Informasi dan Tips – informasitips.com

7 Zat Gizi Penting yang Diperlukan Ibu Hamil

informasitips.com – Berbahagialah bila saat ini Anda dikaruniai kehamilan. Bersyukurlah atas karunia itu dengan cara menjaga kehamilan Anda sebaik-baiknya agar selalu sehat dan lancar. Menjaga kesehatan selama kehamilan sangat penting bagi Anda dan janin yang ada dalam rahim Anda. Bayi dalam kandungan Anda harus mendapatkan nutrisi dan zat gizi yang cukup agar tumbuh kembangnya berjalan sehat dan normal. Makanan yang Anda konsumsi merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi dalam kandungan Anda. Apa yang Anda makan, itu pula yang akan diasup oleh bayi dalam kandungan Anda. Untuk itu, Anda harus ekstra hati-hati dalam menjaga makanan yang dikonsumsi. Pastikan makanan yang Anda konsumsi merupakan makanan yang aman untuk ibu hamil (bukan termasuk pantangan makanan selama hamil), bersih, pasokannya cukup, bergizi tinggi, bervariasi, dan seimbang.

Berbicara mengenai zat gizi yang bermanfaat bagi ibu hamil dan janin, ada 7 zat gizi utama yang perlu dikonsumsi selama masa kehamilan. Zat-zat gizi tersebut berguna untuk menunjang kehamilan agar ibu hamil dan bayi selalu sehat. Apa saja 7 zat gizi tersebut?

  1. Asam Folat
    Asam folat merupakan zat gizi utama yang amat diperlukan selama kehamilan untuk menjaga agar tumbuh kembang janin selalu sehat. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan timbulnya masalah cacat janin, yaitu cacat pada otak dan saraf tulang belakang. Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi asam folat sebelum dan selama masa kehamilan dapat menekan resiko timbulnya cacat pada otak bayi sampai 70%. Karena pentingnya asam folat bagi tumbuh kembang janin, maka ibu hamil disarankan untuk menjaga pasokan asam folat selama kehamilan, tidak boleh sampai kekurangan. Bahkan, disarankan pula bagi ibu yang berencana hamil untuk mengonsumsi asam folat 3 bulan sebelum masa kehamilan tiba.

    Asam folat bisa diperoleh dari sumber alami, yaitu makanan seperti buah-buahan, sayur-sayuran hijau, kedelai, kacang-kacangan, dan hati. Namun, asam folat dari makanan (sumber alami) ini kemungkinan besar tidak bisa mencukupi kebutuhan asam folat yang diperlukan selama hamil. Oleh karena itu, ibu hamil juga perlu mengasup asam folat tambahan dari suplemen/vitamin asam folat untuk memastikan bahwa kebutuhan asam folat selama kehamilan benar-benar tercukupi. Biasanya, di setiap vitamin khusus untuk ibu hamil sudah terkandung asam folat sesuai dengan jumlah yang direkomendasikan. Untuk itu, bila dokter Anda meresepkan vitamin khusus untuk dikonsumsi selama kehamilan, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan aturan yang direkomendasikan.

    Wanita yang berencana hamil membutuhkan sekitar 400 mikrogram asam folat per hari, dikonsumsi 3 bulan sebelum hamil sampai trimester pertama kehamilan (3 bulan pertama kehamilan). Konsumsi asam folat di masa sebelum dan masa trimester awal kehamilan ini sangat penting karena pembentukan dan perkembangan tabung saraf bayi terjadi pada masa-masa awal kehamilan.

    Setelah melewati trimester pertama kehamilan (kehamilan menginjak bulan ke-4) dan seterusnya selama hamil, wanita hamil disarankan mengonsumsi asam folat sebanyak 600 mikrogram asam folat per hari.

    Setelah hamil, ibu menyusui tetap perlu mengonsumsi asam folat sebanyak 500 mikrogram per hari, dan bila ibu tidak menyusui, maka kebutuhan asam folatnya adalah sebesar 400 mikrogram per hari.

