Informasi dan Tips – informasitips.com

Bibliomania, Kecintaan Berlebihan (Kecanduan) Terhadap Buku

informasitips.com – Apakah Anda pernah mendengar istilah Bibliomania? Atau, mungkin Anda salah satu orang yang memiliki kecenderungan menjadi penderita Bibliomania? Sebenarnya, apa sih bibliomania? Kenali lebih jauh yuk!

Bibliomania adalah suatu kondisi obsesif-kompulsif berupa keinginan yang berlebihan untuk mengumpulkan buku secara terus-menerus. Penimbunan buku-buku tersebut merupakan sebuah cara untuk melarikan diri dari hubungan sekitar yang kurang baik. Seringkali buku-buku yang dibeli tidak pernah dilihat atau dibaca, namun setelah itu akan ada keinginan untuk membeli lagi beberapa salinan buku yang sama, walaupun ia sudah memilikinya.


Gejala – Gejala Bibliomania
Ada banyak individu yang mencintai buku karena berasal dari keluarga yang telah menumbuhkan cinta buku semenjak kecil. Tetapi kondisi Bibliomanis lebih dari kecintaan terhadap buku melainkan juga adanya obsesi akan buku. Orang tersebut memiliki kebutuhan untuk mengumpulkan buku-buku sebagai pelarian atas hubungan-hubungan sosial yang terancam. Jika tidak, maka penderita Bibliomania akan merasa kesepian atau memiliki suasana hati tidak menentu.

Bibliomania kecanduan kecintaan berlebih terhadap buku

ilustrasi bibliomania

Beberapa hal yang perlu diselidiki untuk mengidentifikasi gejala bibliomia:

  • Ada tumpukan buku di mana-mana, khususnya di area pribadi penderita. Rak buku dipenuhi dengan buku-buku, begitu juga di ruang duduk. Buku sering ditumpuk di tempat yang tidak wajar seperti atas kompor atau di dalam bak mandi.
  • Orang-orang ini akan sering membahas segala sesuatu yang abstrak atau tidak jelas. Penderita akan selalu kembali atau mengacu ke buku ketika berbicara kepada orang-orang yang diajak berdiskusi.
  • Di toko buku, individu ini tidak akan terlihat seperti pembeli buku yang normal. Mereka memasukkan buku ke dalam keranjang belanjaan tanpa melihat judul, isi, atau ringkasannya.
  • Orang-orang ini akan rela membatalkan rencana dengan teman-temannya hanya untuk mencurahkan waktu dengan buku-buku atau berbelanja di toko buku. Mereka mudah tersinggung serta cemas ketika merasa kehilangan waktu bersama buku-bukunya.
  • Penderita akan mengorbankan kesehatan serta kebersihan pribadi karena keharusan mereka untuk membeli buku-buku. Mereka mungkin tidak mandi selama berhari-hari atau kehilangan janji dengan dokter, hanya untuk memastikan bahwa buku-bukunya tetap berada dalam posisi biasa. Penderita cenderung memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, mudah panik.

Gejala utama kecanduan buku meliputi:

  • Koleksi buku yang obsesif dan berlebihan
  • Jumlah buku yang abnormal
  • Banyaknya koleksi buku yang tidak diperlukan
  • Perasaan lega dengan mengumpulkan buku
  • Kecemasan berkurangnya buku yang dimiliki
  • Menghabiskan uang Rp 3 juta lebih dalam sebulan hanya untuk membeli buku
  • Sangat suka membaca buku sampai-sampai mampu membaca 30 buku lebih dalam satu bulan



Penyebab kesukaan buku
Penyebab utama bibliomania adalah riwayat keluarga (faktor genetik), lingkungan keluarga seperti perilaku dan pendidikan yang diperoleh di masa lalu.

Kondisi ini dapat mempengaruhi siapa saja, tanpa memandang status jenis kelamin, usia, atau ekonomi. Tidak jelas bagaimana kondisi ini secara umum muncul untuk pertama kalinya karena para peneliti baru mulai belajar mengenai gangguan ini dalam dekade terakhir dan sebagian besar individu tidak pernah berusaha mencari pengobatan walaupun telah memperlihatkan adanya gejala bibliomania.


Faktor resiko:

  • Usia
    Dimulai pada awal masa remaja sekitar usia 13 atau 14 tahun.
  • Riwayat keluarga
    Perilaku tidak wajar dalam hubungan antar anggota keluarga.
  • Peristiwa buruk
    Beberapa individu mengembangkan kesukaan buku setelah muncul peristiwa hidup yang penuh dengan stres dan sulit untuk diatasi. Misalnya kematian orang yang dicintai, penggusuran, perceraian, atau kehilangan barang-barang dalam sebuah kebakaran.
  • Penyalahgunaan alkohol
    Banyak dari penderita bibliomania memiliki sejarah ketergantungan pada alkohol.
  • Isolasi sosial
    Individu tersebut merasa terisolasi dan tidak diakui dalam lingkungan sosial.


Pencegahan dan Pengobatan untuk Biblomania
Pencegahan terhadap Bibliomania sebenarnya sulit dilakukan karena gejala yang timbul tidak terlalu tampak pada awalnya. Ketika gejala ini sudah semakin parah, seperti yang sudah dijelaskan di atas, barulah terlihat bahwa orang tersebut mengalami kecanduan buku. Pada umumnya setiap orang akan merasa normal bila melihat seseorang yang terobsesei pada buku.

Pengobatan yang paling penting untuk dilakukan adalah dengan Psikoterapi. Terapi ini bermanfaat untuk menggali lebih dalam mengapa obsesi ini muncul pada penderita. Hipnoterapi merupakan salah satu terapi yang dapat digunakan untuk membuka alam bawah sadar yang tidak pernah diungkapkan penderita bibliomania. Relaksasi seperti meditasi juga ikut membantu kelancaran penyembuhan. Dukungan dari keluarga serta teman akan mempercepat kesadaran akan kehidupan sosial melebihi buku-buku yang dipercayanya sebagai pelarian dari kehidupan sosial itu sendiri. Selain dalam bentuk pendekatan psikologi, penderita juga memerlukan obat-obatan yang berguna untuk mengontrol emosinya.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: