Informasi dan Tips – informasitips.com

9 Hal yang Wajib Kamu Ketahui Tentang Wawancara Agar Berjalan Suskses

informasitips.com – Setelah mengikuti rangkaian psikotes yang cukup melelahkan, akhirnya dari sekian kandidat yang ada, kamu dipanggil untuk mengikuti wawancara kerja. Kamu layak senang dan bangga. Itu berarti perusahaan tersebut tertarik padamu karena kamu memenuhi kualifikasi mereka. Mereka ingin mengenalmu lebih dekat dan ingin menjadikan kamu bagian dari tim suksesnya. Namun tak cukup dengan senang dan bangga, kamu juga harus mempersiapkan diri untuk bisa sukses dalam hal wawancara tersebut.

Saat-saat akan menghadapi wawancara kerja di perusahaan favorit mungkin bisa hampir sama rasanya dengan saat akan pertama kali bertemu dengan calon mertua, dimana perasaan nervous dan bingung juga ikut berperan. Tentu saja semua orang ingin tampil memukau dalam kesempatan wawancara, karena ini menyangkut masa depan.

Kamu juga mungkin sudah banyak membaca bahwa saat wawancara kerja harus ini dan harus itu. Kamu pun sudah menerapkannya di wawancara-wawancara kerja yang pernah kamu ikuti sebelumnya. Bila ini adalah wawancara yang kesekian kalinya untuk kamu, jangan putus asa, terus perbaiki kekurangan dan kesalahan-kesalahan yang mungkin saja pernah kamu buat di sesi wawancara kerja sebelumnya yang pernah kamu lewati. Beberapa poin penting dalam artikel ini, semoga bisa memberikan pencerahan dan membantumu untuk tampil lebih prima dalam wawancara selanjutnya agar bisa berjalan sukses.

Hal wajib diketahui agar sukses wawancara kerja

Sebelumnya, kamu juga perlu tahu biasanya tahap wawancara dalam sebuah perusahaan ada 2 bagian.

  • Wawancara dengan pihak HRD yang bertujuan untuk memastikan bahwa kamu benar-benar sesuai dengan apa yang telah disebutkan dalam CV dan sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan.
  • Wawancara dengan user, yakni pihak yang membutuhkan jasa kamu/atasanmu nantinya. Tahap ini bertujuan untuk mengetahui bahwa kamu memang orang yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan dan sesuai dengan keinginan si user. Namun ada juga wawancara yang dilakukan bersamaan antara pihak HRD dengan user sekaligus.

Berhadapan dengan interviewer dari pihak HRD yang terbiasa melakukan interview bisa jadi suasananya lebih baik dan lebih menyenangkan dibanding bila harus melewati interview dengan pihak user yang belum berpengalaman dalam hal interview. Namun interview dengan user adalah proses penentuan dimana kamu akan diterima atau tidak dalam perusahaan tersebut.


Berikut ini adalah 9 hal yang wajib kamu ketahui dan perhatikan agar wawancara kerja bisa sukses:

  1. Cari info perusahaan
    Cari info terkait perusahaan yang kamu lamar dan bidang usahanya serta informasi umum lain yang berhubungan dengan perusahaan tersebut. Dalam interview biasanya hal ini sering ditanyakan oleh si interviewer. Sejauh mana kamu mengetahui tentang perusahaan yang kamu lamar tersebut. Jadi, siapkan dirimu sebelumnya dengan membaca-baca info mengenai perusahaan tersebut, bisa melalui website (internet), info dari karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut atau dari sumber lainnya.

    Setidaknya kamu tau apa nama perusahaan tersebut, bergerak di bidang apa dan mencakup daerah mana saja. Hal ini menunjukkan bahwa kamu cukup tertarik pada perusahaan yang bersangkutan, terlihat memiliki motivasi dan pertimbangan yang cukup kuat dan berdasar saat memilih sebuah perusahaan yang akan dilamar.

  2. Kenakan busana formal dan rapi
    Untuk setiap jenis pekerjaan yang kamu lamar, bisa saja di kantor yang bersangkutan tidak selalu memakai busana formal, namun, sebaiknya saat wawancara kerja kenakanlah busana yang formal, rapi, bersih dan pas dikenakan olehmu.

    Gunakan wewangian yang lembut dan jangan memakai parfum yang aromanya terlalu menyengat/menusuk hidung. Mungkin bagi kamu aroma itu ‘gue banget!’ tapi belum tentu bagi pewawancara. Kamu tentunya tidak mau kan bila acara interview belum apa-apa harus disudahi oleh pewawancara karena tidak kuat menahan aroma parfummu yang terlalu memabukkan?

    Untuk wanita, boleh berdandan yang cantik namun jangan terlalu menor, karena wawancara bukan acara kondangan. Untuk pria juga usahakan tampil segar dan cerah.

  3. Tiba tepat waktu
    Tiba tepat waktu, don’t be late! Idealnya adalah tiba sekitar 30 menit lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Hal ini akan sangat membantumu mempersiapkan diri, baik merapikan penampilan dan menyiapkan diri untuk menghadapi wawancara.

    Namun tiba terlalu cepat, misalnya 2 jam lebih awal juga tidak baik. Bisa-bisa kamu mengantuk dan mati gaya selama menunggu. Tapi hal yang paling parah adalah kalau sampai kamu telat. Benar-benar kesan pertama yang nggak keren! Hindari telat!

  4. Tampilkan kesan pertama yang profesional
    Masuki ruangan wawancara dengan penuh percaya diri, tersenyumlah semanis mungkin kepada pewawancara, jabat tangannya sambil memperkenalkan diri. Si interviewer juga biasanya akan melakukan hal yang sama dan berusahalah mengingat namanya.

    Poin ini wajib benar-benar kamu perhatikan. Bila perlu dicatat 🙂
    Duduklah bila sudah dipersilahkan duduk. Duduk dengan sikap tubuh yang baik, rileks (tidak kaku) posisi tegap, jangan menyender ke kursi atau terlalu mencondongkan tubuh ke pewawancara. Taruhlah tas kamu di bawah meja, di dekat kursi. Secanggih apapun merknya jangan pernah menaruh tas di atas meja.

    Walaupun terkesan lebih rileks, meletakkan tangan di atas meja tidak disarankan. Kebiasaan-kebiasaan yang kurang menguntungkan sebaiknya juga tak perlu dilakukan, misalnya memilin-milin rambut selama interview, menggigit ujung kuku atau garuk-garuk kepala. Tampil siap dan tenang dan yakinkan dirimu bahwa kamu adalah orang yang pantas untuk posisi tersebut.

  5. Berbicara dengan percaya diri
    Dalam menjawab pertanyaan pewawancara bicaralah dengan penuh keyakinan dan percaya diri. Sampaikan jawaban kamu dengan sistematis dan tidak bertele-tele. Suara jangan terlalu keras, namun pastikan dapat didengar dengan jelas oleh pewawancara. Selama berbicara pastikan kamu menjaga kontak mata dengan pewawancara. Dilarang gugup berlebihan. Just relax! Pewawancara adalah manusia biasa dan bisa jadi mereka juga sama gugupnya dengan kamu.
  6. Berikan Jawaban yang Elegan
    Bila pada poin sebelumnya menekankan pada cara berbicara, yang berikut ini adalah mengenai isi jawaban itu sendiri. Ada beberapa pertanyaan yang umumnya diajukan dalam sesi wawancara, antara lain:

    – pewawancara meminta kamu untuk menceritakan tentang dirimu
    – apa motivasi kamu ingin bekerja pada perusahaan tersebut, rencana karirmu 5 tahun ke depan
    – apa kualifikasi yang kamu miliki sehingga kamu merasa pantas untuk direkrut.

    Berikanlah jawaban yang jujur dan bernada positif. Hal ini selain akan memberikan rasa nyaman kepada dirimu sendiri juga akan mencegah kamu jatuh dalam lubang kebohongan yang kamu gali sendiri.

    Karena bisa jadi kebohonganmu menghasilkan pertanyaan lain yang malah membuatmu bingung. Namun dalam hal ini, jujur bukan berarti kamu harus menjawab semuanya terlalu vulgar, terlalu apa adanya, dan blak-blakan untuk setiap pertanyaan. Itu juga bukan tindakan yang bijaksana. Adalah tetap penting untuk mengedit-edit sedikit jawaban-jawabanmu sebelum dilontarkan kepada si interviewer biar terdengar lebih elegan.

    Hindari mengatakan hal-hal yang negatif mengenai perusahaan/atasanmu di perusahaan sebelumnya. Ada kalanya mungkin kamu tergoda untuk mengesankan pewawancara dengan cara berbohong, namun cara ini sangat tidak disarankan. Pihak pewawancara biasanya sudah terbiasa mengenali orang-orang dan bisa jadi mereka mengetahui kamu sedang berbohong. Serta tidak menutup kemungkinan kebohongan awalmu tersebut menimbulkan pertanyaan lain yang malah menjebakmu.

    Pastikan juga bahwa kamu menggunakan kata yang pas dan tepat. Jangan terlalu dibuat-buat, terlalu manja atau mungkin terlalu kaku. Gunakan kata sapaan “Saya” untuk menyebut dirimu, dan gunakan kata sapaan “Anda” untuk menyebut pihak interviewer. Bila perlu, gunakan panggilan seperti Pak atau Bu disertai namanya untuk memberikan kesan bahwa kamu menghormati pihak interviewer. Jangan sampai menggunakan kata sapaan aku, kamu, terkesan sok akrab dan kurang profesional.

    Terkadang ada juga sikap pewawancara yang mungkin disengaja seperti meremehkan/tidak percaya pada kemampuanmu. Kamu jangan terpancing emosi. Itu hanya salah satu trik dari pewawancara untuk menilai reaksimu saat berada dalam tekanan. Jadi, tetaplah tenang dan bersikap sopan. Dan saat pewawancara bersikap rileks dan mengajak kamu bercanda, tanggapi dengan rileks juga, namun tak perlu ikut-ikutan melawak atau bersikap sok akrab. Tetaplah bersikap sopan dan formal.

  7. Perhatikan pertanyaan yang pantas untuk diajukan
    Setelah kamu dibombardir dengan bermacam-macam pertanyaan oleh pewawancara, sekarang giliran kamu bertanya! Biasanya pewawancara akan memberikan kesempatan bagimu untuk bertanya. Kamu pasti ingin sekali menayakan mengenai gaji, tunjangan, asuransi kesehatan dan segala jenis benefit yang akan kamu dapatkan.

    Eitss!! Tahan dulu! Itu bukan pertanyaan yang keren untuk diajukan oleh seorang high quality candidate seperti kamu. Usahakan untuk tidak menanyakan hal-hal itu, sebab itu pasti akan diinformasikan bila kamu telah diterima bekerja. Trus, mau nanya apa, dong? Kamu bisa bertanya seputar tugas dan tanggung jawabmu nantinya di perusahaan tersebut sesuai dengan posisi yang kamu lamar atau tentang jenis-jenis customer yang akan berhubungan denganmu nanti. Bisa juga menanyakan mengenai peraturan yang berlaku secara umum di perusahaan tersebut, jam kerja dan sebagainya. Hal ini akan memberikan kesan bahwa kamu tertarik dengan pekerjaan tersebut dan bukan jenis karyawan yang hanya bekerja semata-mata untuk uang.

  8. Ketahui bidangnya

    Nah, bila semua point-point yang sudah disebutkan sebelumnya sudah oke, bukan jaminan kamu lolos interview begitu saja. Last but not least adalah memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bidang pekerjaan yang kamu lamar. Hal ini biasanya untuk proses interview yang sebelumnya belum ada technical test. Kamu juga tidak ingin kan pada saat wawancara semua poin di atas sudah kamu lewati dengan baik namun harus gagal karena kamu tidak mengerti banyak dan tidak tahu apa-apa tentang bidang yang kamu lamar? Apa kata dunia?… Untuk itu, pastikan bahwa kamu tahu dan paham akan bidang yang sedang kamu lamar tersebut dan yakinkan interviewer bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk posisi itu.

  9. Jaga sikap setelah wawancara
    Setelah acara interview selesai, segeralah mengucapkan terima kasih untuk interview yang sudah diadakan. Berdiri dan jabat tangan pewawancara, sekali lagi tersenyumlah semanis mungkin.
  10. Semoga berhasil dan selamat mendapatkan karir impianmu!



    loading...
    Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: