Informasi dan Tips – informasitips.com

Fakta-Fakta Hamil Kembar yang Harus Diketahui

informasitips.com – Hamil anak kembar tidak sama dengan hamil biasa. Ini bukan hanya soal jumlah, tapi juga menyangkut tanda, gejala, kebutuhan nutrisi dan risiko yang akan dialami oleh ibu dengan hamil kembar. Nah, berikut ini beberapa fakta mengenai hamil kembar yang perlu diketahui oleh para calon orang tua:

Asupan Kalori Lebih Banyak

Pada Ibu dengan kehamilan kembar paling tidak sehari membutuhkan asupan kalori sebanyak 2700 kalori. Jumlah tersebut lebih banyak sekitar 500 kalori dibandingkan dengan asupan kalori ibu hamil biasa.

Membutuhkan Asam Folat Lebih Banyak

Ibu hamil kembar membutuhkan lebih banyak asam folat dibandingkan dengan ibu tidak hamil kembar. Jika ibu hamil tunggal membutuhkan asam folat sebanyak 0.4 miligram dalam seharinya, maka ibu dengan hamil kembar membutuhkan paling tidak 1 miligram asam folat per hari. Asam folat memiliki peran yang sangat penting bagi kehamilan, yaitu mengurangi risiko cacat tabung saraf saat lahir, seperti kondisi spina bifida.

Kunjungan ke Dokter Lebih Sering

Pada kehamilan kembar, periksa janin ke dokter harus lebih sering daripada kehamilan dengan 1 janin. Beberapa ahli mengatakan jika ibu hamil kembar, maka pemeriksaan dengan menggunakan ultrasound untuk memeriksa keadaan masing-masing janin harus lebih sering. Hal itu wajar terjadi karena pada hamil kembar risiko kehamilan menjadi dua kali lipatnya ketimbang pada kehamilan 1 janin.

Morning Sickness Lebih Parah

Pada ibu hamil kembar, morning sickness yang terjadi leih parah ketimbang pada hamil biasa. Hal itu mungkin disebabkan oleh lebih tingginya kadar hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin) pada ibu dengan hamil kembar. Tingginya hCG akan menyebabkan mual dan muntah yang terjadi lebih berat, khususnya di trimester pertama. Namun, jangan khawatir, biasanya gejala morning sickness akan mereda pada minggu 12 hingga 14.

Penambahan Bobot Badan Semakin Besar

Wajar saja jika ibu dengan kehamilan kembar akan mengalami kenaikan bobot badan yang lebih besar ketimbang mereka yang hamil 1 janin. Pada kehamilan kembar ada lebih dari 1 bayi, lebih dari 1 plasenta dan cairan amnion yang lebih banyak, kesemuanya itu berkontribusi terhadap peningkatan bobot badan ibu hamil kembar. Menurut pada ahli, penambahan bobot badan pada ibu hamil dengan bobot badan normal (pada saat tidak hamil) biasanya berkisar antara 17 kilogram hingga 25 kilogram. Sementara untuk ibu yang overweight penambahan bobot badan pada saat hamil kembar biasanya mencapai 14 kilogram hingga 23 kilogram.

Berbagai Risiko Saat Hamil Meningkat

Kehamilan kembar pada ibu hamil membuat kondisi mereka menjadi lebih berisiko terhadap berbagai keadaan yang perlu diwaspadai saat hamil, seperti kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Diabetes gestasional yang hanya terjadi saat hamil risikonya dapat meningkat pada saat hamil kembar. Risiko terbesar dari diabetes gestasional adalah memiliki bayi yang besar sehingga akan menjadi lebih sulit saat melahirkan, saat itulah tindakan operasi Caesar akan dilakukan. Pada hamil kembar biasanya bayi tidak memiliki ukuran yang besar, malah cenderung lebih kecil dibandingkan bayi yang berasal dari hamil tunggal.
  • Tekanan darah saat ibu hamil kembar cenderung meningkat. Saat tekanan darah yang tinggi dikombinasikan dengan keadaan adanya protein di dalam urin maka risiko kejadian preeklamsia pada ibu hamil kembar akan menjadi meningkat. Tindakan yang tepat harus dilakukan demi menjaga agar kondisi tidak sampai ke tahap komplikasi yang lebih serius, baik itu untuk ibu maupun untuk bayi.
  • Risiko Preeklamsia di kehamilan kembar meningkat seperti yang dikatakan pada poin sebelumnya
  • Kelahiran prematur. Semakin banyak janin yang dikandung oleh ibu hamil pada kehamilan kembar, maka semakin kecil kemungkinan kelahiran terjadi mendekat Hari Perkiraan Lahir (HPL). Tidak heran jika pada kehamilan kembar, risiko kelahiran prematur akan meningkat. Hal itu juga yang menyebabkan mengapa pada kehamilan kembar ukuran bayi umumnya lebih kecil ketimbang bayi yang lahir dari kehamilan tunggal.

Lahir Secara Caesar Lebih Umum Terjadi

Kecenderungan untuk lahir dengan operasi Caesar pada hamil kembar sangat besar. Namun, bukan berarti ibu hamil kembar tidak bisa lahir normal, jika bayi pertama sudah menampakkan posisi dengan kepala di bawah, maka lahir secara normal bisa saja dilakukan pada kehamilan kembar, itu pun hanya untuk kembar dua, jika kembar tiga atau lebih mungkin tindakan Caesar yang akan disarankan dokter.

Hamil Kembar Terjadi Pada Usia Ibu 30-40

Banyak pakar berpendapat bahwa hamil kembar lebih besar kemungkinannya terjadi pada ibu dengan rentang usia 30 hingga 40 tahun. Hal tersebut terkait dengan ketidakteraturan siklus ovulasi pada ibu dengan rentang usia tersebut. Jika siklus ovulasi tidak teratur dan saat itu terjadi pembuahan, maka boleh jadi pembuahan terjadi pada dua folikel pada satu waktu, hamil kembar pun terjadi.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *