Informasi dan Tips – informasitips.com

Ilmuwan Kimia Muslim yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Ilmu Kimia

informasitips.com – Seorang ilmuwan asal Jerman pada abad ke-18 yang bernama Will Durant, di dalam bukunya berjudul Story of Civilization IV, The Age of Faith jujur mengakui adanya sumbangsih yang cukup besar dari para Ilmuwan Kimia Muslim pada masa Dinasti Abbasiyah terhadap terjadinya revolusi kimia modern.

Inilah pernyataan Durant tersebut, “Dalam bidang kimia, peradaban Yunani hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar. Sedangkan peradaban Islam telah memperkenalkan observasi yang tepat, eksperimen yang terkontrol, dan catatan atau dokumen yang begitu teliti,” ungkap Durant.

Meski mereka para ilmuwan kimia muslim adalah para pelopor revolusi kimia moderen, namun sangat miris, karena jarang sekali dunia literasi kita mengangkat nama-nama mereka menjadi tokoh ilmuwan kimia yang kita pelajari di kurikulum formal. Akibatnya generasi kita lebih berkiblat ke ilmuwan-ilmuwan non muslim yang notabenenya mereka hanya melanjutkan apa yang telah ditemukan oleh ilmuwan muslim.

Dan tugas kita adalah memperkenalkan kembali tokoh-tokoh ilmuwan muslim, tak hanya agar kita bangga dengan apa yang telah mereka hasilkan, namun juga menjadi pelajaran berharga bagi kita saat ini untuk mengembalikan kejayaan yang pernah diraih oleh orang-orang terdahulu yang membumikan Islam melalui karya-karya mereka dalam segi ilmu pengetahuan.

Berikut ini beberapa nama ilmuwan kimia Muslim yang cukup terkenal dan berpengaruh besar terhadap perkembangan ilmu kimia modern:

  1. Jabir Ibnu Hayyan

    Jabir Ibnu Hayyan

    Bapak Kimia Modern

    Ilmuwan kimia yang satu ini memiliki nama lengkap Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan (721-815 H), lahir di daerah Kuffah, Irak. Ayahnya adalah seorang penjual obat. Dunia barat lebih mengenal Jabir dengan sebutan nama Ibnu Geber. Jabir diberi penghargaan sebagai Bapak Kimia Modern, yakni sebagai ilmuwan kimia yang pertama kalinya mempelopori revolusi kimia modern. Tak hanya bidang kimia, Jabir juga seorang ilmuwan di bidang farmasi, fisika, filosofi dan juga astronomi.

    Sumbangsihnya :

    Ilmuwan kimia Jabir Ibnu Hayyan adalah ilmuwan kimia yang menemukan asam klorida, asam sitrat, asam nitrat, asam asetat, tehnik distilasi serta tehnik kristalisasi.

    Ilmuwan kimia ini juga yang menemukan larutan aqua regia (gabungan antara asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.

    Jabir Ibn Hayyan telah mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia terhadap proses pembuatan besi serta logam lainnya dan juga pencegahan karat. Jabir Ibnu Hayan juga merupakan seorang yang pertama kali mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca.

  2. Ar-Razi

    Ar RaziSalah seorang tokoh ilmuwan kimia Muslim yang masuk ke dalam deretan ilmuwan yang disegani oleh pihak barat adalah Ar-Razi. Ar-Razi atau lebih dikenal dengan nama Rhazes di dunia barat, lahir di Rayy, Teheran, Iran pada tahun 251 H/865 M. Ar-Razi dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai ilmu pengetahuan, di antaranya adalah ilmu Kimia, Logika, Filsafat, Matematika dan Fisika, bahkan di awal sebelumnya Ar-Razi juga sangat menyukai Seni Musik.

    Sumbangsihnya :
    Ar-Razi dianggap sebagai salah seorang penggagas ilmu kimia modern. Hal tersebut dibuktikan melalui keberhasilannya memberikan informasi lengkap dari beberapa bentuk reaksi kimia, deskripsi dan desain lebih dari dua puluh instrument untuk analisis kimia.

    Beliau adalah orang pertama yang mampu menghasilkan senyawa asam sulfat dan beberapa jenis asam lain.

    Tokoh kimia muslim tersebut juga merupakan seorang yang pertama kali memperkenalkan alkohol untuk fermentasi zat yang manis.

    George Sarton, salah seorang sejarawan asal barat berkomentar tentang Ar Razi, “Ar Razi dari Persia itu tak hanya tabib terbesar di dunia Islam dan Abad Pertengahan. Ia juga seorang kimiawan dan fisikawan. Ia bisa dikatakan sebagai salah seorang perintis latrokimia pada zaman Renaisans. Maju di bidang teori, Ar Razi memadukan pengetahuannya yang luas melalui bentuk kebijaksanaan Hippokratis.”

  3. Al-Majriti

    Al-Majriti

    Al-Majriti merupakan seorang ilmuwan kimia Muslim yang berasal dari Madrid, Spanyol. Al-Majriti cukup dikenal dengan karyanya yang berjudul Rutbat Al-Hakim. Buku tersebut berisi penjelasan mengenai teknik pemurnian logam.

    Sumbangsihnya :

    Ilmuwan kimia Muslim yang satu ini merupakan ilmuwan yang pertama kali membuktikan prinsip-prinsip kekekalan masa, baru setelah delapan abad kemudian, Lavoisser melanjutkan penelitian Al- Majriti tersebut.



    loading...
    Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *