Informasi dan Tips – informasitips.com

Perawatan Spa Saat Hamil, Amankah?

informasitips.com – Rutinitas perawatan diri di spa dan salon-salon kecantikan merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh wanita. Tak salah memang, karena sudah kodratnya wanita suka berdandan dan merawat diri untuk menjaga kecantikan. Selain bermanfaat untuk menjaga kecantikan, berbagai aktivitas di salon dan spa nyatanya juga bisa menjadi hiburan tersendiri untuk kaum wanita. Memang rupiah yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit, namun kebanyakan dari mereka mengaku bahwa perawatan diri di salon dan spa dapat membuat tubuh menjadi lebih segar dan rileks. Karena itu, tak heran banyak wanita rela merogoh kocek dalam-dalam demi melakukan berbagai perawatan ala salon dan spa tersebut.

Bagi wanita yang tidak sedang hamil, mungkin kegiatan ini aman-aman saja. Namun, bagaimana dengan wanita yang sedang hamil? Apakah berbagai macam perawatan di spa aman dilakukan ketika hamil? Simak info pentingnya di artikel ini ya.. Ibu hamil dan wanita yang merencanakan kehamilan, harus baca nih.. :-)

Melakukan perawatan spa selama kehamilan apakah aman?

  1. Hot Tub dan Sauna
    Hot tub dan sauna sangatlah tidak dianjurkan untuk dilakukan saat hamil. Aktivitas tersebut dapat meningkatkan suhu tubuh ibu hamil dan ini tidak aman untuk bayi, karena beresiko mengalami cacat lahir seperti spina bifida (cacat tabung saraf). Penelitian tentang hal ini masih terus berlanjut, dan sampai saat ini berbagai macam hasil penelitian menyarankan agar wanita hamil sebaiknya meninggalkan atau menghindari hot tub dan sauna.
  2. Body wrap
    Body wrap atau melakukan perawatan balut badan dilakukan untuk menghilangkan selulit dan membentuk tubuh agar lebih ramping dan kencang. Namun, kegiatan ini sangatlah tidak boleh dilakukan saat hamil. Body wrap dapat menimbulkan panas pada tubuh ibu hamil. Panas yang dikeluarkan tubuh lewat body wrap idealnya bermanfaat bagi wanita yang tidak hamil (karena bisa membantu membakar bagian-bagian lemak tertentu dalam tubuh). Namun, bagi wanita yang sedang hamil, panas tersebut dapat mengancam keselamatan janin yang dikandung dan meningkatkan resiko cacat tabung saraf pada bayi. Efek lain dari panas tersebut adalah menimbulkan dehidrasi yang juga akan sangat berbahaya untuk ibu hamil dan janin, karena beresiko mengakibatkan terjadinya kelahiran prematur. Selain menimbulkan panas, body wrap termasuk menutupi (membalut) perut sangatlah tidak aman untuk ibu hamil.
  3. Facial
    Pada dasarnya facial boleh saja dilakukan selama kehamilan, dengan catatan facial yang dilakukan tersebut bertujuan untuk relaksasi dan hanya menggunakan bahan-bahan yang alami dan aman. Namun, Anda sebaiknya menghindari facial bila facial yang dilakukan tersebut hanya bertujuan untuk menghilangkan berbagai macam keluhan di kulit seperti jerawat, bintik-bintik atau masalah lainnya. Mengapa? Facial yang dilakukan untuk tujuan itu biasanya menggunakan bahan-bahan kimia yang kemungkinan besar berbahaya bagi janin. Misalnya, kandungan retinoid dalam bahan facial, merupakan bahan yang tidak aman untuk ibu hamil karena dapat memicu terjadinya cacat janin.

    Selain itu, pada saat hamil biasanya kulit wanita menjadi semakin sensitif akibat pengaruh hormonal. Berbagai keluhan di kulit wajah seperti jerawat, bintik-bintik dan lainnya justru alamiah terjadi saat hamil karena pengaruh hormonal ini. Untuk itu, facial selama hamil sebenarnya tidak diperlukan, karena facial tidak akan membawa efek positif apa-apa bagi kulit Anda. Berbagai macam produk dan bahan facial juga dikhawatirkan akan semakin memperparah masalah pada kulit dan menimbulkan reaksi alergi. Karena tidak ada yang bisa menjamin apakah bahan yang digunakan facial aman bagi ibu hamil, untuk lebih amannya facial sebaiknya tidak dilakukan saat hamil.

  4. Perawatan dengan minyak esensial tertentu
    Perawatan di spa banyak menggunakan minyak esensial tertentu, diantaranya adalah minyak esensial dari almond, kemangi, chamomile, kayu manis, cengkeh, adas, cemara, jahe, serai. Beberapa minyak esensial tersebut ada yang menimbulkan efek toksik, menimbulkan kontraksi rahim, dan ada juga yang bisa membuat kulit menjadi semakin sensitif. Aromaterapi sebaiknya tidak dilakukan selama kehamilan trimester pertama yaitu sebelum usia kehamilan menginjka 12 minggu. Karena memiliki resiko yang bisa membahayakan janin.

    Beberapa aromaterapi biasanya menggunakan minyak esensial tertentu dengan bau (aroma) yang justru tidak disukai ibu hamil. Bau dan aroma tersebut bisa menimbulkan rasa mual dan tidak nyaman bagi sebagian ibu hamil. Bila hal ini terjadi, sebaiknya aromaterapi dihindari selama hamil. Untuk itu, bila Anda sedang hamil dan ingin melakukan aromaterapi, sebaiknya terlebih dahulu beritahukan kehamilan Anda kepada aromaterapis yang menangani Anda.

  5. Manicure dan pedicure
    Bisa dibilang, mani pedi merupakan aktivitas spa yang aman dilakukan saat hamil. Namun, pastikan peralatan yang digunakan untuk perawatan kuku tersebut benar-benar bersih, karena jamur pada kuku bisa saja berbahaya untuk Anda. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mencari spa dan salon yang benar-benar bersih.
  6. Waxing
    Waxing selama hamil tidak berbahaya untuk janin. Hanya, terkadang sebagian wanita hamil tidak nyaman dengan aktivitas ini karena menimbulkan rasa nyeri dan sakit. Dan waxing yang dilakukan saat hamil jauh lebih sakit ketimbang dilakukan saat tidak sedang hamil.
  7. Pewarnaan rambut
    Pewarnaan rambut sebenarnya aman dilakukan saat hamil. Meskipun sebagian besar metode pewarnaan rambut menggunakan cat dan bahan-bahan kimia, beberapa ahli meyakini bahwa jumlah zat kimia yang diserap ke dalam tubuh cukup kecil untuk mempengaruhi perkembangan janin. Untuk lebih amannya, tundalah sejenak keinginan Anda untuk mewarnai rambut sampai kehamilan Anda menginjak usia yang cukup aman, yaitu masa trimester kedua.

    Zat kimia dalam bahan pewarna rambut masuk ke dalam tubuh lewat kulit bukan lewat batang rambut. Untuk itu, ada baiknya pula Anda memilih teknik perawatan rambut yang tidak (sedikit) melakukan kontak dengan kulit kepala, misalnya teknik penyorotan atau pengecatan.

  8. Pijat hamil
    Melakukan pijat selama hamil boleh-boleh saja, selama pijat yang dilakukan adalah pijatan yang lembut, mampu memberikan efek relaksasi, memperlancar peredaran darah, dan bukan pijatan yang menekan sekitar area perut. Beberapa salon kecantikan ada yang menawarkan pijat khusus ibu hamil. Hal ini boleh dan aman untuk dilakukan. Para praktisi di salon dan spa tentunya tahu bagaimana pijat yang boleh dilakukan untuk ibu hamil. Bila dilakukan dengan benar, pijat selama hamil yang dilakukan sebanyak 1 – 2 kali seminggu bisa bermanfaat bagus bagi ibu hamil.

    Satu hal yang perlu diperhatikan adalah soal posisi pijat selama hamil. Setelah kehamilan menginjak usia 18 minggu, maka sebaiknya ibu hamil tidak boleh dipijat dalam posisi berbaring datar (telentang), karena rahim yang semakin besar dan berat dapat menekan pembuluh darah vena cava sehingga bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah. Praktisi pijat khusus ibu hamil pastinya tahu bagaimana cara terbaik untuk melakukan pijat selama hamil.

  9. Botox
    Botox selama hamil sebaiknya dihindari. Beberapa ahli berkeyakinan bahwa suntikan botox dapat berbahaya bagi janin.
  10. Tanning
    Tanning sebaiknya tidak diakukan salam hamil. Meski belum ada bukti ilmiah apakah tanning berbahaya untuk janin, namun faktanya tanning tidak bagus untuk ibu hamil. Tanning bisa meningkatkan resiko kanker kulit. Bahkan saat hamil, justru kulit menjadi lebih sensitif terhadap pengaruh sinar Ultar Violet (UV). Wanita hamil lebih rentan mengalami kloasma (kehitaman pada kulit) yang justru semakin parah bila terkena sinar UV.
  11. Pemutih Gigi
    Perawatan untuk memutihkan gigi adalah sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan wanita hamil dan menyusui. Perubahan hormonal selama hamil sering mempengaruhi kondisi jaringan gusi dan dapat memicu terjadinya radang gusi, bengkak, dan bahkan berdarah. Penggunaan bahan-bahan pemutih gigi biasanya akan semakin memperparah kondisi tersebut. Jagalah selalu kebersihan dan kesehatan gigi Anda dengan cara rajin menggosok gigi dan bila perlu melakukan kunjungan ke dokter gigi.

Nah, sekarang sudah tahu kan mana jenis perawatan spa yang aman dan tidak aman dilakukan saat hamil? Ingin tetap tampil cantik selama hamil tentu boleh-boleh saja, namun hendaknya Anda bisa lebih bijaksana dalam memilih jenis perawatan mana yang aman bagi Anda dan bayi Anda. “Puasa” dari beberapa perawatan spa yang jelas-jelas berbahaya bagi Anda dan janin Anda adalah lebih baik dan bijaksana untuk dilakukan sebagai wujud cinta Anda kepada calon buah hati Anda.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

TEMUKAN KAMI DI:

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih