informasitips.com - Selain berperan sebagai kepala keluarga, seorang ayah adalah sosok teladan di mata anak-anaknya. Kita semua mengetahui bahwa adalah hal yang penting bagi anak-anak untuk mendapatkan pengasuhan yang tepat dari ayah mereka sejak lahir. Hal ini merupakan awal yang baik karena sosok ayah diperlukan anak dalam hal finansial, psikologis, emosional dan dalam hal lainnya.
Terkadang karena kesibukan kerja, berhari-hari tidak pulang karena tugas kantor ke luar kota menyebabkan banyak ayah yang nyaris tidak pernah bertemu dengan anak-anaknya. Semuanya dibebankan ke istri, ibu dari anak-anak, karena ayah punya kesibukan dengan dunianya sendiri. Sosok ayah tidak cukup apabila hanya sekedar menunjukkan minat terhadap perkembangan anak, tapi diharapkan untuk lebih aktif terlibat dalam proses membesarkan anak.
Apa saja manfaat dan peranan penting ayah bagi tumbuh kembang anak? Beberapa penelitian menyebutkan bahwa anak-anak yang banyak mendapatkan sentuhan dan didikan ayah semasa proses tumbuh kembangnya ternyata memiliki kemampuan sosial, bahasa dan prestasi akademis yang lebih baik. Keterlibatan ayah dalam proses pendidikan, pengasuhan, dan tumbuh kembang anak juga akan berdampak baik bagi perkembangan kognitif dan emosional dan membuat anak menjadi lebih percaya diri dan berani.
Sebaliknya, jika selama masa tumbuh kembang anak tidak ada belaian sayang, kata-kata tegas, dan teladan sikap dari sosok Ayah, maka anak bisa menjadi liar dan tidak memiliki aturan. Bila ini terjadi dan dibiarkan, maka anak-anak yang dibesarkan tanpa kasih sayang seorang ayah kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang bermasalah. Menurut beberapa survey yang dilakukan jika tidak ada sosok ayah dalam proses perkembangan seorang anak kemungkinan dapat menyebabkan anak tersebut tidak bersikap baik di sekolah, terjerumus dalam penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba, terlibat dalam kegiatan kriminal dam memiliki perilaku kasar.
Sangat disayangkan karena ada cukup banyak orang tua (para ayah) yang menganggap sepele perlunya kebersamaan dengan anak-anak mereka. Bila kenakalan anak-anak semakin parah barulah para ayah tersebut sadar. Meskipun begitu, banyak ayah yang terkadang tidak mau mengakui kesalahan mereka, tetap saja selalu anak yang disalahkan. Padahal alasan utama anak menjadi pribadi yang bermasalah bukan tidak mungkin adalah karena kurangnya perhatian dari ayah mereka.
Jika Anda adalah seorang ayah yang tidak banyak meluangkan waktu dengan anak laki-laki Anda sebaiknya baca lebih lanjut artikel ini. Berusahalah untuk menjadi ayah yang lebih baik bagi anak Anda. Anak-anak yang merasa dicintai biasanya memiliki ikatan khusus yang begitu erat dengan orang tua mereka dan tumbuh menjadi orang yang percaya diri.
Meski tak seterampil ibu, ayah bisa berperan lewat berbagai interaksi yang dilakukan dengan anak, misalnya memberikan stimulasi, bermain bersama, bercerita (mendongeng), dan aktivitas lainnya. Sosok ayah tak harus ayah kandung. Bisa ayah angkat atau paman yang bisa berperan layaknya sosok dan figur ayah bagi anak.
Peran penting apa saja yang bisa dilakukan Ayah dalam mendidik dan membesarkan anak laki-lakinya?
Untuk itu peran ayah dalam mendidik anak laki-lakinya yang akan menjadi kepala keluarga dan pencari nafkah untuk keluarganya nanti sangatlah penting. Sejak kecil sebaiknya seorang ayah mendidik anaknya untuk mandiri, khususnya dalam hal finansial. Hal ini bisa Anda lakukan misalnya dengan mengajarkan anak menabung dan tidak berlaku sebagai “mesin ATM” bagi anak. Anak harus memahami bahwa anak bisa mendapatkan uang dari hasil kerja keras yang dilakukannya. Bila sejak kecil Anda selalu membantu atau memanjakan anak dengan mudah memberikan uang, itu sama artinya Anda tidak mendidiknya untuk mandiri.
Ayah yang kasar, suka melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan suka berselingkuh tentu saja bukanlah contoh baik bagi anak-anaknya. Apabila anak sering melihat hal ini dan menganggapnya sebagai hal yang wajar, maka anak laki-laki Anda bisa berpikir bahwa dia kelak boleh melakukan kekerasan pada istrinya, atau berselingkuh seperti yang dilakukan ayahnya.
Jadi secara tidak langsung perilaku ayah yang menunjukkan rasa sayang dan hormat kepada ibu, dijadikan anak sebagai contoh yang harus dilakukan dalam memperlakukan wanita/lawan jenisnya. Bukan hanya setia dan hormat kepada istri atau ibu si anak, tapi ayah harus juga menunjukkan sikap menghormati wanita lainnya di dalam dan luar keluarga.
Seorang ayah yang banyak meluangkan waktu dengan anaknya maka juga akan memiliki peluang untuk mengamati kelakuan anak dan sekaligus mengoreksi sikap anaknya tersebut. Dengan kata lain, ayah akan melihat kelemahan anak laki-lakinya atau sikap yang perlu diperbaiki, misalnya saja anak bertindak tidak adil atau suka memukul adik di rumah. Sebab bila diacuhkan maka kelakuan anak yang tidak baik akan semakin menjadi-jadi dan bukan hanya berpotensi merugikan dirinya, tapi juga dapat merugikan orang lain.
Apabila karena satu atau lain hal misalnya saja terjadi perceraian dan anak tidak tinggal satu rumah dengan Anda, maka tetaplah jaga komunikasi antara Anda dan anak laki-laki Anda. Bisa melalui telepon, email atau pengaturan jadwal bertemu anak-anak dengan mantan istri. Jangan sampai ada jurang pemisah hubungan antara seorang ayah dengan anaknya. Proses tumbuh kembang anak harus dilakukan secara berkesinambungan dan konsisten. Dari mulai bayi, lalu anak laki-laki kecil Anda beranjak dewasa dan memasuki masa dewasa.
Bersedialah untuk selalu ada membimbing anak laki-laki Anda tumbuh melewati berbagai fase kehidupannya, termasuk dengan cara tidak segan-segan memberikan informasi pendidikan s*ks kepada anak Anda ketika ia beranjak dewasa. Hal ini penting bagi masa depannya, karena dengan informasi yang tepat dari ayah dapat mencegah anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Misalnya, apabila anak tidak mendapatkan informasi yang benar dan terarah, maka anak cenderung untuk mencari tahu informasi tersebut sendiri dan terkadang melalui teman sebaya atau internet. Jika anak mendapat informasi yang salah dan ayah tidak mengawasi perkembangan anak, maka akan timbul peluang anak mencoba hal-hal terlarang seperti melakukan s*ks bebas atau menggunakan narkoba yang bisa menghancurkan masa depan anak.
Jangan langsung menggunakan cara keras dalam mendidik anak. Hal ini dikarenakan pada umumnya semakin keras seorang ayah menegur anaknya, semakin keras pula anak menyangkalnya. Anak yang dididik dengan kasar biasanya akan bertindak kasar juga kepada orang lain misalnya saja kepada adik atau teman-teman sekolahnya. Berlagak seperti jagoan dan menantang anak-anak lain untuk berkelahi. Hukumlah anak yang setimpal dengan perbuatan yang dilakukannya.
Sebaiknya seorang ayah harus memiliki kontrol dalam mengasuh anak-anaknya. Jangan berikan kebebasan yang berlebihan kepada anak Anda. Tapi sebaiknya Anda juga tidak mengekang anak laki-laki Anda secara berlebihan. Karena apabila anak terlalu dikekang atau dibatasi maka anak akan menunjukkan sikap memberontak.
Tidak jarang pula kenakalan anak bukanlah karena anak memang nakal, tapi kenakalan tersebut dilakukan untuk mencari perhatian ayah mereka. Hal ini biasanya karena anak merindukan belaian sayang tangan sang ayah, perhatian ayah lewat teguran yang diberikan dengan kata-kata yang lembut, dan sikap yang tegas.
Memang dibutuhkan kesabaran yang luar biasa dari orang tua karena mengasuh anak bukanlah hal yang mudah. Lakukan tugas Anda sebagai orang tua dengan baik untuk membimbing anak Anda dalam proses tumbuh kembangnya. Didiklah anak Anda melalui perbuatan-perbuatan baik yang Anda lakukan kepadanya seperti selalu bersikap jujur, bertanggung jawab, mampu memberikan perlindungan, adil, disiplin, tegas dan bijaksana. Dengan demikian kelak anak Anda akan tumbuh berkembang menjadi pribadi yang baik, seseorang laki-laki dewasa yang dapat dijadikan panutan bagi keturunannya (anak-anaknya) kelak.