Fungsi Lisosom, Alat Pencernaan Bagi Sel

informasitips.com – Salah satu organel yang ada di dalam sel adalah lisosom. Lisosom merupakan tipe organel yang terikat di membrane sel, dan terdapat di hampir semua sel hewan. Organel ini memiliki ukuran kira-kira 50 nanometer hingga 1 mikrometer. Lisosom berbentuk seperti bola yang memiliki membrane terluar tunggal yang tersusun atas dua lapisan fosfolipid dan mengandung asam hidrolase yang merupakan suatu enzim yang mampu memecah makromolekul.

Fungsi Lisosom

Berikut ini beberapa fungsi lisosom yang penting bagi keberlangsungan hidup sel:

Organel ini memiliki peranan khusus yang membantu berjalannya fungsi suatu sel. Lisosom merupakan suatu kantong yang terisi oleh cairan yang mengandung berbagai macam enzim, sehingga karenanya sel dapat memproses nutrisi yang dimilikinya. Boleh dibilang, lisosom berfungsi sebagai alat cerna bagi sel sehingga sel itu bisa mendapatkan manfaat dari nutrisi yang tersedia.

Lisosom akan berada mengambang di dalam sitoplasma hingga peranan mereka dibutuhkan untuk mencerna nutrisi yang diterima sel. Saat nutrisi masuk ke dalam sel, lalu lisosom akan menempel dan melepaskan enzim yang terkandung di dalamnya. Enzim tersebut akan memecah nutrisi yang berupa molekul kompleks, seperti gula kompleks dan protein, untuk kebutuhan sel mendapatkan energi. Dalam hal ini, lisosom berperan dalam memecah material yang berasal dari luar sel, atau disebut juga dengan heterofagi.

Bagaimana jika nutrisi tidak tersedia untuk dicerna oleh sel? Pada saat itu, lisosom tetap akan menjalankan fungsinya dalam memecah molekul, namun yang dipecah bukan nutrisi yang berasal dari makanan, melainkan organel-organel sel itu sendiri, sehingga sel tetap mendapatkan energi. Hal itu disebut juga dengan autofagi (memecah material yang berasal dari dalam sel).

Selain itu, lisosom juga bertanggung jawab dalam proses penghancuran sel setelah sel itu mati, atau disebut juga dengan autolisis.

Proses Pembentukan Lisosom di Dalam Sel

Sebagai organel sel, lisosom dibuat oleh organel sel yang lain, yaitu badan golgi. Sedangkan enzim yang terkandung di dalam lisosom merupakan produk yang dihasilkan oleh retikulum endoplasma kasar. Setelah enzim-enzim tersebut diproduksi oleh reticulum endoplasma, maka selanjutnya akan dikirim ke badan golgi. Di badan golgi, enzim-enzim tersebut dipaketkan ke dalam suatu vesikel yang kemudian disebut sebagai lisosom, dan kemudian dilepaskan ke dalam sitoplasma sel. Lisosom akan berada di sitoplasma hingga nanti peran mereka dibutuh dalam proses autofagi maupun heterofagi.

Apa Pentingnya Lisosom bagi Sel?

Lisosom memang bekerja sebagai alat cerna bagi sel, karena di dalam lisosom mengandung berbagai macam enzim yang dapat memecah makromolekul. Jika saja berbagai macam enzim itu tidak dibungkus ke dalam lisosom, maka yang terjadi adalah bencana bagi sel itu, karena enzim-enzim tadi dapat memecah organel-organel atau komponen sel lain yang ada di sitoplasma sel. Itulah pentingnya mengapa lisosom harus ada bagi sel, karena dia membungkus enzim dengan membran dan baru akan mencerna saat dibutuhkan oleh sel.

Bagikan artikel:

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>