Informasi dan Tips – informasitips.com

Enzim Ptialin dan Perannya Dalam Proses Pencernaan

informasitips.com – Enzim ptialin adalah termasuk ke dalam enzim amilase (alfa-amilase) yang berperan dalam mengkatalisis/mempercepat proses hidrolisis pati menjadi gula sederhana.

Dalam hal ini, enzim ptialin mengkatalisis proses perombakan (degradasi) pati atau zat tepung menjadi maltosa. Peristiwa perombakan oleh ptialin tersebut terjadi pada pati atau zat tepung yang terkandung di dalam bahan makanan, seperti nasi ataupun kentang.

Dari hal itu bisa dikatakan bahwa fungsi enzim ptialin adalah untuk mempercepat proses perombakan pati yang terkandung di dalam makanan menjadi gula sederhana, yaitu maltosa, yang akan dimanfaatkan lebih lanjut oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Kesemuanya itu terjadi di dalam mulut dan sepanjang saluran pencernaan manusia sebelum makanan mencapai lambung yang asam.

Pencernaan Karbohidrat oleh Enzim Ptialin

Ptialin yang dikenal juga sebagai enzim pencernaan manusia hanya dapat mengkatalis perombakan pati menjadi maltosa pada rantai lurus polisakarida. Sementara pada rantai cabang pada struktur polisakarida pati, ptialin tidak mampu untuk menghidrolisisnya menjadi gula-gula sederhana. Jadi, bisa dikatakan bahwa enzim ptialin mengubah karbohidrat menjadi gula-gula sederhana hingga ke tingkat disakarida (gabungan dua monosakarida).

Penghasil Enzim Ptialin

Enzim ptialin dihasilkan oleh kelenjar saliva yang berlokasi di sekitar mulut. Masuknya makanan ke dalam mulut merupakan bentuk stimulasi bagi kelenjar saliva untuk memroduksi saliva yang mengandung enzim ptialin. Enzim ptialin kemudian menghidrolisis pati yang terkandung dalam makanan yang Kita makan hingga akhirnya menjadi maltose.

Enzim pada Mulut

Dalam menjalankan aksinya, enzim ptialin tidak memiliki banyak waktu di mulut, karena pada umumnya makanan yang masuk akan segera ditelan. Meski makanan langsung ditelan, ptialin masih tetap bisa menjalankan fungsinya selama makanan belum sampai ke lambung yang kondisinya sangat asam, karena ptialin termasuk ke dalam enzim yang aktif pada pH tinggi, sedangkan pada suasana asam akan terinaktivasi.

Proses hidrolisis pati oleh ptialin sebenarnya hanya terjadi dalam jumlah yang sedikit, karena proses sisanya (hidrolisis pati) akan dilanjutkan oleh enzim pankreatik amilase. Meski begitu, Kita bisa memperlama waktu kontak ptialin dengan pati dalam makanan dengan cara mengunyah makanan secara perlahan, sehingga pati yang akan masuk ke dalam saluran pencernaan sebagian besar sudah terhidrolisis menjadi molekul-molekul gula yang lebih sederhana.

Kadar jumlah enzim ptialin yang dihasilkan oleh kelenjar saliva manusia berbeda-beda antara satu etnik dengan etnik yang lain. Utamanya, hal tersebut dipengaruhi oleh jenis makanan yang biasa mereka konsumsi. Sebagai contoh, orang Jepang yang lebih sering mengonsumsi nasi akan memroduksi enzim ptialin yang lebih banyak ketimbang orang Eropa yang memiliki kebiasaan berbeda dalam mengonsumsi makanan.

Dari penjelasan di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa enzim ptialin lah yang mengawali proses pencernaan karbohidrat yang terkandung dalam makanan sejak pertama kali dimasukkan ke dalam mulut. Sementara lemak dan protein tidak langsung dicerna, karena enzim pengkatalis degradasi lemak dan protein tidak dijumpai di dalam saliva.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: