Informasi dan Tips – informasitips.com

Jenis Keju yang Boleh dan Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil

informasitips.com – Bagi ibu hamil, menjaga makanan yang akan dikonsumsi merupakan suatu keharusan. Pasalnya, segala yang masuk ke dalam tubuh Ibu hamil juga akan masuk dan sampai ke janin. Segala makanan yang dimakan oleh ibu hamil, akan ikut termakan juga oleh bayi lewat plasenta yang menghubungkan ibu ke bayi yang dikandung.

Karena peran makanan sangatlah penting dalam menunjang tumbuh kembang janin, maka ibu hamil disarankan untuk tahu mana makanan yang boleh dikonsumsi semasa hamil, dan mana makanan yang sebaiknya dipantang (tidak boleh dikonsumsi) semasa hamil. Dari sederet pantangan makanan ibu hamil, keju termasuk salah satu di dalamnya. Apakah ini artinya ibu hamil sama sekali tidak boleh makan keju? Tentu tidak. Ibu hamil boleh saja makan keju, namun harus lebih hati-hati dan tidak boleh sembarangan. Beberapa jenis keju tertentu justru tidak aman untuk dikonsumsi selama hamil karena berisiko tinggi menimbulkan dampak negatif yang berbahaya bagi janin yang dikandung.

Keju sebenarnya mengandung zat gizi penting yang dibutuhkan ibu hamil dan janin, seperti protein, vitamin B, dan fosfor. Keju juga terkenal sebagai makanan yang tinggi kalsium. Contoh, salah satu jenis keju yang banyak dikonsumsi adalah jenis keju chedar (Cheddar Cheese), di mana dalam 30 gram keju chedar tersebut terkandung kalsium yang tinggi yaitu sekitar 200 gram kalsium. Kandungan kalsium yang tinggi dalam keju ini sebenarnya bisa sangat berguna bagi ibu hamil yang selama hamil memang membutuhkan tambahan kalsium yang lebih banyak dari sebelumnya. Kebutuhan kalsium yang meningkat saat hamil itu diperlukan untuk menunjang proses pembentukan tulang dan gigi bayi dalam kandungan.

Keju-yang-boleh-tidak-boleh-ibu-hamil

Meskipun tinggi akan kalsium, namun ibu hamil tetap tidak boleh sembarangan dalam mengonsumsi keju, karena beberapa jenis keju bisa membahayakan janin dan kehamilan. Salah satu contoh jenis keju yang dilarang untuk dikonsumsi oleh ibu hamil adalah jenis keju lunak yang merupakan jenis keju non-pasteurisasi. Ibu hamil yang memakan jenis keju non-pasteurisasi ini lebih berisiko terinfeksi bakteri Listeria Monocytogene atau disebut mengalami Listeriosis. Bagi orang dewasa, infeksi bakteri listeria bisa dikatakan tidak terlalu berbahaya, dan hanya menimbulkan gejala flu ringan. Namun, bagi bayi dalam kandungan (janin), infeksi bakteri listeria bisa sangat berbahaya dan berakibat fatal. Bakteri Listeria bisa masuk ke dalam janin melalui plasenta. Dampaknya bisa menyebabkan keguguran (risiko keguguran bisa mencapai 20%), menimbulkan kecacatan janin, dan lebih fatal lagi bisa menyebabkan bayi meninggal sesaat setelah lahir.

Di pasaran, cukup banyak beredar jenis keju yang tidak dipasteurisasi. Alasan keju-keju tersebut tidak dipasteurisasi adalah supaya rasanya jadi lebih enak. Padahal, proses pasteurisasi sangatlah penting dalam pengolahan keju. Karena, keju merupakan prosuk olahan susu (susu sapi, susu kambing, susu domba, susu biri-biri, dan lainnya) sehingga sangat mungkin mengandung berbagai bakteri patogen yang berbahaya. Proses pasteurisasi akan menghilangkan dan mematikan bakteri patogen tersebut. Bila ibu hamil memakan keju yang mengandung bakteri patogen berbahaya, maka bakteri tersebut akan ikut masuk ke dalam tubuh ibu hamil dan ikut juga masuk ke dalam janin melalui plasenta.

