Informasi dan Tips – informasitips.com

Fungsi Enzim Pepsin dalam Proses Pencernaan

informasitips.com – Pepsin adalah enzim yang berfungsi untuk memecah protein pada proses pencernaan makanan di dalam tubuh. Dengan bantuan pepsin, protein akan dipecah menjadi polipeptida-polipeptida yang berukuran lebih kecil. Di dalam tubuh, pepsin merupakan satu dari tiga enzim protease. Dua yang lain adalah kimotripsin dan tripsin. Perbedaan antara pepsin dan dua yang lain terletak pada letak sintesisnya, pepsin dihasilkan di dalam perut, sementara kimotripsin dan tripsin diproduksi di pancreas. Jadi, dalam proses pencernaan, yang terlebih dahulu berperan memecah protein adalah pepsin (di perut), baru setelah itu kimotripsin dan tripsin (di duodenum).

Pepsin Dihasilkan di Perut (Lambung)

Seperti yang telah disebutkan di atas, pepsin dihasilkan di perut. Sel-sel yang terdapat di dinding lambung yang disebut gastric chief cell men-sekresi proenzim pepsin yang disebut pepsinogen. Pepsinogen ini merupakan bakal pepsin. Manakala dia bercampur dengan asam hidroklorida yang terdapat dalam jus gastric, maka pepsinogen akan teraktivasi menjadi pepsin. Aktifnya pepsin sebagai enzim protease terjadi ketika aspartate terikat pada sisi aktifnya. Oleh karena itu, pepsin juga disebut dengan aspartate protease.

Fungsi Pepsin

Di dalam tubuh, pepsin membantu proses pencernaan makanan. Dalam hal ini, pepsin berperan dalam proses pemecahan protein yang berasal dari makanan. Proses pemecahan protein oleh pepsin terjadi di dalam perut (lambung). Pepsin mengubah protein menjadi peptida-peptida penyusunnya yang berukuran lebih kecil. Fungsi pepsin tersebut sebenarnya adalah mempercepat reaksi pemecahan protein menjadi peptida penyusunnya. Dari hal itu bisa kita lihat bahwa enzim pepsin aktif dalam suasana asam yang berkisar pada temperatur tubuh, yaitu antara 37 hingga 42 derajat Celcius. Aktivitas optimal enzim pepsin pada suasana pH rendah (asam), hal itu berbeda dengan enzim-enzim tubuh pada umumnya yang aktif pada suasana netral (pH sekitar 7).

Dalam memecah protein, enzim pepsin memiliki spesialisasi untuk memecah ikatan peptida pada protein sehingga molekul-molekul besar penyusunnya akan dihasilkan. Pada saat ini protein dipecah oleh enzim Pepsin menjadi molekul-molekul yang lebih kecil (jika dibandingkan ukuran protein sebelum dicerna). Meski telah dipecah oleh pepzin, namun protein belum sepenuhnya pecah sempurna, karena sebenarnya hanya 20% dari ikatan peptida (atau ikatan amida) pada protein yang dikatalisis pemecahannya oleh enzim Pepsin. Oleh karena itu, enzim protease lain masih diperlukan untuk memecah protein menjadi molekul-molekul asam amino sederhana. Di sinilah, tripsin dan kimotripsin mengambil alih. Molekul-molekul protein yang telah dipecah enzim Pepsin yang berasal dari lambung selanjutnya akan menuju usus halus. Di usus halus itulah, kimotripsin dan tripsin akan memecah molekul protein menjadi molekul yang berkuran lebih kecil lagi, sehingga dapat diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh.

Dari proses pencernaan di atas itulah Kita dapat memperoleh manfaat dari mengonsumsi dan mencerna protein.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: