Informasi dan Tips – informasitips.com

12 Manfaat dan Khasiat Sayur Seledri

informasitips.com – Anda tentu tahu seledri, bukan? Ya, sayur seledri sering dipakai sebagai campuran dalam berbagai makanan seperti sup, bakwan, bubur ayam, dan aneka makanan lainnya. Seledri bisa menambah cita rasa tersendiri yang segar dalam makanan. Dibalik cita rasanya yang khas tersebut, sayur seledri ternyata juga berkhasiat obat, yaitu sebagai antirematik, karminatif (peluruh kentut), penghenti pendarahan, peluruh haid, peluruh air seni dan sebagai obat darah tinggi (hipertensi).

Seledri mengandung vitamin C, vitamin yang membantu menjaga sistem imun tubuh, dan beberapa zat aktif lainnya yang berguna bagi kesehatan, seperti phthalides yang dapat menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan juga mengandung kumarin (coumarins) yang dapat berfungsi untuk mencegah penyakit kanker.

khasiat-manfaat-seledri

Selain itu, dalam seledri juga terkandung banyak nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6), asam folat, asam amino, boron, inositol, kalsium, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, selenium, zinc, vitamin K, vitamin E dan serat. Semua nutrisi tersebut tentunya memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh manusia.

Manfaat dan Khasiat Sayur Seledri

Ingin tahu lebih jelas lagi mengenai manfaat dan khasiat seledri bagi kesehatan tubuh manusia? Berikut 12 manfaat dan khasiat sayur seledri yang patut kita ketahui:

  1. Menurunkan tekanan darah
    Sayur seledri mengandung phthalides yang dapat menurunkan tekanan darah sistole dengan relaksasi otot-otot sekitar arteri, yang memungkinkan pembuluh melebar. Senyawa phthlides ini diyakini mampu menurunkan tekanan darah 12 – 14 %. Senyawa phthlides inilah yang memberikan rasa dan aroma khas pada seledri.

    Seledri juga mengandung flavonoid yaitu apigenin yang berperan sebagai agen anti peradangan dan membantu menurunkan hormon stres di dalam darah. Hal ini pada akhirnya akan mengendurkan arteri dan menurunkan tekanan darah.

  2. Menurunkan kolesterol
    Konsumsi seledri minimal 2 batang setiap hari cukup efektif untuk menurunkan kadar kolesterol sebesar 7 poin.
    Studi laboratorium menunjukkan bahwa phthalide yang terkandung di dalam seledri dapat membantu mengurangi LDL (jahat) kolesterol. Seledri membantu meningkatkan sekresi asam empedu yang dapat membantu menghilangkan kolesterol dari tubuh.

  3. Membantu menjaga kesehatan tulang
    Seledri mengandung vitamin K, kalsium, dan magnesium yang dapat membantu dalam menjaga kesehatan tulang dan sendi. Seledri juga mengandung poliasetilen, zat anti radang yang bisa mengurangi pembengkakan dan nyeri di sekitar sendi tulang. Dengan demikian, seledri juga bermanfaat bagi penderita rematik dan asam urat.
    Sifat diuretik yang dimiliki seledri juga akan membantu dalam menghilangkan kristal asam urat dari seluruh sendi-sendi tulang, dan juga bermanfaat cukup efektif untuk penyakit batu ginjal.
  4. Bekerja sebagai anti kanker
    Menurut riset dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard, Amerika, seledri efektif untuk melawan kanker ovarium.
    Seledri mengandung beberapa senyawa anti kanker. Senyawa phthalides dan poliasetilen dalam seledri membantu dalam mendetoksifikasi karsinogen (pencetus kanker). Selain itu, ada juga senyawa kumarin yang membantu dalam mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Senyawa asetylenics dan asam fenolik juga membantu mencegah pertumbuhan sel tumor berkembang semakin parah ke arah kanker.
    Apigenin dan luteolin, dua tipe flavonoid yang juga terkandung di dalam seledri dapat membantu menurunkan resiko terkena penyakit kanker dan penyakit jantung.

  5. Membantu treatmen penyakit stroke dan parkinson
    Hasil studi di Universitas Suzhou, Cina yang diterbitkan dalam Neuroscience Letter pada Mei 2010 menyebutkan bahwa seledri memiliki efek positif untuk menurunkan kerusakan saraf akibat penyakit parkinson dan stroke.

  6. Membantu dalam treatmen penyakit Alzeimer
    Mengkonsumsi seledri dapat menghambat dan memperlambat perkembangan penyakit Alzeimer. Hal ini sesuai dengan hasil studi yang dilakukan di Pusat Sekolah Medis Harvard, Amerika, yang juga telah diterbitkan dalam Jurnal Neuroscience pada Juni 2010. Studi tersebut menyatakan bahwa seledri mengandung senyawa efektif yang dapat melindungi sel saraf manusia.

  7. Minyak seledri sebagai obat
    Seluruh bagian sayur seledri bisa dimanfaatkan sebagai obat. Menurut hasil penelitian di Jerman dan Cina pada tahun 1970-1980, minyak seledri mempunyai efek yang berkerja cukup baik pada sistem saraf pusat. Minyak seledri memiliki efek menenangkan pada sistem saraf dan sering digunakan sebagai minyak aromaterapi.

    Selain bermanfaat sebagai obat untuk kesehatan tubuh manusia, seledri juga bermanfaat untuk kesehatan rambut dan kulit. Untuk rambut, seledri dikenal mampu mencegah kebotakan dan menstimulasi pertumbuhan rambut (artikelnya bisa dibaca di sini). Sementara untuk kulit, antioksidan yang terkandung dalam seledri diyakini dapat mencegah timbulnya kerutan pada kulit wajah dan melindungi elastis dan kekencangan kulit wajah.

    Tak ketinggalan pula, ternyata seledri juga bermanfaat untuk menghilangkan bau mulut yang kurang sedap, menjaga kesehatan area mulut dan gigi. Seledri akan merangsang produksi air liur sehingga mampu melumpuhkan aktivitas kuman yang dapat menyebabkan gigi berlubang.


  8. Menurunkan resiko peradangan otak
    Semakin bertambahnya usia manusia maka akan semakin besar resiko terjadinya peradangan di otak. Seledri mengandung Luteolin yang mampu menurunkan resiko peradangan di otak.

    Luteolin berperan untuk mencegah hilangnya memori (mengurangi resiko kepikunan) akibat adanya peradangan di otak.

  9. Memiliki sifat diuretik
    Seledri memiliki sifat diuretik karena adanya kalium dan sodium yang terkandung di dalamnya. Kalium dan sodium ini akan merangsang produksi urine dan mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh.
    Efek diuretik seledri juga membantu dalam memecah dan membuang batu ginjal dan batu empedu.

  10. Bertindak sebagai pencahar alami
    Karena adanya kandungan serat dan air di dalamnya, maka seledri juga dapat bertindak sebagai pencahar alami. Seledri memiliki sifat laksatif (pencahar), dengan demikian seledri bermanfaat dalam mengatasi konstipasi (sembelit).

  11. Membantu mengatasi insomnia
    Mineral basa (alkali) dalam seledri memiliki efek menenangkan pada sistem saraf dan membantu mengurangi stres dan kecemasan. Efek ini akan sangat bermanfaat bagi para penderita insomnia (gangguan susah tidur).
    Kandungan mineral basa dalam seledri juga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan PH darah.

  12. Kaya elektrolit
    Seledri kaya akan elektorlit sehingga seledri dalam bentuk jus juga dapat berfungsi sebagai minuman elektrolit. Hal ini juga bermanfaat untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh selama diare.

Seledri juga enak dikonsumsi dalam bentuk jus seledri. Temukan resep jus seledri yang enak dan bermanfaat bagi kesehatan di sini.

Apakah Seledri aman untuk dikonsumsi oleh Ibu hamil?

Beberapa kelangan menyebutkan bahwa seledri tidak aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Benarkah demikian?

Seledri merupakan jenis sayuran yang sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Mengkonsumsi sayur seledri dapat membantu ibu hamil mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi yang berasal dari sayur-sayuran. Manfaat utama seledri untuk ibu hamil adalah bisa membantu mengatasi masalah wasir dan sembelit (susah buang air besar) semasa kehamilan. Kandungan serat yang cukup tinggi di dalam seledri sangatlah baik untuk menyehatkan pencernaan ibu hamil. Selama masa kehamilan, ibu membutuhkan sekitar 28 gram serat per hari.

Sayuran seledri bukanlah pantangan makanan bagi ibu hamil. Meskipun begitu, ada bagian tertentu dari seledri yang ternyata tidak aman untuk ibu hamil, yaitu, biji seledri. Biji seledri bisa ditemukan pada bunga tanaman seledri. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa biji seledri mengandung zat tertentu yang tidak aman dikonsumsi oleh wanita hamil karena dapat mengakibatkan pendarahan dan kontraksi rahim yang dapat menyebabkan keguguran. Minyak seledri yang terbuat dari biji seledri banyak digunakan sebagai obat penenang. Jenis minyak seledri yang terbuat dari biji seledri sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.

Jadi, sudah jelas sekarang bahwa bagian seledri yang tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil adalah biji seledri. Sementara sayur seledri yang banyak kita gunakan dalam jenis masakan sehari-hari, aman dan boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2011


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

2 thoughts on “12 Manfaat dan Khasiat Sayur Seledri

  1. yunie

    ∂ķΰ pengkonsumsi daun seledri setiap нαяϊ,,∂ķΰ bikin dlm bentuk jus,,∂ķΰ penderita hipertensi,,ada byk manfaatnya,,Dan sayuran ini cukup membantu

  2. faiz

    Saya sering hipertensi,tekanan darah biasanya diatas 140/90 sudah satu minggu ini saya konsumsi daun seledri mentah (buat lalap saat makan) baik pagi, siang maupun malam (sekali konsumsi kira-kira 2 batang) dan hasilnya cukup mengagumkan,,saya cek tiap hari tensi saya tidak pernah lebih dari 135/85,,cuman ada pertanyaan dalam benak,,apa kalo seledri di konsumsi nya tiap hari selama bertahun2 punya efek negatif,,barang kali ada yg bisa sharing,,terimakasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: