Home » Serba-serbi » Ilmuwan Kimia Muslim yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Ilmu Kimia

Ilmuwan Kimia Muslim yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Ilmu Kimia

Oleh Informasitips.com on January 27, 2012 in Serba-serbi - No comments

Anda ingin tahu deretan nama imuwan kimia Muslim yang cukup berpengaruh terhadap perkembangan ilmu kimia modern? Tahukah Anda, Seorang ilmuwan asal Jerman pada abad ke-18 yang bernama Will Durant, di dalam bukunya berjudul Story of Civilization IV, The Age of Faith telah mengakui dengan jujur sumbangsih yang cukup besar dari para Ilmuwan Kimia Muslim pada masa Dinasti Abbasiyah terhadap terjadinya revolusi kimia modern. Inilah pernyataan Durant tersebut, “Dalam bidang kimia, peradaban Yunani hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar. Sedangkan peradaban Islam telah memperkenalkan observasi yang tepat, eksperimen yang terkontrol, dan catatan atau dokumen yang begitu teliti,” ungkap Durant.

Meski mereka para ilmuwan kimia muslim adalah para pelopor revolusi kimia moderen, namun sangat miris, jarang sekali dunia literasi kita mengangkat nama-nama mereka menjadi tokoh ilmuwan kimia yang kita pelajari di kurikulum formal. Akibatnya generasi kita lebih berkiblat ke ilmuwan-ilmuwan non muslim yang notabennya mereka hanya melanjutkan apa yang telah ditemukan oleh ilmuwan muslim. Dan tugas kita adalah memperkenalkan kembali tokoh-tokoh ilmuwan muslim, tak hanya agar kita bangga dengan apa yang telah mereka hasilkan, namun juga menjadi pelajaran berharga bagi kita saat ini untuk mengembalikan kejayaan yang pernah diraih oleh orang-orang terdahulu yang membumikan Islam melalui karya-karya mereka dalam segi ilmu pengetahuan.

Berikut ini merupakan nama-nama ilmuwan kimia Muslim yang cukup terkenal dan berpengaruh besar terhadap perkembangan ilmu kimia modern:

  1. Jabir Ibnu Hayyan

    Jabir Ibnu Hayyan

    Bapak Kimia Modern

    Ilmuwan kimia yang satu ini memiliki nama lengkap Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan (721-815 H), lahir di daerah Kuffah, Irak. Ayahnya adalah seorang penjual obat. Dunia barat lebih mengenal Jabir dengan sebutan nama Ibnu Geber. Jabir diberi penghargaan sebagai Bapak Kimia Modern. yakni sebagai ilmuwan kimia yang pertama kalinya mempelopori revolusi kimia modern. Tak hanya bidang kimia, Jabir juga seorang ilmuwan di bidang farmasi, fisika, filosofi dan juga astronomi. Ilmuwan kimia Jabir Ibnu Hayyan adalah ilmuwan kimia yang menemukan asam klorida, asam sitrat, asam nitrat, asam asetat, tehnik distilasi serta tehnik kristalisasi. Ilmuwan kimia ini juga yang menemukan larutan aqua regia (gabungan antara asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas. Jabir Ibn Hayyan telah mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia terhadap proses pembuatan besi serta logam lainnya dan juga pencegahan karat. Jabir Ibnu Hayan juga merupakan seorang yang pertama kali mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca.
  2. Ar-Razi

    Ar RaziSalah seorang tokoh ilmuwan kimia Muslim yang masuk ke dalam deretan ilmuwan yang disegani oleh pihak barat adalah Ar-Razi. Ar-Razi atau lebih dikenal dengan nama Rhazes di dunia barat. Beliau lahir di Rayy, Teheran, Iran pada tahun 251 H/865 M. Ar-Razi dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai ilmu pengetahuan, di antaranya adalah ilmu Kimia, Logika, Filsafat, Matematika dan Fisika, bahkan di awalny sebelumnya Ar-Razi juga sangat menyukai Seni Musik.

    Ar-Razi sebagai ilmuwan kimia dianggap sebagai salah seorang penggagas ilmu kimia modern. Hal tersebut dibuktikan melalui keberhasilannya memberikan informasi lengkap dari beberapa bentuk reaksi kimia serta deskripsi dan juga desain lebih dari dua puluh instrument untuk analisis kimia. Beliau adalah orang pertama yang mampu menghasilkan senyawa asam sulfat dan beberapa jenis asam lain. Tokoh kimia muslim tersebut juga merupakan seorang yang pertama kali memperkenalkan alkohol untuk fermentasi zat yang manis.

    George Sarton, salah seorang sejarawan asal barat berkomentar tentang Ar Razi, “Ar Razi dari Persia itu tak hanya tabib terbesar di dunia Islam dan Abad Pertengahan. Ia juga seorang kimiawan dan fisikawan. Ia bisa dikatakan sebagai salah seorang perintis latrokimia pada zaman Renaisans. Maju di bidang teori, Ar Razi memadukan pengetahuannya yang luas melalui bentuk kebijaksanaan Hippokratis.”

  3. Al-Majriti

    Al-Majriti

    Al-Majriti merupakan seorang ilmuwan kimia Muslim yang berasal dari Madrid, Spanyol. Al-Majriti cukup dikenal dengan karyanya yang berjudul Rutbat Al-Hakim. Buku tersebut berisi penjelasan mengenai teknik pemurnian logam. Ilmuwan kimia Muslim yang satu ini merupakan ilmuwan yang pertama kali membuktikan prinsip-prinsip kekekalan masa, baru setelah delapan abad kemudian, Lavoisser melanjutkan penelitian Al- Majriti tersebut.











Tentang Penulis

Nafi'ah Al-Ma'rab

Nafi’ah Al-Ma’rab adalah nama pena dari Sugiarti. Penulis yang berdomisili di Pekanbaru Riau ini sehari-hari bekerja sebagai Ghost Writer, merupakan alumni jurusan kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Nafi’ah juga aktif bergiat di Forum Lingkar Pena Wilayah Riau dan tercatat sebagai Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Riau. Telah menulis 14 buku antologi dan 1 buku solo berjudul ‘Belajar Kimia dari Al Quran’

archiveArsip Penulis



Untuk Berlangganan Artikel Kami, Tulis Email Anda Pada Form di Bawah ini.

Jangan Lupa Cek Email Anda Setelahnya. Terimakasih



Post Comment

© 2012 Informasi dan Tips oleh Informasitips.com. All rights reserved. Icons by Komodo Media.