Asam Folat Penting Untuk Kesehatan
Asam folat akhir-akhir ini menjadi sangat popular, terutama di kalangan ibu hamil. Ya, zat ini memang dibutuhkan dan sangat penting untuk kesehatan. Tak hanya bagi ibu hamil, ternyata asam folat juga amat penting dan bermanfaat bagi semua orang, baik pria maupun wanita, dan semua usia, baik tua maupun muda. Nah, kamu mau tahu apa saja keistimewaan dan manfaat dari asam folat? Yuk, simak dan cari jawabannya dalam tulisan kami kali ini.
- Apa sih asam folat?
- Mengapa asam folat sangat penting untuk Ibu hamil?
- Lalu, tahukah kamu seberapa banyak asam folat yang perlu diasup oleh ibu hamil?
- Ibu pernah melahirkan bayi dengan kondisi cacat saraf tulang belakang.
- Suami istri memiliki masalah (kelainan) saraf tulang belakang.
- Ibu memiliki penyakit celiac, diabetes, anemia sel sabit, atau thalassemia.
- Ibu mengkonsumsi obat epilespi.
- Sumber-sumber asam folat bisa diperoleh dari mana saja?
- Kacang-kacangan, misalnya : kacang hijau 0.031 mg/100 g, kacang merah 0.036 mg/100 g, kacang mete 0.068 mg/100 g
- Buah-buahan : jeruk (jus jeruk segar ½ cangkir mengandung 0.055 mg asam folat), melon, alpukat (avocado), pepaya, beri, tomat, anggur, pisang (dalam 1 buah pisang mengandung 0.024 mg asam folat)
- Susu kedelai, tepung kedelai 0.41 mg /100 g, susu (1 cangkir mengandung 0.012 mg asm folat)
- Sayur-sayuran , sayuran hijau seperti bayam, selada, buncis lobak, sawi, kubis, jagung, kentang, bit, bawang, paprika merah, kol, kembang kol, brokoli 0.86 mg /100 g, asparagus 0.154 mg/100 g asparagus kaleng, daun mint 0.128 mg /100 g, daun peterseli 0.111 mg/100 g, caisim 0.092 mg/100 g, jamur 0.050 mg/100 g
- Hati ayam 1.350 mg /100 g (makanan paling tinggi kadar asam folatnya), hati kambing 0.267 mg /100 g, kuning telur ayam (1 butir mengandung 0.023 mg asam folat)
- Biji-bijian misalnya : gandum 0.338 mg/100 g, biji bunga matahari 0.229 mg /100 g, biji wijen 0.099 mg/100 g
- Makanan sehari-hari yang difortifikasi asam folat seperti sereal, roti, tepung, pasta, cornflake, beras, havermut
- Siapa saja sih yang membutuhkan asam folat ?
- Ibu hamil (termasuk wanita yang berencana hamil)
- Wanita yang ingin hamil namun pernah menggunakan obat-obatan untuk penyakit Epilepsy, diabetes, radang sendi (Rheumatoid arthritis), psoriaris, radang usus
- Wanita yang sakit ginjal, liver, dan kecanduan alcohol
- Bayi dan janin (penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya)
- Semua orang termasuk pria dan wanita karena berfungsi sebagai penangkal racun (toxic) dalam tubuh, sehingga bisa menurunkan resiko terkena penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi.
Bahkan para ahli berpendapat bahwa asam folat mampu mencegah terjadinya berbagai macam kanker, Alzheimer, kehilangan daya pendengaran karena usia, memiliki daya kerja protektif terhadap kanker usus besar (kanker kolon).
- Berbahayakah bila terlalu banyak mengonsumsi asam folat?
Asam folat (folic acid) merupakan salah satu vitamin yang ada dalam berbagai jenis bahan makanan. Asam folat sebenarnya merupakan vitamin B9 (salah satu vitamin B kompleks) yang membantu tubuh dalam membuat sel-sel baru, membantu tubuh memproduksi DNA dan RNA tubuh.
Sifatnya yang larut air membuat asam folat tidak bisa disimpan lama di dalam tubuh, karena setelah diserap tubuh akan terbawa keluar bersama urin.
Asam folat sangat penting untuk kesehatan salah satunya kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung. Menurut salah satu hasil riset di Amerika, trimester pertama kehamilan merupakan fase pembentukan system saraf pusat janin, termasuk otak dan sumsum tulang belakang.
Dan pada masa kehamilan, kebutuhan tubuh akan asam folat meningkat. Hal ini karena asam folat berguna dalam proses metabolism tubuh, produksi heme untuk menghasilkan hemoglobin.
Namun, faktanya di masa-masa awal pertumbuhan janin ini (trimester pertama) banyak wanita yang belum menyadari bahwa dirinya sedang hamil (biasanya kehamilan baru disadari setelah minggu ke-5 atau ke-6).
Kekurangan (deficiency) asam folat selama kehamilan dapat menyebabkan bayi /janin mengalami anencephaly (otak janin tidak terbentuk) dan spina bifida , suatu Neural Tube Defects (NTDs) yaitu adanya celah pada tulang belakang karena gagal tertutupnya tabung saraf tulang belakang pada hari ke-38 pasca konsepsi (pembuahan). Resiko NTDs dapat dikurangi hingga 80 % dengan konsumsi asam folat yang cukup sebelum dan selama kehamilan.
Spina Bifida merupakan suatu masalah tulang belakang, dimana saraf-saraf yang mengontrol fungsi gerak dan fungsi-fungsi tubuh lainnya tidak berjalan dengan sempurna. Anak-anak yang mengalami spina bifida ini akan memiliki kecacatan seumur hidup, dan mereka juga membutuhkan banyak tindakan operasi selama hidupnya.
Anencephaly merupakan suatu kelainan dimana sebagian besar atau seluruh otak tidak dapat berkembang. Bayi yang memiliki kelainan ini akan mati sebelum atau segera setelah lahir.
Asam folat juga membantu dalam pembentukan sel-sel otak bayi. Asupan asam folat yang tidak cukup bisa menyebabkan cacat bawaan pada janin, anak menderita keterbelakangan mental, ukuran otak kecil, atau meninggal sesaat setelah dilahirkan.
Asam folat juga mampu menjaga sel-sel darah dalam tubuh kita tetap sehat, dan apabila kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik (kekurangan sel-sel darah merah berukuran besar).
Konsumsi asam folat selama 12 minggu pertama kehamilan juga mampu menurunkan kadar homocystein. Ini sangat berguna untuk mencegah terjadinya pre-eklampsia (pre-eclamsia). Menurunnya kadar hormocystein juga bisa mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah.
Sangat disayangkan dan amat beresiko bila wanita hamil mengalami kekurangan asam folat pada masa-masa penting pertumbuhan bayi /janin. Untuk itu, wanita hamil atau berencan ingin hamil harus memiliki asupan asam folat yang cukup sebelum dan selama kehamilannya.
Ibu hamil perlu mengasup asam folat sebanyak 0.4 – 0.8 mg per hari. Ini ternyata juga berlaku bagi wanita yang tidak/belum hamil.
Di Amerika, wanita yang tidak hamil pun juga perlu mengasup 0.4-0.8 mg asam folat setiap harinya, agar jika sewaktu-waktu terjadi kehamilan (kehamilan yang tidak terencana), kondisi Ibu sudah siap dan memiliki cadangan asam folat yang cukup. Asam folat bisa bertahan sebagai cadangan dalam tubuh selama sekitar 100 hari.
Asam folat perlu diasup ibu hamil setiap harinya selama kehamilan dan setelah bayi dilahirkan pada masa-masa menyusui. Selama kehamilan dan masa menyusui kurang lebih 0.05 mg asam folat hilang per harinya, antara lain ke dalam air susu ibu.
Wanita yang memiliki bayi atau keluarga dengan masalah NTDs atau Anencephaly perlu mengasup asam folat sebanyak 10 kali lipat dosis normal, yaitu 4 mg asam folat per hari, bila merencanakan untuk hamil kembali. Peningkatan dosis ini bertujuan untuk semakin menurunkan resiko cacat pada bayi yang akan dilahirkan nanti. Dan memang disarankan bagi wanita yang beresiko cukup tinggi melahirkan bayi dengan kondisi cacat saraf tulang belakang untuk mengasup asam folat 4 sampai 5 mg per hari. Dan untuk dosis setinggi itu pun juga harus berdasarkan resep dokter. Kondisi seperti apa saja yang beresiko cukup tinggi tersebut?
Dosis asam folat pada orang dewasa sekitar 0.4 mg per harinya.
Vitamin asam folat ini bisa diperoleh langsung dari sumber-sumber pangan (berupa gandum, sereal,roti, kelapa, ragi), dan bisa juga diperoleh dari pil-pil vitamin suplemen asam folat. Sertakan susu saat mengasup asam folat, untuk memaksimalkan penyerapannya.
Beberapa makanan yang tinggi kandungan asam folatnya antara lain :
Memasak sumber makanan yang mengandung asam folat juga harus diperhatikan. Usahakan jangan dimasak terlalu lama, karena sekitar 80-90 % asam folat dalam bahan makanan akan hilang selama proses pemanasan ketika dimasak.
Asam folat sangat penting untuk kesehatan, dan dibutuhkan oleh :
Terlalu banyak asam folat sampai melebihi 1000 mikrogram per hari juga tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan kerusakan saraf bagi mereka yang kurang asupan vitamin B12 (kadar vitamin B12 dalam tubuh rendah).
Orang-orang yang beresiko kekurangan asupan vitamin B12 antara lain : orang yang berusia 50 tahun ke atas, orang yang tidak makan daging, telur, atau produk olahan susu.
Lalu, bagaimana cara mencukupi kebutuhan vitamin B12 pada orang vegetarian? Salah satu jalan alternatifnya adalah orang vegetarian perlu menambah asupan vitamin B12 dari produk supplement vitamin B12.
Dengan kata lain, konsumsi asam folat juga harus disertai dengan konsumsi vitamin B12. Oleh karena itu, konsumsilah bahan makanan yang mengandung vitamin B12, seperti daging, susu, telur sebanyak dua kali seminggu amat penting untuk mencegah kerusakan otak dan sel-sel saraf.
Nah, kamu sudah tahu apa saja keistimewaan dan manfaat asam folat bagi kesehatan tubuh? Jadi, jangan ragu lagi untuk melengkapi menu harian kamu dengan makanan-makanan yang mengandung asam folat. Semoga bermanfaat.







3 Comments
trims buat artikelnya yg padat dan menarik.
ditunggu lagi tulisannya ttg kehamilan..
Berguna sekali buat saya dan istri saya yang sedang hamil 2 bulan sekarang.
[...] Fungsi : Vitamin B12 memegang peranan yang amat vital dalam pembentukan sel-sel darah, kesehatan fungsi system saraf, dan juga diperlukan tubuh bersamaan dengan penggunaan asam folat. Konsumsi asam folat dalam jumlah yang cukup besar tanpa dibarengi dengan konsumsi vitamin B12 akan sangat berbahaya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Asam folat dan vitamin B12 ini, Anda dapat membaca artikel saya di sini. [...]
[...] 6. Vitamin B9 (Asam Folat) Anda tentu sudah mengenal Asam folat bukan? Untuk memperkaya informasi Anda tentang asam folat Anda bisa membaca artikel Asam Folat Penting Untuk Kesehatan [...]