informasitips.com - Setelah mengikuti rangkaian psikotes yang cukup melelahkan, akhirnya dari sekian kandidat yang ada, kamu dipanggil untuk mengikuti wawancara kerja. Kamu layak senang dan bangga. Itu berarti perusahaan tersebut tertarik padamu karena kamu memenuhi kualifikasi mereka. Mereka ingin mengenalmu lebih dekat dan ingin menjadikan kamu bagian dari tim suksesnya. Namun tak cukup dengan senang dan bangga, kamu juga harus mempersiapkan diri untuk bisa sukses dalam hal wawancara tersebut.
Saat-saat akan menghadapi wawancara kerja di perusahaan favorit mungkin bisa hampir sama rasanya dengan saat akan pertama kali bertemu dengan calon mertua, dimana perasaan nervous dan bingung juga ikut berperan. Tentu saja semua orang ingin tampil memukau dalam kesempatan wawancara, karena ini menyangkut masa depan.
Kamu juga mungkin sudah banyak membaca bahwa saat wawancara kerja harus ini dan harus itu. Kamu pun sudah menerapkannya di wawancara-wawancara kerja yang pernah kamu ikuti sebelumnya. Bila ini adalah wawancara yang kesekian kalinya untuk kamu, jangan putus asa, terus perbaiki kekurangan dan kesalahan-kesalahan yang mungkin saja pernah kamu buat di sesi wawancara kerja sebelumnya yang pernah kamu lewati. Beberapa poin penting dalam artikel ini, semoga bisa memberikan pencerahan dan membantumu untuk tampil lebih prima dalam wawancara selanjutnya agar bisa berjalan sukses.
Sebelumnya, kamu juga perlu tahu biasanya tahap wawancara dalam sebuah perusahaan ada 2 bagian.
Berhadapan dengan interviewer dari pihak HRD yang terbiasa melakukan interview bisa jadi suasananya lebih baik dan lebih menyenangkan dibanding bila harus melewati interview dengan pihak user yang belum berpengalaman dalam hal interview. Namun interview dengan user adalah proses penentuan dimana kamu akan diterima atau tidak dalam perusahaan tersebut.
Berikut ini adalah 9 hal yang wajib kamu ketahui dan perhatikan agar wawancara kerja bisa sukses:
Setidaknya kamu tau apa nama perusahaan tersebut, bergerak di bidang apa dan mencakup daerah mana saja. Hal ini menunjukkan bahwa kamu cukup tertarik pada perusahaan yang bersangkutan, terlihat memiliki motivasi dan pertimbangan yang cukup kuat dan berdasar saat memilih sebuah perusahaan yang akan dilamar.
Gunakan wewangian yang lembut dan jangan memakai parfum yang aromanya terlalu menyengat/menusuk hidung. Mungkin bagi kamu aroma itu ‘gue banget!’ tapi belum tentu bagi pewawancara. Kamu tentunya tidak mau kan bila acara interview belum apa-apa harus disudahi oleh pewawancara karena tidak kuat menahan aroma parfummu yang terlalu memabukkan?
Untuk wanita, boleh berdandan yang cantik namun jangan terlalu menor, karena wawancara bukan acara kondangan. Untuk pria juga usahakan tampil segar dan cerah.
Namun tiba terlalu cepat, misalnya 2 jam lebih awal juga tidak baik. Bisa-bisa kamu mengantuk dan mati gaya selama menunggu. Tapi hal yang paling parah adalah kalau sampai kamu telat. Benar-benar kesan pertama yang nggak keren! Hindari telat!
Poin ini wajib benar-benar kamu perhatikan. Bila perlu dicatat 🙂
Duduklah bila sudah dipersilahkan duduk. Duduk dengan sikap tubuh yang baik, rileks (tidak kaku) posisi tegap, jangan menyender ke kursi atau terlalu mencondongkan tubuh ke pewawancara. Taruhlah tas kamu di bawah meja, di dekat kursi. Secanggih apapun merknya jangan pernah menaruh tas di atas meja.
Walaupun terkesan lebih rileks, meletakkan tangan di atas meja tidak disarankan. Kebiasaan-kebiasaan yang kurang menguntungkan sebaiknya juga tak perlu dilakukan, misalnya memilin-milin rambut selama interview, menggigit ujung kuku atau garuk-garuk kepala. Tampil siap dan tenang dan yakinkan dirimu bahwa kamu adalah orang yang pantas untuk posisi tersebut.
- pewawancara meminta kamu untuk menceritakan tentang dirimu
- apa motivasi kamu ingin bekerja pada perusahaan tersebut, rencana karirmu 5 tahun ke depan
- apa kualifikasi yang kamu miliki sehingga kamu merasa pantas untuk direkrut.
Berikanlah jawaban yang jujur dan bernada positif. Hal ini selain akan memberikan rasa nyaman kepada dirimu sendiri juga akan mencegah kamu jatuh dalam lubang kebohongan yang kamu gali sendiri.
Karena bisa jadi kebohonganmu menghasilkan pertanyaan lain yang malah membuatmu bingung. Namun dalam hal ini, jujur bukan berarti kamu harus menjawab semuanya terlalu vulgar, terlalu apa adanya, dan blak-blakan untuk setiap pertanyaan. Itu juga bukan tindakan yang bijaksana. Adalah tetap penting untuk mengedit-edit sedikit jawaban-jawabanmu sebelum dilontarkan kepada si interviewer biar terdengar lebih elegan.
Hindari mengatakan hal-hal yang negatif mengenai perusahaan/atasanmu di perusahaan sebelumnya. Ada kalanya mungkin kamu tergoda untuk mengesankan pewawancara dengan cara berbohong, namun cara ini sangat tidak disarankan. Pihak pewawancara biasanya sudah terbiasa mengenali orang-orang dan bisa jadi mereka mengetahui kamu sedang berbohong. Serta tidak menutup kemungkinan kebohongan awalmu tersebut menimbulkan pertanyaan lain yang malah menjebakmu.
Pastikan juga bahwa kamu menggunakan kata yang pas dan tepat. Jangan terlalu dibuat-buat, terlalu manja atau mungkin terlalu kaku. Gunakan kata sapaan “Saya” untuk menyebut dirimu, dan gunakan kata sapaan “Anda” untuk menyebut pihak interviewer. Bila perlu, gunakan panggilan seperti Pak atau Bu disertai namanya untuk memberikan kesan bahwa kamu menghormati pihak interviewer. Jangan sampai menggunakan kata sapaan aku, kamu, terkesan sok akrab dan kurang profesional.
Terkadang ada juga sikap pewawancara yang mungkin disengaja seperti meremehkan/tidak percaya pada kemampuanmu. Kamu jangan terpancing emosi. Itu hanya salah satu trik dari pewawancara untuk menilai reaksimu saat berada dalam tekanan. Jadi, tetaplah tenang dan bersikap sopan. Dan saat pewawancara bersikap rileks dan mengajak kamu bercanda, tanggapi dengan rileks juga, namun tak perlu ikut-ikutan melawak atau bersikap sok akrab. Tetaplah bersikap sopan dan formal.
Eitss!! Tahan dulu! Itu bukan pertanyaan yang keren untuk diajukan oleh seorang high quality candidate seperti kamu. Usahakan untuk tidak menanyakan hal-hal itu, sebab itu pasti akan diinformasikan bila kamu telah diterima bekerja. Trus, mau nanya apa, dong? Kamu bisa bertanya seputar tugas dan tanggung jawabmu nantinya di perusahaan tersebut sesuai dengan posisi yang kamu lamar atau tentang jenis-jenis customer yang akan berhubungan denganmu nanti. Bisa juga menanyakan mengenai peraturan yang berlaku secara umum di perusahaan tersebut, jam kerja dan sebagainya. Hal ini akan memberikan kesan bahwa kamu tertarik dengan pekerjaan tersebut dan bukan jenis karyawan yang hanya bekerja semata-mata untuk uang.
Nah, bila semua point-point yang sudah disebutkan sebelumnya sudah oke, bukan jaminan kamu lolos interview begitu saja. Last but not least adalah memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bidang pekerjaan yang kamu lamar. Hal ini biasanya untuk proses interview yang sebelumnya belum ada technical test. Kamu juga tidak ingin kan pada saat wawancara semua poin di atas sudah kamu lewati dengan baik namun harus gagal karena kamu tidak mengerti banyak dan tidak tahu apa-apa tentang bidang yang kamu lamar? Apa kata dunia?… Untuk itu, pastikan bahwa kamu tahu dan paham akan bidang yang sedang kamu lamar tersebut dan yakinkan interviewer bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk posisi itu.
Semoga berhasil dan selamat mendapatkan karir impianmu!