
ilustrasi bibliomania
informasitips.com - Apakah Anda pernah mendengar istilah Bibliomania? Atau, mungkin Anda salah satu orang yang memiliki kecenderungan menjadi penderita Bibliomania? Sebenarnya, apa sih bibliomania? Kenali lebih jauh yuk!
Bibliomania adalah suatu kondisi obsesif-kompulsif berupa keinginan yang berlebihan untuk mengumpulkan buku secara terus-menerus. Penimbunan buku-buku tersebut merupakan sebuah cara untuk melarikan diri dari hubungan sekitar yang kurang baik. Seringkali buku-buku yang dibeli tidak pernah dilihat atau dibaca, namun setelah itu akan ada keinginan untuk membeli lagi beberapa salinan buku yang sama, walaupun ia sudah memilikinya.
Gejala – Gejala Bibliomania
Ada banyak individu yang mencintai buku karena berasal dari keluarga yang telah menumbuhkan cinta buku semenjak kecil. Tetapi kondisi Bibliomanis lebih dari kecintaan terhadap buku melainkan juga adanya obsesi akan buku. Orang tersebut memiliki kebutuhan untuk mengumpulkan buku-buku sebagai pelarian atas hubungan-hubungan sosial yang terancam. Jika tidak, maka penderita Bibliomania akan merasa kesepian atau memiliki suasana hati tidak menentu.
Beberapa hal yang perlu diselidiki untuk mengidentifikasi gejala bibliomia:
Gejala utama kecanduan buku meliputi:
Penyebab kesukaan buku
Penyebab utama bibliomania adalah riwayat keluarga (faktor genetik), lingkungan keluarga seperti perilaku dan pendidikan yang diperoleh di masa lalu.
Kondisi ini dapat mempengaruhi siapa saja, tanpa memandang status jenis kelamin, usia, atau ekonomi. Tidak jelas bagaimana kondisi ini secara umum muncul untuk pertama kalinya karena para peneliti baru mulai belajar mengenai gangguan ini dalam dekade terakhir dan sebagian besar individu tidak pernah berusaha mencari pengobatan walaupun telah memperlihatkan adanya gejala bibliomania.
Faktor resiko:
Pencegahan dan Pengobatan untuk Biblomania
Pencegahan terhadap Bibliomania sebenarnya sulit dilakukan karena gejala yang timbul tidak terlalu tampak pada awalnya. Ketika gejala ini sudah semakin parah, seperti yang sudah dijelaskan di atas, barulah terlihat bahwa orang tersebut mengalami kecanduan buku. Pada umumnya setiap orang akan merasa normal bila melihat seseorang yang terobsesei pada buku.
Pengobatan yang paling penting untuk dilakukan adalah dengan Psikoterapi. Terapi ini bermanfaat untuk menggali lebih dalam mengapa obsesi ini muncul pada penderita. Hipnoterapi merupakan salah satu terapi yang dapat digunakan untuk membuka alam bawah sadar yang tidak pernah diungkapkan penderita bibliomania. Relaksasi seperti meditasi juga ikut membantu kelancaran penyembuhan. Dukungan dari keluarga serta teman akan mempercepat kesadaran akan kehidupan sosial melebihi buku-buku yang dipercayanya sebagai pelarian dari kehidupan sosial itu sendiri. Selain dalam bentuk pendekatan psikologi, penderita juga memerlukan obat-obatan yang berguna untuk mengontrol emosinya.