Informasi dan Tips – informasitips.com

Kehamilan Minggu Ke-6: Yang Terjadi Pada Janin dan Ibu Hamil

informasitips.com – Minggu keenam merupakan masa awal kehamilan bagi seorang ibu hamil. Ada berbagai hal penting yang terjadi pada minggu ke-6 ini, baik itu pada perkembangan janin maupun pada ibu hamil.

Perkembangan Janin pada Minggu Ke-6

Pada akhir minggu ini janin di dalam kandungan Anda sudah berukuran 3 kali lipat dibandingkan ukuran awalnya. Jantungnya telah memiliki detakan irama yang teratur, namun masih terlalu dini untuk didengar lewat stetoskop dokter Anda, suaranya tidak terdengar jelas, masih samar. Detak jantungnya, mulai dari usianya yang 6 minggu ini hingga nanti dia lahir, ada pada kisaran 150 kali dalam setiap menitnya, yaitu dua kali lebih cepat dibandingkan detak jantung orang dewasa.

Pada minggu ini, hemisphere otak janin sedang terbentuk, dan gelombang otaknya sekarang sudah dapat direkam. Tidak hanya itu, bagian tubuh yang penting juga mulai terbentuk pada minggu ke-6 kehamilan, yaitu hidung, mulut, dan telinga. Meski begitu, jangan berharap akan melihat bentuk hidung atau telinga seperti bentuk yang kita miliki, karena jika dilihat melalui USG maka hanya akan terlihat seperti sebuah titik.

Pada minggu keenam ini, darah mulai mengaliri tubuh bayi yang masih sangat kecil. Saat ini tubuh bayi hanya sebesar butiran kacang hijau, namun lebih besar lagi sedikit. Usus halusnya mulai berkembang, begitu juga bakal paru-parunya mulai muncul. Kelenjar pituitary janin tengah terbentuk pada minggu ke-6 ini, begitu juga dengan otot dan tulang-tulangnya.

Yang Terjadi Pada Ibu Hamil di Minggu Ke-6

Pada minggu ini ibu hamil akan merasakan adanya fluktuasi emosi, moody di hari ini lalu merasa bahagia di keesokan hari. Hal itu normal saja dirasakan oleh ibu hamil. Fluktuasi emosi disebabkan oleh terjadinya fluktuasi hormon di dalam tubuh ibu hamil. Selain hormon, momen merasakan kehamilan juga bisa menjadi penyebab munculnya fluktuasi emosi, terutama bagi ibu yang hamil untuk pertama kali.

Pada bagian luar tubuh ibu hamil mungkin belum terlalu terlihat adanya perubahan. Tetapi yang menjadi penanda bukanlah apa yang terlihat di luar, melainkan apa yang terjadi di dalam tubuh. Pada minggu keenam ini ibu hamil mungkina akan lebih sering merasa mual atau kembung pada perutnya.

Hal lainnya yang menjadi penanda kehamilan di minggu keenam adalah beberapa ibu mungkin akan mengalami seringnya mereka ke belakang untuk buang air kecil. Hal tersebut disebabkan karena tingginya hormon kehamilan, yaitu hCG atau human chorionic gonadotropin, yang ada di dalam tubuh ibu hamil. Hormon hCG itu menyebabkan meningkatnya aliran darah yang menuju area panggul sebagai akibat dari rahim yang mengembang. Rahim yang mengembang itu akan menekan kandung kemih, sehingga kandung kemih tidak mampu menahan urin yang tertampung di sana, hal tersebut akan membuat ibu hamil semakin sering mengalami urinasi. Keadaan yang demikian tidak akan bertahan lama, karena pada trimester kedua rahim akan terangkat ke rongga perut, sehingga tidak akan lagi menekan kandung kemih.

Sebenarnya, semakin sering ibu mengalami urinasi hal itu berarti menunjukkan bahwa ginjalnya bekerja aktif dalam membuang limbah dari tubuh.

Ada tips yang bisa ibu hamil lakukan agar tidak terlalu sering buang air kecil, yaitu saat buang air kecil sebaiknya badan ibu agak dibungkukkan ke depan. Hal itu bertujuan agar kandung kemihnya benar-benar kosong saat buang air kecil, sehingga tingkat frekuensi ibu hamil ke toilet pun akan berkurang.

Artikel Terkait:

Kehamilan Minggu Ke-4

Kehamilan 5 Minggu: Apa saja yang terjadi?



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *