
sumber gambar: www.epa.gov
informasitips.com - Hujan asam terjadi diawali dengan adanya pelepasan senyawa sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke udara. Pelepasan kedua senyawa itu utamanya terjadi melalui dua cara, yaitu oleh peristiwa alam dan aktivitas manusia:
Berbagai aktivitas manusia ternyata memiliki kontribusi yang sangat besar pada peristiwa terjadinya hujan asam. Di Amerika Serikat, generator listrik yang utamanya menggunakan batubara sebagai bahan bakar diketahui melepaskan gas sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke atmosfer. Selain itu, pabrik-pabrik serta pembakaran pada kendaraan bermotor juga diketahui berkontribusi dalam proses terjadinya hujan asam. Gas sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang dilepaskan ke atmosfer tersebut dapat terbawa oleh angin hingga ratusan kilometer, sehingga dampak dari hujan asam akan dirasakan secara lebih luas.
Setelah gas sulfur dioksida dan nitrogen oksida diemisikan ke atmosfer, maka selanjutnya kedua gas tersebut akan bereaksi dengan uap air, oksigen dan senyawa lain untuk membentuk senyawa asam, yaitu asam sulfat dan asam nitrat. Reaksi yang terjadi adalah:
Senyawa asam yang terbentuk di udara akan dikirim ke permukaan Bumi melalui dua cara, cara kering (dry deposition) dan cara basah (wet deposition), dalam bentuk yang beragam. Dry deposition dari senyawa asam sulfat dan asam nitrat ke permukaan Bumi dalam bentuk debu maupun asap, sementara wet deposition akan mengirim senyawa asam dalam bentuk hujan asam, kabut dan salju.
Secara ringkas proses terjadinya hujan asam dapat dilihat pada gambar di bawah ini: