Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Mengatasi Nyeri Persalinan

informasitips.com – Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berlangsung tahap demi tahap. Diawali oleh kontraksi, kemudian disusul oleh keluarnya darah, pecahnya ketuban, dan berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, yang disertai pengeluaran plasenta (ari-ari) dan selaput janin dari tubuh ibu.

Dalam tahap-tahap persalinan, kontraksi merupakan tanda paling awal bahwa persalinan akan segera tiba. Kontraksi ini dimulai dari puncak rahim yang kemudian akan mengarah ke jalan lahir. Kontraksi ini semakin lama akan semakin kuat dan jaraknya akan semakin pendek antara kontraksi yang satu dengan yang lainnya. Adapun tanda-tandanya adalah keluar cairan bercampur darah yang keluar dari jalan lahir. Dan hal itu diiringi rasa sakit yang berlangsung lama hingga persalinan itu tiba.

Beberapa ibu ada yang dapat menahan rasa nyeri itu hingga pembukaan jalan lahir cukup lebar. Namun ada juga ibu hamil yang tidak tahan dengan rasa nyeri itu bahkan saat pembukaan jalan lahir belum ada.

Kenapa nyeri bersalin dapat timbul?

  • Adanya gerakan kontrksi rahim menyebabkan otot-otot dinding rahin mengerut, sehingga timbul nyeri. Otot-otot rahim ini mengerut akibat adanya perubahan hormon sewaktu hamil, seperti hormon estrogen, progesterone, oksitosin, dan prostaglandin.
  • Leher rahim, v*g*n*, dan jalan lahir serta jaringan lunak yang berada disekitarnya meregang, sehingga timbul rasa nyeri.
  • Keadaan psikologis ibu seperti ketakutan, cemas, khawatir atau tegang, serta hormon prostaglandin yang meningkat sebagai respon terhadap stress dapat memicu peningkatan rasa nyeri.

Tips Mengatasi Nyeri Persalinan

Untuk mengatasi rasa nyeri saat persalinan ini, coba terapkan beberapa tips berikut :

  • Minta suami atau keluarga memijat punggung bawah. Gunakan minyak aromaterapi yang lembut dan menenangkan untuk memijat punggung bawah sebagai peicin. Bila tidak ada minyak aromaterapi bisa menggunakan handbody atau lotion ibu.
  • Mengompres punggung bawah ibu dengan air hangat kuku di antara saat-saat kontraksi. Hal ini bertujuan untuk memperlebar dan memperlancar peredaran darah, sehingga nyeri dapat berkurang.
  • Pertahankan posisi punggung yang tegak, baik saat berdiri, duduk, maupun posisi lainnya. Hal ini bertujuan agar kepala bayi tetap berada di leher rahim dengan baik, sehingga kontraksi yang terjadi semakin kuat dan efektif.
  • Melakukan pengaturan nafas. Cobalah untuk mengatur nafas dengan baik untuk menenangkan dan mengurangi rasa sakit.
  • Cobalah untuk mengeluarkan suara seperti bernyanyi, atau berbicara (jika ibu seorang muslim dapat berdzikir dan bertasbih) saat nyeri timbul untuk melepaskan rasa nyeri. Namun, tidak perlu terlalu keras agar ibu tidak terlalu membuang energi yang diperlukan saat pengeluaran bayinya nanti.
  • Cobalah untuk berkonsentrasi pada tiap kontraksi. Jangan memikirkan rasa sakit atau ketakutan untuk kontraksi berikutnya. Cobalah untuk melihat dan merasakan bahwa kontraksi merupakan gelombang yang harus diikuti untuk mencapai saat pengeluaran bayi.
  • Buanglah air kecil sesering mungkin. Hal ini tentunya juga harus diimbangi masuknya cairan dalam tubuh ibu. Berkemih dapat membantu turunnya kepala bayi ke dasar panggul dengan baik dan menjaga ritme kontraksi persalinan.
  • Dalam beberapa kasus nyeri, ibu dapat meminta kepada petugas kesehatan (dokter/bidan) untuk dibius secara epidural untuk mengurangi rasa nyeri. Epidural adalah pembiusan untuk mengurangi rasa sakit dengan membuat mati rasa (baal) sementara saraf-saraf di tubuh bagian bawah. Epidural ini hanya diberikan secukupnya saja, sehingga pada tahap pengeluaran bayi , pembiusan ini sudah menghilang. Apabila tidak menghilang, maka proses pengeluaran bayi menjadi lebih lama dan mungkin harus dilakukan episiotomy (pengguntingan jalan lahir keluarnya bayi agar lebih luas) atau harus dipergunakan alat bantu forsep untuk melahirkan bayi. Tentunya hal ini dilakukan oleh petugas terlatih dan professional.

Itulah beberapa tips yang dapat dishare saat ini. Tunggu tips-tips menarik lainnya. Semoga bermanfaat.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: