Informasi dan Tips – informasitips.com

Amankah Mengonsumsi Telur Setiap Hari Selama Hamil?

informasitips.com – Telur merupakan bahan makanan yang mudah didapat dan terbilang praktis untuk dimasak. Tak perlu repot mengolah telur, cukup dimasak dengan cara direbus, digoreng, atau didadar, Anda sudah bisa langsung menyantap dan menikmati telur.

Karena praktis dan mudah didapat, banyak orang menjadikan telur sebagai makanan favorit yang selalu ada dalam menu makan sehari-hari. Termasuk bagi ibu yang sedang hamil, banyak juga yang menjadikan telur sebagai makanan yang paling sering dikonsumsi selama hamil.

Lantas, apakah boleh ibu hamil mengonsumsi telur setiap hari? Boleh-boleh saja. Namun, ada resiko yang juga perlu diperhatikan. Telur (khususnya bagian kuning telur) sangat tinggi kandungan kolesterol. Dalam satu butir telur ukuran sedang (berat 44 gram) terkandung sekitar 186 mg kolesterol. Sementara, batasan kolesterol yang boleh dikonsumsi orang dewasa per hari adalah kurang dari 300 mg kolesterol. Bila 1-2 butir telur dikonsumsi setiap hari oleh ibu hamil, dikhawatirkan akan melebihi kebutuhan kolesterol harian yang dianjurkan per hari, terlebih bila jenis makanan lainnya yang dikonsumsi ibu hamil juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Tapi, bila Ibu hamil bisa menjaga asupan kolesterol hariannya tidak melebihi batas yang dianjurkan, maka konsumsi 1 butir telur per hari masih diperbolehkan. Bila tidak bisa, sebaiknya konsumsi telur dibatasi 3-4 kali dalam seminggu.

Makan Telur setiap hari selama Hamil

Wanita hamil dengan kadar kolesterol yang normal juga boleh mengonsumsi 1 atau 2 butir telur (utuh) per hari. Sementara, bila kadar kolesterol dalam tubuh wanita hamil cukup tinggi, sebaiknya hindari mengonsumsi bagian kuning telur, makanlah bagian putih telurnya saja.

Manfaat konsumsi telur selama hamil

Dalam telur terkandung sejumlah zat gizi penting yang diperlukan dan bermanfaat bagi kehamilan. Telur kaya akan kandungan protein, lemak, mineral seperti selenium, seng (zinc), vitamin A, B Kompleks, dan vitamin D. Telur juga mengandung kolin yang sangat bagus untuk mendukung tumbuh kembang otak janin.

Berikut beberapa manfaat penting mengonsumsi telur selama hamil:

  • Telur mengandung protein yang amat penting bagi kehamilan. Protein sangat penting untuk membangun plasenta. Protein juga diperlukan untuk mendukung setiap tahapan tumbuh kembang sel-sel tubuh bayi dalam kandungan. Setiap sel tubuh bayi yang sedang tumbuh tersusun atas protein. Dan, selama masih dalam kandungan sel-sel tubuh bayi bertumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Oleh karena itulah butuh asupan protein yang cukup tinggi untuk mengimbangi tumbuh kembang sel tubuh bayi yang berlangsung cepat tersebut.

    Selama kehamilan, wanita harus mengkonsumsi antara 90 dan 110 gram protein setiap hari. Dan, dalam satu butir telur ukuran sedang (44 gram) terkandung sekitar 6 gram protein. Makan telur setiap hari, misalnya saat sarapan atau makan siang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian yang diperlukan ibu hamil.

  • Telur bermanfaat bagi otak bayi. Telur mengandung lebih dari 12 vitamin dan mineral yang penting dan menyehatkan. Telur juga kaya akan kolin, yaitu zat yang sangat bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang fungsi dan kesehatan otak bayi. Kolin juga berperan dalam mencegah timbulnya cacat tabung saraf janin. Makan 1 butir telur per hari dapat memenuhi hampir setengah dari jumlah kebutuhan harian kolin yang disarankan. Selain telur, bahan makanan lainnya yang tinggi kandungan kolin adalah hati sapi dan hati ayam.

    Beberapa telur juga mengandung asam lemak omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan otak dan penglihatan (mata) bayi. Oleh karena itu, dianjurkan bagi ibu hamil untuk lebih memilih telur yang mengandung omega 3 (biasanya tertulis pada kemasan).

  • Telur mengandung kalori yang diperlukan untuk menunjang kesehatan ibu hamil dan bayi dalam kandungan. Dalam satu butir telur ukuran sedang (44 gram) terkandung sekitar 70 kalori. Wanita hamil harus mengonsumsi sekitar 200-300 tambahan kalori per hari. Sehingga, konsumsi 1-2 butir telur per hari dapat membantu ibu hamil dalam memenuhi kecukupan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan.

Cara mengetahui apakah telur masih bagus atau tidak

Meskipun bermanfaat, Anda tetap harus berhati-hati dalam memilih telur yang akan dikonsumsi. Terlebih di masa kehamilan, dimana segala makanan yang masuk ke dalam tubuh juga akan ikut dimakan oleh bayi. Agar sehat dan aman, konsumsilah telur yang masih bagus dan belum kadaluarsa.

Salah satu ciri telur yang masih bagus dan aman untuk dikonsumsi adalah tidak mengeluarkan bau yang busuk. Selain itu, Anda juga bisa melakukan tes sederhana untuk mengetahui apakah telur tersebut masih bagus atau tidak. Caranya, siapkan mangkuk atau gelas berisi air dingin dengan ketinggian air kira-kira dua kali tinggi telur. Setelah itu, masukkan telur ke dalamnya, tunggu selama kurang lebih 10 detik, dan lihat apakah telur tersebut terapung atau tenggelam. Telur yang masih bagus akan tenggelam di dasar mangkuk/gelas. Sementara, bila telur terapung berarti telur tersebut sudah tidak bagus dan tidak boleh untuk dikonsumsi.

Agar lebih aman dari bakteri, simpanlah telur di dalam lemari es. Saat akan mengonsumsi telur, pilihlah telur yang cangkangnya masih bagus (utuh) dan tidak pecah. Selain itu, saat akan mengonsumsi telur, perhatikan dan cium apakah telur tersebut mengeluarkan aroma/bau yang busuk atau tidak. Telur yang masih bagus tidak akan mengeluarkan bau yang busuk. Sementara telur yang sudah tidak bagus akan mengelurkan bau busuk dan tidak boleh dikonsumsi lagi.

Perhatikan pula bagian putih dan kuning telur. Telur yang masih bagus, bagian putih telurnya jernih seperti gel dan tidak berair, sementara bagian kuning telurnya memiliki batas yang jelas dengan bagian putih telur dan tidak berair.

Telur rebus yang sudah dikupas harus segera dimakan (dihabiskan) dalam waktu 2 jam. Sementara telur rebus yang belum dikupas dapat dihabiskan lebih lama. Peringatan penting yang harus selalu diperhatikan oleh ibu hamil adalah jangan pernah mengonsumsi telur mentah atau setengah matang, karena dapat mengandung bakteri salmonella yang membahayakan kehamilan. Infeksi salmonella dapat menyebabkan kelahiran prematur, kontraksi rahim, dehidrasi, diare dan muntah-muntah pada wanita hamil. Oleh karena itu, pastikan telur yang Anda makan benar-benar dimasak dengan matang.

Referensi informasi nutrisi (kandungan gizi) telur: nutritiondata.self.com



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: