Informasi dan Tips – informasitips.com

Flek Pada Awal Kehamilan

Posted on by in , with 0 Comments

informasitips.com – Flek atau perdarahan pada tiga bulan pertama kehamilan tidak melulu dikaitkan dengan keguguran/abortus spontan, walaupun kejadian abortus spontan memang sangat tinggi yaitu 25% dari tiap kehamilan. Yang tidak kalah bahayanya dengan abortus spontan adalah kehamilan di saluran telur/tuba falopi, karena selain menyebabkan kematian janin, juga terjadi perdarahan akut yang sering tidak terdeteksi sehingga mengakibatkan kematian ibu. Anda pernah mendengar tentang hamil anggur? Jika si “anggur” pecah, maka manifestasinya adalah keluarnya flek dari v*g*n*. Penyebab flek juga bisa saja berasal dari daerah seputar leher rahim anda, misalnya polip yang pecah, atau tanda adanya kanker.

Dibutuhkan bukan rasa waswas, namun waspada jika mendapati flek di awal kehamilan. Waspada artinya tidak panik, segera kunjungi dokter anda dan menerangkan selengkapnya tentang perdarahan tersebut, kapan terjadinya, berapa banyaknya, adakah rasa nyeri yang menyertai, dan lain-lain. Menyimak artikel ini juga akan membantu anda waspada, karena dalam artikel ini diulas penyebab-penyebab flek tadi.

  • Abortus (keguguran) spontan
    Pada abortus spontan, perdarahan yang timbul bisa sedikit atau banyak, dan bisa disertai juga dengan keluarnya sebagian jaringan hasil pembuahan yang tadinya sudah menempel di rahim. Pada sebagian besar kasus dengan flek sedikit dan tidak disertai rasa nyeri/ kontraksi di perut bagian bawah, hal ini baru merupakan tanda adanya ancaman abortus imminens. Pada kasus ini, dokter akan berusaha mempertahankan kehamilan, anda akan diobservasi selama bedrest dan diberikan obat-obatan untuk mencegah kontraksi dan anti penggumpalan darah. Anda tidak diperbolehkan berhubungan intim selama hamil, sampai kapan anda harus “berpuasa”, konsultasikan dengan dokter anda.

    Abortus keguguran

    abortus (keguguran)



    Jika perdarahan banyak dan kontraksi terasa, biasanya abortus sudah terjadi sebagian atau keseluruhan, sehingga kehamilan tidak dapat dipertahankan. Adanya abortus dipastikan terlebih dahulu dengan spekulum dan USG, jika benar maka dokter akan membersihkan sisa-sisa jaringan dalam rahim dengan tindakan kuret.

    Beberapa hal yang dapat menyebabkan abortus spontan adalah, kelainan genetik atau kromosom (penyebab utama dan tersering), penyakit endokrin/hormonal (yang paling sering adalah diabetes dan sindrom polikistik), dan adanya infeksi pada organ intim. Oleh sebab itu demam dan keputihan jangan disepelekan saat hamil, karena bisa menjadi resiko keguguran. Mengkonsumsi alkohol, merokok sudah umum ditelinga, juga merupakan faktor resiko terjadinya keguguran.

  • Flek pada awal kehamilan

  • Kehamilan di saluran telur
    Kehamilan di luar saluran telur adalah salah satu kelainan dari kehamilan ektopik/ hamil di luar rahim. Dokter akan mendiagnosis kehamilan ektopik bila kadar hormon kehamilan (β-hCG) anda lebih dari 1500 IU/L tanpa adanya kantong gestasi/ embrio pada pemeriksaan dengan USG. Hasil pembuahan yang menempel pada saluran telur, tidak bergejala. Pada awalnya anda tidak mendapati menstruasi dan tidak menyadari kehamilan anda. Hal ini menjadi lebih sulit diwaspadai bila seorang wanita mempunyai siklus mens yang tidak teratur.

    Kehamilan di saluran telur

    Kehamilan di saluran telur

    Jika kehamilan dan embrio terus berkembang, baru muncul rasa nyeri/kolik dan flek karena saluran telur yang semakin terdesak oleh pertumbuhan embrio. Rasa nyeri ditimbulkan karena adanya robekan dan perdarahan yang tersembunyi dirongga abdomen. Penyebab tersering adalah penyakit radang saluran telur yang disebabkan oleh infeksi bakteri menahun pada organ intim, sehingga saluran yang tidak “mulus” mengganggu implantasi telur yang sudah dibuahi. Sterilisasi dengan cara mengikat saluran telur, juga bisa menjadi penyebab kehamilan di saluran telur. Segeralah ke dokter, bila anda mengalami telat haid disertai keram perut dengan atau tanpa adanya flek.

  • Hamil anggur
    Di Amerika, dari tiap 2000 wanita hamil, 1 diantaranya menderita hamil anggur/ hamil mola. Pada hamil anggur, pembentukan sel telur yang telah dibuahi mengalami kelainan dimana sel-sel yang membentuk plasenta perkembangannya berlebihan. Sel-sel plasenta ini membentuk gelembung-gelembung kecil berisi cairan seperti anggur. Embrio bisa saja tumbuh, namun mengalami kecacatan dan abortus spontan. Pada sebagian kasus lain, embrio sama sekali tidak tumbuh, melainkan hanya sel-sel abnormal plasenta saja. Sekitar 2-3% kasus hamil anggur dapat menjadi kanker, yang menyebar ke organ tubuh. Hal-hal yang bisa anda curigai bila terjadi hamil anggur, yaitu:

    1. perut membesar lebih cepat dari pada umur kehamilan, itu karena sel-sel plasenta abnormal yang tumbuh sangat agresif.
    2. Keluhan muntah-muntah yang sangat hebat karena plasenta yang menghasilkan hormon hCG berlebihan.
    3. Adanya flek atau perdarahan akibat abortus spontan atau keluarnya cairan dari sel-sel anggur tersebut.
  • Kelainan di leher rahim
    Polip dan kanker rahim sama-sama menyebabkan flek, baik saat hamil maupun di luar kehamilan, yaitu adanya flek diluar perdarahan mens. Polip serviks adalah tumor jinak dari selaput lendir leher rahim yang menonjol dan bertangkai. Sedangkan kanker serviks adalah pertumbuhan sel leher rahim yang abnormal yang disebabkan oleh virus papiloma. Pada polip serviks, penanganannya adalah dilakukan pemuntiran polip, tindakan ini aman dan angka kesembuhannya tinggi. Pada kanker serviks, terapi dilakukan sesuai berat dan stadium kanker.

Saran saya, mencatat siklus menstruasi adalah sangat penting. Bayangkan jika anda telat haid, lalu segera memeriksakan kehamilan anda, bukankah adanya kemungkinan kehamilan di saluran telur dan hamil mola bisa dipantau? Kalau anda mengetahui siklus mens anda, anda pasti bisa membedakan mana darah haid dan mana yang bukan. Bukankah ini dapat membantu mendeteksi adanya kemungkinan polip atau awal kanker serviks?
Salam 
dr. Vetta Fegitalasky

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih