Informasi dan Tips – informasitips.com

HIV/AIDS dan Kehamilan (2)

informasitips.com – Lanjutan dari artikel HIV/AIDS dan Kehamilan (1)

Perawatan selama kehamilan
Prinsip perawatan kehamilan bagi pengidap HIV/ AIDS adalah “merawat diri anda sebaik mungkin berarti merawat bayi anda”. Jika seorang penderita menjaga kesehatan dirinya dengan optimal maka bayinya juga akan sehat.

  • Pertama, penuhi zat gizi yang diperlukan. Jangan sampai anda mengalami anemia atau hipoglikemia agar daya tahan tubuh bisa dipertahankan. Anemia akan mempengaruhi pengobatan, karenanya jaga betul gizi anda dan bayi. Mencukupi kebutuhan gizi berarti melawan virus yang bersarang di tubuh anda.

  • Hindari alkohol, rokok, narkotika, dan zat adiktif berbahaya. Semua zat tersebut akan menimbulkan toksik yang membuat daya tahan tubuh semakin turun. Sebaiknya konsumsi makanan segar yang bebas pengawet, pewarna, dan perasa makanan. Semua bahan ini juga bisa memicu kanker. Ingat, tubuh anda sangatlah rentan dengan penyakit.
  • Patuhi terapi yang diberikan dokter. Jika anda menggunakan terapi ART maka obat harus diminum secara rutin agar mendapatkan hasil yang baik. Terapi tidak akan membuahkan hasil jika anda tidak mematuhi aturan pakai. Jika anda memilih terapi herbal maka konsultasikan dengan dokter agar obat yang diberikan tidak berlawanan. Terapi ART pada awal kehamilan biasanya membuat anda lebih mual dan muntah. Jika keadaan ini semakin parah anda bisa menghentikan sementara.
  • Jaga istirahat dan berolahraga. Istirahat cukup dan olahraga teratur akan membantu menjaga stamina anda. Jangan bekerja terlalu berat karena sekarang anda juga bertanggungjawab atas janin dalam rahim.

    HIV/AIDS dan kehamilan

  • Rencanakan tempat persalinan dan cara persalinan yang aman. Ini penting agar anda mendapat perawatan yang tepat selama melahirkan. Perawatan yang tepat akan memperkecil resiko penularan virus dari ibu ke janin.
  • Lakukan tes viral load atau Cd4 secara berkala untuk mengetahui tingkat kesehatan anda dan perawatan yang harus dilakukan. Bisa jadi awalnya anda masih memiliki CD4 dalam jumlah tinggi dan tidak memerlukan terapi tapi tiba-tiba menurun drastis. Viral load tinggi berarti virus dalam tubuh sangat banyak yang bisa merusak plasenta sehingga HIV tertular pada janin melalui darah ibu yang tak tersaring masuk ke aliran darah janin.
  • Terakhir sebaiknya anda memiliki teman untuk mengekpresikan perasaan dan mendapat dukungan untuk menhindari stress. Hal ini bisa anda dapat dari suami, teman, keluarga atau kelompok yang peduli dengan HIV.


Pilihan melahirkan
Ibu hamil dengan HIV/AIDS bisa melahirkan secara normal dengan syarat viral load tidak terdeteksi. Cara ini cukup aman karena bedah sesar lebih mungkin menimbulkan infeksi. Namun jika viral load tinggi maka pilihan terbaik adalah bedah sesar untuk memperkecil resiko penularan pada bayi. Penularan HIV/AIDS dari ibu ke janin lebih tinggi daripada saat hamil karena saat melahirkan bayi akan terkena cairan v*g*n* serta terjadi luka.

Infeksi oportunistik yang bisa diturunkan
Ibu dengan AIDS yang telah terinfeksi berbagai penyakit bisa menularkannya pada bayi. Virus hepatitis C akan menurun pada janin dengan angka kemungkinan 76%, hepatitis B menurun ke janin hingga 90%, TBC bisa menurun pada janin selama kehamilan maupun setelah lahir, dan beberapa penyakit lainnya seperti herpes, sifilis, gonorrhea, dan lain-lain. Untuk mencegahnya bisa menggunakan profilaksis selama kehamilan maupun setelah bayi lahir. Dokter akan memberikan terapi yang sesuai, karenanya katakan semua keluhan dan penyakit pada dokter demi anda dan bayi.

Menyusui, yes or not?
Virus HIV/AIDS juga bersarang pada ASI. Jika bayi tidak terinfeksi HIV maka dia bisa terjangkit virus ini dari ASI. Namun ASI memiliki berbagai antibodi yang tidak bisa didapat dari susu formula. Seorang bayi yang telah terjangkit HIV akan lebih parah jika diberi PASI apalagi kalau airnya kurang bersih. Masalahnya anda baru bisa mengetahui apakah bayi positif atau negatif setelah 18 bulan. Jadi keputusan menyusui atau tidak masih ada ditangan anda. Hal yang paling penting adalah jangan mencampur ASI dengan PASI karena akan memperparah keadaan bayi. Jika ibu memutuskan untuk menyusui maka segera berikan bayi pada ibu.


Kapan mengetahui status bayi?
Semua bayi akan mendapati hasil tes positif seketika dilahirkan. Hal ini dikarenakan bayi memiliki antibodi HIV dari ibu dan tes yang dilakukan berdasarkan antibodi HIV yang ada. Tes dilakukan sembilan bulan setelah kelahiran. Apapun hasilnya tes lagi saat usia satu tahun. Jika negatif berarti bayi tidak terinfeksi, jika positif lakukan tes tiga bulan kemudian, usia 15 bulan, dan 18 bulan. Jika sampai usia 18 bulan hasil tes masih positif berarti bayi terjangkit HIV. Antibodi HIV dalam darah bayi akan menghilang sembilan sampai delapanbelas bulan jika bayi tidak terinfeksi virus HIV. Jika bayi sudah dinyatakan terinfeksi maka akan dilakukan terapi yang lebih rumit untuk memperpanjang hidupnya. Hati-hati memberikan makanan pada bayi dengan HIV karena kuman lebih cepat menyerangnya. Bayi juga memiliki kekebalan yang lebih rendah dari orang dewasa, jadi anda harus ekstra menjaga kesehatannya.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *