Keuntungan Menjadi Pribadi Introvert

informasitips.com – Introvert kerap menjadi korban dari kesalahpahaman banyak orang yang berpikir bahwa tidak baik untuk menjadi pemalu dan pendiam. Padahal, orang introvert tidak melulu berperilaku pemalu dan pendiam, mereka malah lebih mampu untuk berpikir analitis dan lebih bisa untuk bersikap simpati atau bahkan empati terhadap keadaan orang lain.

Bagi pribadi introvert, hal-hal tersebut tidak jarang membuat mereka berpikir untuk bisa berubah menjadi pribadi yang lebih ekstrovert. Hal itu didasari atas pikiran mereka yang seolah setuju oleh pendapat mayoritas bahwa menjadi introvert tidaklah menguntungkan, malah lebih banyak ruginya dan terkesan negatif. Jika Kamu introvert, maka mulai sekarang setop untuk berpikir seperti itu, ada banyak keuntungan yang dimiliki oleh seseorang yang menjadi pribadi introvert.

Berikut ini beberapa keuntungan menjadi pribadi introvert yang perlu Kamu ketahui:

– Pribadi introvert memilih kata-kata yang keluar dari mulutnya dengan seksama, sehingga lawan bicaranya dapat dengan mudah mengerti apa yang si introvert maksudkan. Tidak hanya itu, dengan kemampuan yang dimilikinya itu, pribadi introvert akan memiliki lebih kecil kemungkinan untuk termakan oleh kata-katanya sendiri, karena dia sepenuhnya menyadari arti ungkapan mulutmu harimaumu.

– Dia yang introvert memiliki imajinasi yang lebih kaya, karena mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berpikir ke dalam ketimbang ke dunia luar. Si introvert juga lebih bisa untuk mengakses pikirannya yang terdalam dalam rangka menggali ide-ide terkait situasi yang dialaminya, oleh karena itu tidak heran jika mereka yang introvert seringkali merupakan pribadi yang kreatif.

– Orang-orang introvert pada umumnya memiliki kemampuan yang sangat baik untuk fokus. Hal itu tentu sangat menguntungkan untuk bisa menyelesaikan tugas apapun, terutama tugas yang membutuhkan konsentrasi dalam jangka waktu yang cukup lama.

– Orang introvert pada umumnya lebih banyak mendengar daripada berbicara. Mereka seolah-olah tahu alasan kenapa Tuhan menciptakan manusia dengan 1 mulut dan 2 telinga. Oleh karenanya, pribadi introvert dapat menjadi pendengar yang baik bagi lawan bicaranya.

– Pribadi introvert dapat diandalkan untuk bisa dipercaya. Kecenderungan yang dimiliki si introvert untuk bisa menjadi pendengar yang baik akan membangun kepercayaan yang tinggi pada orang-orang di sekitarnya, sehingga kerap kali banyak pemimpin atau atasan yang menaruh kepercayannya pada bawahannya yang introvert.

– Kebanyakan introvert cenderung untuk berpikir lebih dalam akan sesuatu hal sebelum dia bertindak. Meski begitu, ada juga introvert yang dapat berlaku spontan, cepat bertindak tanpa harus berpikir dahulu secara mendalam.

– Mereka yang introvert cenderung bersikap untuk mengamati banyak hal, baik itu mengamati lingkungan alam maupun lingkungan sosial di sekitarnya. Mereka tidak hanya sekedar mengamati, namun juga memikirkannya dengan tujuan untuk mengambil manfaat atau sekedar senang memikirkan suatu hal untuk menyibukkan pikiran. Hal tersebut sangat baik untuk menjaga aktivitas sel-sel neuron di otak, namun jika segala hal diamati dan dipikirkan agaknya hal itu malah akan banyak menyita waktu si introvert dan tentu saja akan merugikan dia.

– Introvert yang seorang pengamat dapat diandalkan untuk menilai risiko dari suatu hal. Bagi perusahaan, hal itu tentu sangat dibutuhkan, pengenalan terhadap berbagai risiko yang terkait dengan kegiatan suatu perusahaan adalah angkah awal yang dapat diambil untuk menghindari kerugian dan memaksimalkan keuntungan.

– Introvert dapat menjadi pemimpin yang baik, penuh akan pemikiran (atau ide-ide) dan dapat berpikiran terbuka. Hal itu tentu berlawanan dengan anggapan banyak orang, karena pada umumnya mereka yang introvert, yang notabene tampak pemalu dan pendiam, sering dianggap tidak dapat menjadi seorang pemimpin. Hal itu memang wajar terjadi, karena dari sisi kharisma, ekstrovert masih lebih unggul daripada introvert. Namun, memimpin itu tidak melulu soal kharisma, seringkali pemikiran yang bernas dan terbuka justru banyak dibutuhkan dalam memimpin banyak orang. Fleksibilitas seorang pemimpin dan kecakapan dalam membaca situasi adalah dua hal penting yang dimiliki introvert dan sangat diperlukan dalam mengambil suatu keputusan yang penting untuk menangani dan memecahkan masalah, sementara ekstrovert kerap bersikap impusif dalam mengambil suatu keputusan.

Loading...

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>