informasitips.com - Kehamilan Anda sudah memasuki tahap akhir dan waktu kelahiran sang buah hati akan segera tiba. Apa saja hal yang perlu Anda perhatikan menjelang persalinan? Persalinan normal atau kelahiran cukup bulan terjadi pada kehamilan minggu ke 38-42, dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Bila persalinan terjadi sebelum minggu ke-38, maka disebut kelahiran prematur, sementara bila persalinan terjadi setelah minggu ke-42, maka disebut kelahiran lewat waktu.
Kapan harus segera ke dokter atau rumah sakit?
Menjelang persalinan, Anda akan merasakan posisi bayi berada di bawah, semakin menekan panggul untuk membuka jalan lahir. Anda mungkin juga akan merasakan beberapa tanda lainnya yang menunjukkan bahwa waktu persalinan sudah semakin dekat. Segera hubungi dokter, bidan, atau langsung pergi ke rumah sakit bila Anda merasakan tanda-tanda persalinan berikut ini:
Persalinan Palsu
Menjelang persalinan biasanya akan muncul kontraksi yang hebat dengan intensitas yang semakin lama makin kuat, muncul secara teratur, dan dengan jarak yang semakin pendek (semakin sering). Ini merupakan kontraksi yang sesungguhnya.
Namun, sebelum kontraksi yang sesungguhnya tersebut, dapat juga muncul kontraksi lainnya yang bukan merupakan tanda akan melahirkan yang disebut kontraksi Braxton Hicks. Kondisi seperti itu sering disebut dengan istilah persalinan palsu.
Kontraksi Braxton Hicks banyak mengecoh ibu hamil, dikira bayi akan segera lahir, padahal belum ada pembukaan di mulut rahim. Umumnya, kontraksi ini terjadi di minggu-minggu akhir kehamilan. Tandanya, kontraksi muncul hanya sekali atau dua kali dalam sehari dengan jarak waktu yang tidak teratur, tidak bertambah kuat dan cepat. Tanda lainnya, nyeri di bagian perut bawah, rasa sakit atau kontraksi juga akan hilang bila Anda mengubah posisi, berbaring, mengusap-usap perut, atau banyak berjalan. Bila Anda mengalami persalinan palsu dengan ditandai munculnya kontraksi palsu (kontraksi Braxton Hicks), sebaiknya tundalah ke rumah sakit dan perbanyaklah istirahat di rumah.
Tahapan Persalinan Normal
Persalinan normal terdiri dari tiga tahap (kala) yaitu Kala 1 (Fase Awal, Fase Aktif, Fase Transisi), Kala 2, dan Kala 3.
1. Kala 1 (Pembukaan)
Tahapan persalinan Kala 1 dimulai dari munculnya tanda-tanda persalinan, yaitu, ketika bayi bergerak turun ke bawah dan masuk ke panggul, kontraksi teratur mulai muncul, leher rahim menipis, mengalami dilatasi (terjadi pembukaan) dan berakhir ketika pembukaan mulut rahim sudah lengkap (pembukaan 10).
Sejalan dengan terjadinya kontraksi, leher rahim membuka secara perlahan. Pembukaan leher rahim (jalan lahir) biasanya diukur dengan sentimeter (cm), misalnya pembukaan 3 berarti leher rahim sudah membuka sebesar 3 cm.
Tahapan persalinan Kala 1 terdiri dari beberapa fase, yaitu Fase Awal, Fase Aktif, dan Fase transisi.
Apa saja tanda (ciri-ciri) yang muncul pada Kala 1 Fase awal?
Beberapa ibu hamil dapat mengalami Kala 1 ini dengan tanpa rasa sakit sama sekali sehingga mereka bisa tetap berdiam diri, istirahat di rumah, sambil terus memantau kontraksi yang muncul. Namun, beberapa wanita hamil lainnya dapat merasakan sakit pada Kala 1 ini. Yang perlu dilakukan pada Kala 1 ini adalah, tetaplah tenang dan hitung terus waktu kontraksi (durasi dan jedanya). Anda bisa mengurangi rasa sakit dengan mandi air hangat, menggosok punggung bawah, atau melakukan teknik relaksasi dan pernapasan.
Jika pada masa ini Anda memutuskan untuk ke rumah sakit atau rumah bersalin, ada kemungkinan Anda diperbolehkan untuk pulang ke rumah, jika memang kondisi Anda memungkinkan. Biasanya Ibu-ibu yang belum mencapai pembukaan 3 dan tidak terlalu merasakan sakit diizinkan untuk pulang dulu ke rumah. Bila Anda memutuskan untuk pulang ke rumah, tetap pantau terus kontraksi dan gerakan janin Anda. Pastikan Anda tetap makan, minum, istirahat (tidur) yang cukup, agar tubuh memiliki tenaga untuk menghadapi proses persalinan yang berat. Anda juga diperbolehkan untuk tetap bergerak aktif di rumah (misalnya berjalan-jalan). Hal ini justru dapat membantu bayi turun/masuk ke panggul dan mempercepat pembukaan.
Tanda-tanda persalinan Fase Aktif adalah:
Pada fase ini, Anda perlu untuk terus melakukan teknik relaksasi dan pernapasan untuk mengurangi nyeri dan sakit kontraksi. Usahakanlah untuk istirahat di sela-sela kontraksi. Bila memungkinkan dan merasa lebih nyaman, ada baiknya untuk mengubah posisi atau berjalan-jalan sambil tetap melakukan teknik pernapasan. Jangan menahan keinginan buang air kecil, dan tetap minum agar tenggorokan dan bibir tidak kering. Bila memang rasa nyeri dan sakitnya sangat berat dan Anda merasa tidak tahan, boleh meminta obat pereda nyeri ke dokter.
Apa saja tanda-tanda Fase Transisi?
Pada kondisi yang paling berat ini, Anda dapat merasakan kantuk, mual muntah, dan kehabisan tenaga. Anda juga dapat merasa amat kesakitan karena kepala bayi sudah berada di jalan lahir dan leher rahim hampir membuka penuh (mencapai pembukaan 10).
Yang perlu dilakukan pada tahap ini adalah tetaplah bertahan, karena proses persalinan sudah berlangsung cukup jauh dan tinggal sedikit lagi.
Kontraksi pada Kala 1 bisa berlangsung lama bila itu adalah persalinan yang pertama kali, yaitu antara 5-24 jam. Sementara, untuk persalinan yang kedua kontraksi dapat berlangsung lebih cepat yaitu antara 2-6 jam.
Kala 2 (mengejan dan melahirkan)
Tahapan persalinan Kala 1 dengan tiga fasenya sudah dilalui. Sekarang saatnya memasuki tahapan persalinan Kala 2.
Kala 2 adalah tahapan mengejan dan melahirkan. Kala 2 dimulai dari saat pembukaan 10 (pembukaan leher rahim sempurna) hingga bayi lahir. Pada Kala 2 ini, bayi sudah siap di jalan lahir. Ibu pun sudah diperbolehkan untuk mengejan. Ikuti petunjuk dokter atau bidan saat mengejan agar prosesnya berjalan lancar.
Biasanya tahapan persalinan Kala 2 berlangsung selama 2 jam, dan bisa lebih cepat lagi bila sebelumnya sudah pernah melahirkan.
Tanda-tanda datangnya Kala 2 persalinan adalah:
Pada Kala 2 ini, Anda sudah boleh untuk mengejan. Ikuti petunjuk yang diberikan dokter atau bidan saat mengejan agar persalinan berjalan lancar. Namun, Anda juga perlu tahu bagaimana cara mengejan yang benar untuk memudahkan Anda dalam mengikuti petunjuk dari dokter atau bidan.
Berikut aturan cara mengejan yang benar:
Pada saat proses persalinan berlangsung, daerah perineum (antara anus dan v.ag.ina) dapat meregang dan robek. Ibu juga akan merasakan rasa sakit, panas, seperti tersengat dan terbakar pada v.ag.ina saat kepala bayi mulai muncul. Biasanya, setelah kepala bayi mulai terlihat maka secara otomatis bayi akan berputar sehingga bahu dan bagian tubuh lainnya lebih mudah untuk keluar. Rasa sakit seketika hilang setelah bayi keluar.
Kala 3 (pengeluaran plasenta)
Tahapan persalinan yang panjang dan melelahkan telah berhasil Anda lewati. Sang buah hati pun berhasil keluar dengan selamat. Namun, proses persalinan masih belum selesai. Sekarang saatnya memasuki tahapan ketiga atau disebut Kala 3.
Kala 3 dimulai dari lahirnya bayi sampai keluarnya plasenta. Tahapan Kala 3 biasanya berlangsung selama 20 menit dan Anda masih mengalami kontraksi. Kontraksi yang muncul justru memudahkan Anda mengeluarkan plasenta.
Pada tahap ini Anda masih diminta mengejan untuk mengeluarkan plasenta yang selama ini mendukung kehidupan janin di dalam rahim. Untuk mengetahui plasenta sudah lepas atau belum, dokter akan menekan perut bagian bawah Anda. Setelah semua plasenta keluar, dokter akan menjahit bagian perineum (ini dilakukan bila pada tahap persalinan Kala 2 ada robekan di perineum).
Seluruh tahapan kehamilan dan persalinan sudah Anda lewati. Sang buah hati pun berhasil lahir ke dunia, dan selamat, sekarang Anda sudah menjadi seorang Ibu.