    Untuk lebih jelasnya mengenai asam folat selama hamil, Anda dapat membaca artikel lengkapnya di :

    Asam Folat untuk Ibu Hamil

    Asam Folat Penting untuk Kesehatan

    Buah Alpukat Kaya Asam Folat, Bermanfaat Bagi Ibu Hamil dan Janin

    Nutrisi Penting untuk Ibu Hamil

  2. Kalsium
    Kalsium perlu dikonsumsi selama kehamilan karena baik bagi kesehatan ibu hamil dan bayi yang dikandung. Kalsium diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan tulang dan gigi bayi. Kalsium juga bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah, membantu agar perkembangan sistem saraf janin berjalan normal, dan bermanfaat untuk perkembangan jantung bayi. Kebutuhan kalsium selama hamil tidak boleh sampai kurang, karena bila sampai kurang, maka janin akan mengambil kalsium dari tulang ibu, dan pada akhirnya hal tersebut akan memengaruhi kesehatan ibu hamil.

    Kebutuhan kalsium bagi ibu hamil adalah sekitar 1000 mg per hari. Sementara untuk ibu hamil yang berusia muda (hamil di usia kurang dari 18 tahun) maka kebutuhan kalsium selama kehamilan lebih tinggi lagi, yaitu 1300 mg per hari.

    Sumber-sumber kalsium diantaranya adalah susu, dan produk-produk susu, brokoli, bayam, dan lain-lain. Agar kebutuhan kalsium selama hamil terpenuhi, tidak ada salahnya selama kehamilan Anda rajin mengonsumsi susu, yang tentunya kaya akan kalsium. Bila tidak menyukai susu, ibu hamil bisa mengonsumsi vitamin/suplemen khusus untuk ibu hamil. Dalam vitamin untuk ibu hamil itu biasanya terkandung sekitar 150 – 200 mg kalsium.

  3. Vitamin D
    Vitamin D membantu mengoptimalkan fungsi kalsium dan fosfor dalam menguatkan tulang dan gigi. Defisiensi/kekurangan vitamin D selama kehamilan dapat menyebabkan timbulnya kelainan bentuk tulang yang cukup parah pada bayi baru lahir dan dapat juga memengaruhi berat badan bayi saat lahir. Riset juga menunjukkan bahwa vitamin D berperan sangat penting dalam menjaga fungsi normal saraf, otot, dan sistem imun tubuh. Vitamin D juga diperlukan dalam perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Tak hanya bermanfaat bagi bayi, vitamin D juga diperlukan oleh ibu hamil karena dapat mengurangi risiko timbulnya diabetes gestasional dan preeklampsia selama kehamilan.

    Kebutuhan Vitamin D harian adalah 400 IU. Asupan vitamin D dapat diperoleh dari makanan dan suplemen atau dapat juga diperoleh dari luar yaitu dengan bantuan sinar matahari. Saat terkena sinar matahari, maka tubuh dapat memproduksi sendiri vitamin D.

    Bila ingin mendapatkan asupan vitamin D dari makanan, Anda dapat mengonsumsi aneka makanan yang mengandung vitamin D antara lain telur, daging, susu yang difortifikasi vitamin D, minyak ikan, dan lemak ikan seperti ikan salmon, makarel, sarden. Meski merupakan sumber vitamin D, namun konsumsi ikan saat hamil sebaiknya dibatasi hanya sebanyak 2 kali dalam seminggu, karena makanan laut tersebut kemungkinan besar mengandung berbagai logam berat seperti timbal, merkuri, dan lainnya yang berbahaya bagi kehamilan.

  4. Zat Besi
    Selama hamil, kebutuhan akan zat besi meningkat terutama selama trimester kedua dan ketiga kehamilan, karena zat besi dibutuhkan dalam pertumbuhan dan diferensiasi sel-sel tubuh bayi. Selain itu, zat besi penting juga berguna untuk menjaga sistem imun tubuh. Peranan zat besi juga diperlukan dalam pembentukan dan fungsi normal sel darah merah, termasuk dalam memperlancar transfer oksigen ke seluruh tubuh.

    Ibu hamil yang kekurangan zat besi akan lebih sering mengalami kelelahan dan beresiko mengalami anemia. Beberapa gejala kekurangan zat besi antara lain adalah sering pusing dan lelah. Untuk memenuhi kebutuhan akan zat besi selama hamil, biasanya dokter atau bidan akan memberikan suplemen zat besi untuk ibu hamil. Ibu hamil juga bisa memperoleh zat besi dari makanan-makanan kaya zat besi seperti daging, ayam, ikan, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan.

    Sebelum hamil, disarankan untuk mengonsumsi sekitar 18 mg zat besi per hari. Sementara selama kehamilan, kebutuhan akan zat besi meningkat menjadi 27 mg per hari. Konsumsi zat besi dengan dosis yang cukup tinggi bisa menyebabkan mual dan timbul gangguan konstipasi/sembeli (susah buang air besar). Oleh karena itu, konsumsi zat besi yang cukup tinggi selama kehamilan juga perlu dibarengi dengan memperbanyak konsumsi air putih dan serat untuk memperlancar pencernaan.

  5. Seng
    Mineral seng atau zinc sangat penting bagi sistesa DNA, bahan utama pembentuk sel tubuh. Oleh karena itu, selama kehamilan sangatlah perlu untuk menjaga agar asupan seng tercukupi, karena selama hamil, pertumbuhan dan perkembangan sel bayi meningkat sangat cepat. Seng juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh, mempercepat penyembuhan luka, dan diperlukan untuk mengoptimalkan perkembangan tulang dan otak. Kekurangan seng selama hamil tergolong berbahaya karena beresiko menyebabkan terjadinya keguguran, berat badan bayi lahir rendah, dan komplikasi lainnya selama kehamilan dan persalinan.

    Kebutuhan seng selama hamil adalah sekitar 11 mg per hari untuk ibu hamil usia 19 tahun ke atas, dan sekitar 13 mg per hari bagi ibu hamil usia 18 tahun ke bawah. Seng dapat diperloleh dari suplemen/vitamin untuk ibu hamil. Selain itu, seng juga bisa diperoleh dari sumber makanan alami seperti unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, susu.

  6. Yodium
    Yodium sangat penting selama kehamilan karena diperlukan dalam perkembangan sistem saraf dan otak bayi. Kekurangan yodium selama hamil dapat mengganggu perkembangan fisik dan mental bayi, bahkan beresiko pula menyebabkan penurunan fungsi otak. Beberapa studi juga menunjukkan adanya kaitan antara kekurangan yodium dengan resiko terjadinya keguguran dan kelahiran prematur.

    Wanita hamil disarankan mengasup yodium sebesar 220 mikrogram per hari. Sementara, asupan yodium untuk wanita menyusui adalah sekitar 290 mikrogram per hari. Sumber yodium dapat berasal dari garam beryodium, produk susu, telur, sayur-sayuran, dan makanan laut.

  7. DHA
    DHA (docosahexaenoic acid) atau asam lemak omega 3 merupakan nutrisi penting yang juga amat diperlukan oleh ibu hamil. Peranan DHA sangat vital dalam perkembangan fungsi otak dan mata bayi. DHA juga dapat menurunkan resiko kelahiran prematur dan bermanfaat pula untuk meningkatkan berat badan bayi saat lahir. Berbagai riset tentang peranan DHA selama kehamilan juga memperlihatkan bahwa DHA juga memiliki manfaat besar untuk ibu hamil, yaitu dapat mencegah timbulnya preeklampsia, depresi pasca persalinan, dan menurunkan resiko kanker payudara.

    Asupan DHA yang disarankan bagi ibu hamil adalah sekitar 200 mg per hari. DHA dapat diperoleh dari suplemen/vitamin, makanan laut seperti ikan salmon, tuna, telur, keju, susu, dan lainnya. Meski makanan laut merupakan sumber DHA yang paling baik, namun selama hamil tidak disarankan untuk terlalu sering mengonsumsi makanan laut, karena adanya resiko tercemarnya ikan-ikan laut dengan berbagai logam berat yang berbahaya bagi kehamilan.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *