Informasi dan Tips – informasitips.com

Asam Folat Untuk Ibu Hamil

informasitips.com – Asam folat (vitamin B9) sangat penting untuk kesehatan salah satunya untuk kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung. Menurut salah satu hasil riset di Amerika, trimester pertama kehamilan merupakan fase pembentukan sistem saraf pusat janin, termasuk otak dan sumsum tulang belakang.

Dan pada masa kehamilan, kebutuhan tubuh akan asam folat meningkat. Hal ini karena asam folat berguna dalam proses metabolisme tubuh, produksi heme untuk menghasilkan hemoglobin.

Namun, faktanya di masa-masa awal pertumbuhan janin ini (trimester pertama) banyak wanita yang belum menyadari bahwa dirinya sedang hamil (biasanya kehamilan baru disadari setelah minggu ke-5 atau ke-6, yaitu saat si wanita sudah telat haid).

Kekurangan (deficiency) asam folat selama kehamilan dapat menyebabkan bayi /janin mengalami anencephaly (otak janin tidak terbentuk) dan spina bifida , suatu Neural Tube Defects (NTDs) yaitu adanya celah pada tulang belakang karena gagal tertutupnya tabung saraf tulang belakang pada hari ke-38 pasca konsepsi (pembuahan). Resiko NTDs dapat dikurangi hingga 80 % dengan konsumsi asam folat yang cukup sebelum dan selama kehamilan.

Spina Bifida merupakan suatu masalah tulang belakang, dimana saraf-saraf yang mengontrol fungsi gerak dan fungsi-fungsi tubuh lainnya tidak berjalan dengan sempurna. Anak-anak yang mengalami spina bifida ini akan memiliki kecacatan seumur hidup, dan mereka juga membutuhkan banyak tindakan operasi selama hidupnya.

asam folat penting bagi ibu hamil

Anencephaly merupakan suatu kelainan dimana sebagian besar atau seluruh otak tidak dapat berkembang. Bayi yang memiliki kelainan ini akan mati sebelum atau segera setelah lahir.

Asam folat juga membantu dalam pembentukan sel-sel otak bayi. Asupan asam folat yang tidak cukup bisa menyebabkan cacat bawaan pada janin, anak menderita keterbelakangan mental, ukuran otak kecil, atau meninggal sesaat setelah dilahirkan.

Asam folat juga mampu menjaga sel-sel darah dalam tubuh kita tetap sehat, dan apabila kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik (kekurangan sel-sel darah merah berukuran besar).

Konsumsi asam folat selama 12 minggu pertama kehamilan juga mampu menurunkan kadar homocystein. Ini sangat berguna untuk mencegah terjadinya pre-eklampsia (pre-eclamsia). Menurunnya kadar hormocystein juga bisa mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sangat disayangkan dan amat beresiko bila wanita hamil mengalami kekurangan asam folat pada masa-masa penting pertumbuhan bayi /janin. Untuk itu, wanita hamil atau berencan ingin hamil harus memiliki asupan asam folat yang cukup sebelum dan selama kehamilannya.


Berapa banyak asam folat yang perlu diasup oleh ibu hamil?
Ibu hamil perlu mengasup asam folat sebanyak 0.4 – 0.8 mg per hari. Ini ternyata juga berlaku bagi wanita yang tidak/belum hamil.

Di Amerika, wanita yang tidak hamil pun juga perlu mengasup 0.4-0.8 mg asam folat setiap harinya, agar jika sewaktu-waktu terjadi kehamilan (kehamilan yang tidak terencana), kondisi Ibu sudah siap dan memiliki cadangan asam folat yang cukup. Asam folat bisa bertahan sebagai cadangan dalam tubuh selama sekitar 100 hari.

Asam folat perlu diasup ibu hamil setiap harinya selama kehamilan dan setelah bayi dilahirkan pada masa-masa menyusui. Selama kehamilan dan masa menyusui kurang lebih 0.05 mg asam folat hilang per harinya, antara lain ke dalam air susu ibu.

Wanita yang memiliki bayi atau keluarga dengan masalah NTDs atau Anencephaly perlu mengasup asam folat sebanyak 10 kali lipat dosis normal, yaitu 4 mg asam folat per hari, bila merencanakan untuk hamil kembali. Peningkatan dosis ini bertujuan untuk semakin menurunkan resiko cacat pada bayi yang akan dilahirkan nanti. Dan memang disarankan bagi wanita yang beresiko cukup tinggi melahirkan bayi dengan kondisi cacat saraf tulang belakang untuk mengasup asam folat 4 sampai 5 mg per hari. Dan untuk dosis setinggi itu pun juga harus berdasarkan resep dokter. Kondisi seperti apa saja yang beresiko cukup tinggi tersebut?

  1. Ibu pernah melahirkan bayi dengan kondisi cacat saraf tulang belakang.
  2. Suami istri memiliki masalah (kelainan) saraf tulang belakang.
  3. Ibu memiliki penyakit celiac, diabetes, anemia sel sabit, atau thalassemia.
  4. Ibu mengkonsumsi obat epilespi.

Vitamin asam folat ini bisa diperoleh langsung dari sumber-sumber pangan (berupa gandum, sereal,roti, kelapa, ragi), dan bisa juga diperoleh dari pil-pil vitamin suplemen asam folat. Sertakan susu saat mengasup asam folat, untuk memaksimalkan penyerapannya.

Baca juga artikel Asam Folat Penting Untuk Kesehatan



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: