Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa Perbedaan Sunscreen dan Sunblock?

informasitips.com – Paparan sinar matahari yang terus-menerus mengenai kulit dapat menimbulkan sejumlah dampak buruk, seperti munculnya flek-flek hitam di kulit, kulit terbakar, menurunnya elastisitas kulit, hingga dampak yang paling serius adalah dapat menyebabkan kanker kulit. Namun, rasanya sangat tidak mungkin bila kita harus benar-benar menghindari sinar matahari, mengingat banyaknya aktivitas fisik sehari-hari yang kita lakukan di luar ruangan (outdoor) yang mengharuskan kita untuk banyak terpapar sinar matahari. Untuk menyiasati hal tersebut, tentunya kita harus memberikan perlindungan pada kulit agar paparan sinar matahari yang mengenai kulit tidak sampai menimbulkan dampak yang buruk bagi kulit.

Bentuk perlindungan yang bisa kita berikan pada kulit guna mengurangi dampak buruk paparan sinar matahari adalah dengan menggunakan sunscreen atau sunblock. Hm, tentu keduanya sudah tidak asing lagi di telinga, kan? Meski terdengar mirip dan keduanya berfungsi sebagai pelindung kulit dari radiasi sinar matahari, namun sebenarnya antara sunscreen dan sunblock memiliki perbedaan. Nah, apa saja perbedaan antara sunscreen dan sunblock? Sebelum kita membahas lebih jauh tentang sunscreen dan sunblock, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu jenis paparan sinar matahari yang bisa merusak kulit.

Jenis sinar ultraviolet yang merusak kulit

Salah satu jenis radiasi sinar matahari yang bisa merusak kulit adalah sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet atau yang sering dikenal juga dengan sinar UV dapat mempercepat penuaan sel-sel kulit, menghambat regenerasi sel-sel kulit, dan merusak DNA sel-sel kulit.

Terdapat 3 jenis (tipe) sinar ultraviolet yang dibedakan berdasarkan panjang gelombangnya. Ketiga jenis sinar UV tersebut masing-masing memiliki karakteristik dan efek yang berbeda-beda pada kulit. Semakin pendek panjang gelombangnya, maka akan semakin berbahaya sinar UV tersebut bagi kulit.

  1. Sinar Ultraviolet A (UVA)
    Sinar ultraviolet A atau UVA memiliki panjang gelombang antara 320-400 nm (nano meter). Sinar UVA tergolong sinar UV yang memiliki panjang gelombang yang paling panjang dibandingkan jenis sinar UV lainnya. Sinar UVA merupakan sinar ultraviolet terbanyak yang masuk ke permukaan bumi, karena sinar UVA ini tidak diserap oleh lapisan ozon. Sinar UVA memiliki intensitas cahaya yang relatif stabil dari pagi hingga siang hari.

    Sinar UVA mampu menembus lapisan dermis kulit dan dapat menimbulkan efek penuaan pada kulit. Sinar UVAdapat merusak kolagen kulit, yang menyebabkan munculnya penuaan dini pada sel-sel kulit, seperti kulit kusam, kering, keriput, dan berkurang kekenyalannya. Efek kerusakan kulit akibat sinar UVA berlangsung cukup lama dan panjang, serta biasanya sulit untuk diperbaiki.

    Penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa sinar UVA tidak terlalu menimbulkan kerusakan yang cukup serius pada kulit, dan dianggap paling tidak berbahaya dibandingkan dengan kedua jenis sinar UV lainnya. Namun, penelitian terbaru menyebutkan bahwa sinar UVA juga dapat menimbulkan kerusakan dan perubahan pada sel-sel DNA kulit, sehingga juga mampu meningkatkan risiko kanker kulit.

  2. Sinar Ultraviolet B (UVB)
    Sinar ultraviolet B atau UVB memiliki panjang gelombang antara 280-320 nm. Sebagian sinar UVB akan diserap oleh lapisan ozon, sementara sebagian sinar UVB lainnya dapat masuk menembus lapisan ozon.

    Sinar UVB yang berhasil menembus lapisan ozon bila mengenai kulit dapat menyebabkan kulit terbakar (eritema), menimbulkan efek tanning (kulit menghitam dan lebih gelap), dan langsung dapat merusak sel-sel DNA kulit. Karena karakteristiknya tersebut, sinar UVB merupakan jenis sinar UV yang paling banyak menyebabkan kanker kulit. Selain menyebabkan kanker kulit, sinar UVB juga diketahui dapat menimbulkan katarak, dan kerusakan pada sistem imun tubuh.

    Sinar UVB memiliki energi yang lebih besar daripada sinar UVA. Intensitas maksimal dari sinar UVB terjadi pada waktu siang hari, yaitu antara pukul 10.00 pagi sampai pukul 14.00. Itulah sebabnya pada rentang waktu tersebut sinar matahari terasa sangat panas dan menyengat dan dianggap berbahaya bagi kulit.

  3. Sinar Ultraviolet C (UVC)
    Sinar ultraviolet C atau UVC merupakan jenis sinar ultraviolet yang memiliki panjang gelombang paling pendek di antara semua jenis sinar UV, yaitu antara 100-280 nm. Sinar UVC memiliki energi yang paling besar dibandingkan sinar UV lainnya, dan merupakan jenis sinar UV yang paling berbahaya dari semua jenis sinar UV.

    Sinar matahari terdiri dari 3 jenis sinar ultraviolet, UVA, UVB, dan UVC. (Gambar: bananboat)

    Sinar matahari terdiri dari 3 jenis sinar ultraviolet, UVA, UVB, dan UVC.
    (Gambar: bananboat)

    Sinar UVC sepenuhnya terserap oleh lapisan ozon dan atmosfir bumi, sehingga tidak mencapai ke permukaan bumi. Namun, karena pemanasan global yang mengakibatkan kebocoran lapisan ozon, dikhawatirkan ada sinar UVC yang masuk ke bumi, dan bila mengenai kulit dapat menimbulkan kanker kulit dan sejumlah kerusakan serius lainnya pada kulit.

Dari ketiga jenis sinar UV di atas, semuanya mampu merusak kulit dan menyebabkan kanker kulit, sehingga tidak ada sinar UV yang dikatakan tergolong aman bagi kulit.

Perbedaan sunscreen dan sunblock

Sekarang kita sudah mengetahui bahwa ketiga jenis sinar UV (UVA, UVB, dan UVC) semuanya memberikan dampak yang buruk bagi kulit. Untuk meminimalisir dampak buruk dari paparan sinar UV ke kulit, kita dapat menggunakan tabir surya berupa Sunscreen atau Sunblock.

Apa saja perbedaaan di antara keduanya? Mana yang harus kita pilih untuk memberikan perlindungan maksimal pada kulit? Ketahui lebih lanjut seperti apa karakter, sifat, keunggulan, dan kelemahan masing-masing dari sunscreen dan sunblock agar kita dapat menentukan tabir surya mana yang paling cocok untuk kita gunakan.

Berikut ini beberapa perbedaan antara sunscreen dan sunblock yang perlu diketahui:

  • Sunscreen mengandung bahan kimia yang mampu menyerap sebagian dan juga menolak sebagian radiasi sinar UV yang masuk ke kulit. Ini berarti sunscreen hanya mampu mengurangi radiasi sinar UV ke kulit, karena menyerap dan menolak sebagian sinar UV ke kulit, tidak benar-benar menolak seluruh sinar UV. Sunscreen disebut juga sebagai tabir surya kimia yang berperan layaknya filter pada kulit dan mengurangi penetrasi sinar UV ke kulit.

    Berbeda dengan sunscreen yang hanya mampu memfilter dan mengurangi radiasi sinar UV, Sunblock sifatnya mampu memantulkan radiasi sinar UV yang datang, dan menghadang (mem-blok) sinar UV agar tidak sampai masuk menembus ke dalam lapisan kulit. Sunblock disebut juga sebagai tabir surya fisik yang berperan sebagai lapisan barier yang akan memantulkan kembali dan mem-block hampir semua sinar UVA dan UVB yang datang ke kulit.

  • Bahan-bahan aktif yang terkandung dalam sunscreen biasanya adalah benzophenone, oxybenzone, octyl salicylate, atau octyl methoxycinnamate. Sunscreen umumnya mampu melindungi kulit dari radiasi sinar UVB. Namun, tidak semua sunscreen mampu memberikan perlindungan terhadap radiasi sinar UVA.

    Sedangkan Sunblock mampu melindungi kulit baik dari radiasi sinar UVA maupun UVB. Bahan aktif yang biasanya digunakan dalam sunblock adalah titanium dioksida, zinc oksida, atau iron oxide yang efektif untuk mem-block sinar UVA dan UVB agar tidak sampai masuk ke dalam kulit.

  • Tekstur sunscreen terlihat lebih transparan, tipis, tidak berwarna dan tidak berbau. Karena tekstur dan karakternya tersebut, sunscreen juga bisa digunakan bersamaan dengan riasan make up wajah, dan tidak akan terlalu terlihat mencolok bila diaplikasikan pada kulit wajah.

    Sementara Sunblock teksturnya cukup tebal dan terlihat berwana putih (tampak jelas oleh mata) bila dioleskan ke kulit. Teksturnya yang agak tebal dan lengket juga membuat sunblock terkadang agak sulit untuk dioleskan pada kulit. Tekstur dan karakteristiknya yang demikian itu membuat sunblock tidak dapat dipadukan dengan riasan make up wajah, karena akan terlihat sangat mencolok (terlihat jelas berwarna putih). Sifat sunblock yang lebih lengket juga akan membuatnya lebih susah untuk dibersihkan bila dibandingkan dengan sunscreen.

  • Untuk perlindungan maksimum, sunscreen harus digunakan 30 menit sebelum Anda mulai berkativitas di luar ruangan. Hal ini bertujuan agar kulit dapat menyerap bahan aktif yang terkandung dalam sunscreen. Sunscreen juga harus dioleskan kembali setelah Anda berkeringat atau berenang (meskipun Anda menggunakan jenis sunscreen yang waterproof). Bahan-bahan aktif yang ada dalam sunscreen biasanya juga akan terurai setelah beberapa jam terpapar sinar matahari, sehingga untuk sunscreen pemakaiannya perlu diulang (dioleskan kembali) tiap 2 sampai 3 jam sekali.

    Sementara untuk sunblock, tidak perlu menunggu terlalu lama dapat langsung diaplikasikan ke kulit sesaat sebelum beraktivitas di luar ruangan (yang terkena sinar matahari). Dan, karena sunblock tetap menempel di permukaan kulit, maka pemakaiannya tak perlu diulang berkali-kali layaknya sunscreen.

  • Beberapa orang lebih sensitif dan menunjukkan reaksi alergi terhadap bahan-bahan aktif yang terdapat dalam sunscreen, seperti glycerol PABA, padimate A dan padimate O. Itulah sebabnya mengapa sebagian orang lebih memilih untuk menggunakan sunblock ketimbang sunscreen.

Antara sunscreen dan sunblock dua-duanya mengandung SPF (sun protecting factor) yang dapat memberikan perlindungan pada kulit terhadap radiasi sinar matahari. Mana yang dipilih di antara keduanya didasarkan pada kebutuhan dan selera pribadi si penggunanya.

Bila Anda menyukai tabir surya yang tidak terlalu terlihat jelas di kulit, maka sebaiknya Anda menggunakan jenis tabir surya sunscreen. Namun, Anda juga harus mau berepot-repot untuk mengoleskannya berkali-kali ke kulit setelah cukup lama terpapar sinar matahari. Pemakaian sunscreen yang tidak terlalu terlihat jelas di kulit dan dapat dipadukan dengan riasan wajah juga membuatnya cocok untuk digunakan sebagai tabir surya sehari-hari, baik untuk Anda yang bekerja di luar ruangan, maupun bagi Anda yang bekerja di dalam ruangan yang ber-AC.

Sementara bila Anda menyukai tabir surya yang bisa memberikan perlindungan maksimal pada kulit dan tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulit, maka Anda dapat memilih tabir surya jenis sunblock untuk dikenakan pada kulit. Bagi Anda yang memiliki kulit yang sangat sensitif terhadap radiasi sinar matahari, sebaiknya lebih disarankan untuk menggunakan sunblock ketimbang sunscreen.

Satu keuntungan lainnya dari sunblock adalah pemakaiannya tidak perlu diulang berkali-kali meski sudah cukup lama terpapar sinar matahari. Tetapi, kelemahannya adalah pemakaian sunblock akan memperlihatkan tekstur yang cukup tebal dan lebih terlihat oleh mata bila digunakan pada kulit. Selain lebih susah dioleskan ke kulit, sunblock juga tidak akan cocok untuk dipadukan dengan riasan make up wajah. Sunblock memberikan perlindungan yang lebih maksimal pada kulit karena akan memantulkan dan mem-blok semua sinar UV sehingga tidak ada sinar UV yang masuk ke lapisan dalam kulit. Oleh karenanya, pemakaian sunblock cocok untuk digunakan bagi Anda ingin melakukan aktivitas di luar ruangan berjam-jam yang banyak terpapar sinar matahari langsung, seperti berenang, atau main ke laut dan pantai.

American Melanoma Foundation atau AMF merekomendasikan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 atau lebih tinggi lagi bagi yang memiliki kulit putih (lebih terang). Untuk mengetahui lebih lanjut tentang SPF, Anda dapat membaca artikel:

Sun Protecting Factor (SPF) Pada Tabir Surya (Sunscreen) Untuk Melindungi Kulit

Selain menggunakan tabir surya, untuk melindungi kulit kita dari paparan radiasi sinar matahari, kita juga dianjurkan untuk menggunakan topi yang lebar dan besar, pakaian yang menutupi kulit, dan menggunakan kacamata untuk melindungi mata, karena sinar UV yang mengenai mata juga mampu merusak mata.

Baca juga: Manfaat Telur untuk Kesehatan Mata

Satu tips penting lainnya yang perlu kita perhatikan adalah, sebisa mungkin hindari (kurangi) paparan radiasi sinar matahari pada pukul antara 10 pagi hingga pukul 4 sore. Pada rentang waktu tersebut, sinar matahari sudah tidak bagus lagi bagi kulit dan paparannya yang mengenai kulit berisiko menimbulkan sejumlah kerusakan pada kulit.

——————-

Baca juga:

Tips Memilih dan Menggunakan Krim Tabir Surya (SunBlock)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *