Hubungan Penyakit Ginjal dan Kelainan Pada Jantung

informasitips.com – Seringkali, masalah yang ada di ginjal terkait dengan kelainan yang terjadi pada jantung, begitu pula sebaliknya. Riset terkini menunjukkan bahwa gagal jantung merupakan faktor risiko yang signifikan dalam menyebabkan terjadinya penyakit pada ginjal.

Dalam keadaan normal, ginjal yang berperan dalam membuang limbah atau sampah tubuh bersama air lewat proses penyaringan sangat membutuhkan kerja jantung untuk menyuplai energi dalam memompa darah, sehingga proses penyaringan di ginjal bisa terjadi. Jika jantung bermasalah, maka sejumlah darah tidak bisa dipompa secara efisien menuju ginjal. Akibatnya, tekanan darah di pembuluh darah vena (menuju ke jantung) yang terhubung ke ginjal akan meningkat. Ginjal pun juga akan terbebani dengan aliran darah yang tidak lancar, sehingga ginjal akan kekurangan suplai oksigen yang dibawa oleh darah. Jika keadaan tersebut berlangsung lama, maka akan terjadi gangguan pada kedua organ tersebut, jantung dan ginjal.

Jika ginjal mengalami gangguan, maka proses urinasi juga akan terganggu. Hal itu bisa dilihat dari volume urin yang dihasilkan. Secara umum, orang dewasa setidaknya harus membuang 4 gelas urin setiap harinya. Hal itu menandakan bahwa proses pembersihan (pembuangan limbah) oleh ginjal berlangsung baik. Jika kurang dari 4 gelas, maka bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan kurang minum air, oleh karenanya harus ditambah.

Saat ginjal mengalami gangguan, maka sistem hormon yang mengatur tekanan darah akan memerintahkan jantung untuk memompa darah lebih banyak menuju ginjal. Pada saat itu, beban kerja jantung akan meningkat melebihi kemampuannya, sehingga tekanan darah arteri (dari jantung) yang sudah tinggi akan semakin tinggi lagi. Itulah sebabnya jika ginjal mengalami gangguan maka jantung juga akan terganggu, dan jika jantung mengalami gangguan maka akan menyebabkan gangguan pada ginjal. Pada dasarnya, jantung dan ginjal bekerja secara bersama-sama.

Bagaimana Mengatasinya?

Biasanya, dalam keadaan jantung dan ginjal terganggu, maka obat diuretik (meningkatkan urinasi) akan diberikan dengan harapan kerja jantung menjadi lebih ringan (sehingga tekanan darah akan turun), serta proses penyaringan di ginjal juga akan terbantu (limbah atau sampah dalam tubuh dapat terbuang).

Namun, obat diuretik bukannya tanpa efek samping, penggunaan yang terus menerus akan menimbulkan masalah baru bagi ginjal maupun jantung sendiri, serta tidak menutup kemungkinan gangguan pada organ-organ lain. Oleh karena itu, dalam penggunaannya hendaknya dibatasi dengan cara mengamati tekanan darah setelah obat diuretik diberikan. Jika tekanan darah sudah terpantau ada perbaikan, maka saatnya untuk mengurangi dosis obat diuretik secara bertahap, mulai dari ½ dosis, lalu menjadi ¼ dosis. Selain tekanan darah, Anda juga bisa melihat seberapa banyak volume urin yang dikeluarkan untuk menilai efektivitas pengobatan dengan diuretik.

Sebisa mungkin hentikan konsumsi obat diuretik manakala keadaan Anda sudah membaik. Pada saat itu, mood Anda juga akan ikut membaik. Namun, jangan lantas langsung membuang obat diuretik Anda, karena sewaktu-waktu (saat terjadi pembengkakan misalnya) Anda membutuhkannya lagi, dan saat itu potensinya akan kembali kuat seperti saat Anda pertama kali menggunakannya, serta cukup ampuh untuk mengatasi pembengkakan yang muncul.

Selain mengonsumsi obat diuretik, Anda juga harus memastikan bahwa ginjal dan jantung Anda terbebas dari parasit (seperti cacing, protozo, bakteri, kuman, virus, dan lain sebagainya) dan bahan-bahan polutan (seperti logam berat ataupun solven). Jika parasit dan polutan masih terdapat pada kedua organ tersebut, maka masalah yang ada akan sukar untuk diatasi, karena infeksi terus terjadi sementara sistem imun semakin lemah dengan adanya bahan-bahan polutan.

Loading...

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>