Jenis keju yang aman dan boleh dikonsumsi ibu hamil
Jenis keju yang boleh dimakan oleh ibu hamil adalah jenis keju yang dipasteurisasi. Beberapa jenis keju yang mengalami proses pasteurisasi misalnya adalah jenis keju cottage, keju mozarela, cream cheese, keju quark, keju ricotta, dan keju paneer. Jenis keju-keju tersebut tergolong aman dan boleh dikonsumsi ibu hamil.

Keju lainnya yang dianggap aman dan boleh dikonsumsi oleh ibu hamil adalah jenis keju keras, seperti keju cheddar, keju edam, keju parmesan (keju swiss), keju emmental, keju gouda, keju provolone, keju gruyere, dan keju stilton. Keju keras bisa terbuat dari susu yang dipasteurisasi, dan bisa juga dari susu yang tidak dipasteurisasi. Meskipun terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi, namun proses pembuatan dan pematangannya cukup lama, diproses dalam suhu yang sangat tinggi sehingga mampu mematikan bakteri-bakteri yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, keju keras sangat sedikit mengandung bakteri listeria (jumlahnya kurang dari 1 bakteri untuk tiap gram keju), sehingga dianggap aman dan tidak terlalu berisiko membahayakan janin.

Jenis keju yang tidak aman dan tidak boleh dimakan ibu hamil
Jenis keju yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil adalah jenis keju lunak, baik itu keju lunak yang dipasteurisasi maupun yang tidak dipasteurisasi. Untuk jenis keju lunak yang dipasteurisasi, contohnya blue cheese (keju biru), meskipun melewati proses pasteurisasi, tapi tetap dianggap tidak aman untuk dikonsumsi ibu hamil, karena jenis keju lunak seperti itu memiliki tekstur yang lembab dan suasana yang kurang asam, sehingga menjadi media yang sangat baik untuk tempat tumbuh suburnya bakteri listeria. Beberapa jenis keju lunak yang tidak boleh dimakan oleh ibu hamil diantaranya adalah keju brie, keju biru (terdapat garis-garis seperti urat berwarna biru pada keju), keju camembert, keju feta, keju chevre (keju kambing), keju cambozola, keju gorgonzola, dan keju Roquefort. Keju-keju tersebut mengandung bakteri listeria yang cukup tinggi sehingga tidak aman dan tidak boleh dimakan ibu hamil.

Tips penting yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil

  1. Keju sebenarnya termasuk makanan yang tinggi nutrisi, namun beberapa jenis keju dapat mengandung bakteri berbahaya, seperti bakteri listeria yang bisa membahayakan janin. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk sedikit/jarang atau tidak mengonsumsi keju terlebih dahulu selama hamil.
  2. Bila memang ingin mengonsumsi keju saat hamil, pastikan bahwa keju tersebut merupakan jenis keju yang masuk dalam kategori aman dan boleh dimakan oleh ibu hamil.
  3. Periksa dengan teliti label kemasan keju apakah termasuk keju yang dipasteurisasi atau tidak. Bila ada keterangan bahwa keju tersebut merupakan jenis keju yang dipasteurisasi, maka keju tersebut boleh dimakan oleh ibu hamil. Namun, untuk keju lunak, meski merupakan keju yang dipasteurisasi, sebaiknya dihindari karena tidak aman bagi ibu hamil.
  4. Jangan makan keju mentah. Makanlah keju yang sudah benar-benar dimasak, misalnya lewat proses pemanggangan di oven, agar bakteri-bakteri yang terkandung di dalamnya benar-benar mati. Bakteri listeria akan mati dalam proses pemasakan pada suhu di atas 70 derajat Celcius.
  5. Untuk memperkecil kemungkinan terinfeksi bakteri listeria, simpan keju dalam lemari es (kulkas) dengan suhu di bawah 4 derajat Celcius. Bakteri listeria tumbuh subur pada temperatur/suhu di atas 4 derajat Celcius.


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *