Informasi dan Tips – informasitips.com

Demam Berdarah, Penyebab dan Gejalanya

Posted on by in , with 0 Comments

informasitips.com – Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus dengue menyerang pertama kali pada tahun 1780 di Asia, Amerika Utara dan Afrika, masuk dan menginfeski Asia Tenggara seperti Manila, Filipina pada tahun 1950, kemudian menyebar ke Thailand, Malaysia, Vietnam dan Indonesia.

Pada tahun 1962 dilaporkan virus dengue menginfeksi kota Surabaya dan Jakarta, dengan angka kematian yang tinggi. Virus yang memiliki masa inkubasi 5-8 hari sejak gigitan pertama ini banyak menyerang daerah tropis tak terkecuali Indonesia. Penyakit ini tidak hanya berkembang dan menginfeksi masyarakat kota, namun juga menginfeksi seluruh pelosok negeri.

Kecepatan penyebaran kasus demam berdarah dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pertumbuhan penduduk yang tinggi, tidak efektifnya kontrol vektor nyamuk disuatu daerah, terjadi urbanisasi yang tidak terencana dan tidak terkendali yang diikuti dengan minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit demam berdarah sehingga tidak dapat mengupayakan pencegahan secara mandiri.

Infeski virus ini memiliki resiko kematian paling tinggi pada bayi, balita dan ibu hamil, karena pada penderita demam berdarah sangat riskan terjadi kehilangan cairan tubuh yang mengakibatkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Ini tentunya kondisi yang tidak boleh terjadi pada bayi, balita dan ibu hamil.

nyamuk aedes Aegipti

Faktor lain yang memperbesar resiko kematian adalah kesulitan mengidentifikasi kehilangan cairan pada tubuh bayi, balita dan ibu hamil. Sering kali, orang tua dan para medis terjebak pada tampilan luar, misalnya dari kulit bayi yang tidak dapat dilihat apakah mengalami penyusutan atau tidak. Meski demam berdarah beresiko terhadap bayi, balita dan ibu hamil, orang dewasa lain pun memiliki resiko yang tidak dapat dianggap enteng.

Perkembangan virus dengue yang sangat pesat dan cepat ini tentu mengkhawatirkan banyak pihak, apa lagi sampai saat ini farmakologi pembunuh virus ini belum ditemukan. Untuk itu, memiliki pengetahuan tentang penyakit ini sangatlah penting mengingat jika dibiarkan penderita demam berdarah dapat jatuh pada kondisi sangat berbahaya yang berujung pada kematian.


Penyebab Demam Berdarah
Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti berasal dari kelompok B arthropod borne virus (arbovirus), bergenus flavivirus dan berfamili flaviviridae. Virus dengue mengandung 4 serotipe yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Infeksi dari salah satu serotype ini akan menimbulkan reaksi antibodi terhadap serotype yang bersangkutan. Keadaan ini menyebabkan reaksi antibodi terhadap serotype yang lain kurang, sehingga tubuh mengalami perlindungan yang tidak maksimal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sejak tahun 1975 keempat serotipe tersebut terdapat di Indonesia dan mampu bersirkulasi secara terus-menerus sepanjang tahun.

Nyamuk aedes aegypti memiliki tampilan fisik yang berbeda dengan nyamuk yang lain, nyamuk pembawa virus ini memiliki jarak terbang 40-100 meter, berwarna hitam berbelang putih yang dapat dilihat dengan jelas. Ciri lainnya adalah nyamuk aedes aegypti mengigit pada pagi hari sekitar pukul 10.00 dan pada sore hari sekitar pukul 16.00 dan berkembang di air jernih atau air hujan pada suhu udara 28-29 derajat celsius.


Tanda dan Gejala Demam Berdarah
Mengenali tanda awal penyakit ini mungkin akan membuat anda bingung karena tanda awalnya hanya demam atau panas tiba-tiba yang disertai dengan sakit kepala. Jika anda mengalami tanda-tanda ini cobalah lihat keadaan disekeliling anda, misalnya apakah bak mandi anda yang berisi air jernih terdapat jentik-jentik nyamuk, perhatikan juga tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat bertelur nyamuk aedes aegypti seperti vas bunga, kaleng bekas yang berisi air, bak penyimpan buangan air dari kulkas dan lain-lain. Tindakan ini bertujuan untuk melihat keberadaan nyamuk aedes aegypti secara fisik.

Setelah anda mengetahui keadaan disekitar atau anda pernah mendengar tetangga rumah anda pernah terserang penyakit ini dapat dipastikan bahwa anda terinfeksi virus dengue. Tanda dan gejala lain yang dapat anda perhatikan adalah munculnya ruam merah terang yang diikuti bintik-bintik merah (petekhie) yang terdapat dibawah kulit. Anda juga akan merasakan nyeri otot dan sendi (myalgia dan artrhalgia), mual, muntah, diare dan kadang pada beberapa penderita disertai batuk pilek.

Menurut WHO 1997, demam berdarah memiliki 4 derajat yaitu:
Derajat 1: Terjadi peningkatan suhu tubuh/demam, disertai tanda dan gejala yang tidak khas. Untuk mengetahui adanya perdarahan yang mengacu pada perdarahan demam berdarah dapat dilakukan uji tourniquet.

Derajat 2: Demam tinggi selama 4-7 hari, nyeri tulang dan nyeri retro orbital (nyeri dibelakang mata). Tampak bintik-bintik merah (petekhie) di permukaan kulit.

Derajat 3: Terjadi kegagalan sirkulasi yang ditandai dengan nadi berdenyut cepat namun lemah, hipotensi/tekanan darah menurun (<20mmHg), permukaan kulit teraba dingin dan lembab, kebiruan disekitar mulut dan bibir, penderita tampak gelisah dan terjadi epitaksis (perdarahan/mimisan dari hidung dan gusi).

Derajat 4: Penderita mengalami syok berat, yang ditandai dengan nadi melemah, tekanan darah tidak terukur, tacypnea (pernafasan cepat), gelisah, kejang-kejang, kebiruan disekitar mulut, terjadi penurunan kesadaran dan penderita tampak apatis. Kadang pada tingkat yang sudah sangat parah penderita mengalami pleural effusion (penumpukan cairan di rongga paru akibat terjadi kebocoran plasma) dan asites (penumpukan cairan pada rongga perut).

Berdasarkan derajat atau tingkat keparahan demam berdarah diatas, kita dapat membaginya menjadi 4 gambaran klinis yaitu derajat 1 disebut demam berdarah bentuk abortif, disebut abortif karena penderita tidak merasakan gejala yang khas, derajat 2 disebut classic dengue fever, derajat 3 disebut dengue hemorrhagic fever (DHF) dan derajat 4 disebut dengue syok syndrome (DSS).

Baca juga pembahasan selanjutnya tentang Pemeriksaan dan Penanganan Demam Berdarah dan tips mencegah demam berdarah.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

ARTIKEL TERBARU

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih