contoh senyawa yang terbentuk dari hasil ikatan ionik tersebut. Beberapa sifat-sifat dari senyawa yang terbentuk atas dasar ikatan ion adalah secara fisik, senyawa yang terbentuk dari ikatan ionik pada suhu kamar akan berwujud padat, memiliki bentuk struktur kristal agak rapuh, mempunyai angka titik didih dan titik leleh yang cukup tinggi, dapat larut pada pelarut air namun tidak larut pada jenis pelarut organik serta pada fase padat tidak menghantarkan arus listrik, namun saat terhidrolisis dalam air akan dapat menghantarkan arus listrik. Inilah karakter fisik yang dibangun oleh senyawa dengan jenis ikatan ionik.

    Contoh:

    NaOH + HCl —> NaCl + H2O

  2. Ikatan hidrogen
    Ikatan kimia jenis ikatan hidrogen merupakan ikatan yang terbentuk antara unsur H dengan atom F,O dan N. Suatu zat yang memiliki ikatan hidrogen yang lebih banyak biasanya akan lebih cepat mendidih saat dipanaskan. Secara umum ikatan hidrogen terbagi ke dalam dua jenis yakni ikatan hidrogen intra molekuler dan ikatan hidrogen ekstra molekuler. Ikatan hidrogen intra molekuler merupakan ikatan antara atom H dan atom F,O,N yang terjadi di dalam sebuah molekul, misalnya ikatan antara atom H dan atom O pada senyawa H2O. Sementara untuk ikatan hidrogen ekstra molekuler adalah ikatan hidrogen yang terjadi antar senyawa, misalnya antara molekul H2O yang satu dengan molekul H2O lainnya.
  3. Ikatan kovalen
    Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi akibat adanya penggunaan bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang saling berikatan satu sama lainnya. Ikatan kovalen terdiri dari bermacam-macam jenis diantaranya adalah ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua, ikatan kovalen rangkap tiga, ikatan kovalen koordinasi, ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen non polar. Secara umum, senyawa yang memiliki ikatan kovalen memiliki beberapa sifat fisik sebagai berikut: pada suhu kamar dapat berwujud gas, cair dan padatan, untuk yang berwujud padat biasanya lunak namun tidak rapuh, memiliki titik didih dan titik leleh yang rendah, pada umumnya tidak menghantarkan arus listrik, larut pada pelarut organik dan tidak larut dalam air.
  4. Ikatan logam
    Ikatan logam merupakan ikatan kimia yang terjadi karena adanya gaya tarik-menarik yang kuat antara ion positif dari logam terhadap elektron-elektron valensi yang bergerak bebas. Ikatan logam tersebut menyebabkan sifat-sifat logam diantaranya adalah pada suhu kamar rata-rata berwujud padat terkecuali logam Hg, keras namun dapat ditempa, menjadi konduktor atau penghantar panas yang baik, memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi serta wujud fisiknya yang mengkilap.

Itulah beberapa contoh ikatan dalam kimia yang biasanya banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri dan kerja-kerja laboratorium kimia.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: