Informasi dan Tips – informasitips.com

Pentingnya Vitamin K Bagi Tubuh

informasitips.com – Pernah mendengar penyakit hemofili? Yah, hemofili adalah penyakit dimana darah sukar membeku yang diprediksi akibat kekurangan vitamin K atau karena faktor keturunan. Meski vitamin yang satu ini dibutuhkan dalam jumlah rendah dan seringkali disepelekan, namun ternyata berperan penting bagi kehidupan. Lalu bagaimana cara memenuhi kebutuhan vitamin K? dan Apa saja peranan vitamin K untuk tubuh kita?



Sumber Makanan yang Kaya Vitamin K

Sebenarnya vitamin K bisa diproduksi oleh mikroorganisme yang hidup di dalam usus kita secara simbiosis mutualisme. Namun penggunaan vitamin K dari mikroorganisme ini masih belum dapat dipastikan.

Vitamin K bisa kita dapatkan dari konsumsi makanan hewani dan nabati. Sumber vitamin K dari nabati, utamanya sayuran hijau cenderung lebih baik daripada dari makanan hewani.

Berikut makanan yang mengandung vitamin K:

sumber makanan kaya vitamin K

Kebutuhan vitamin K harian sekitar 150-500 μg. Kebutuhan ini meningkat untuk penderita demam berdarah, bayi, dan orang yang sering mengkonsumsi antibiotik oral karena hal tersebut dapat menyebabkan berkurangnya flora baik dalam usus yang dapat memproduksi vitamin K.

Manfaat vitamin K bagi tubuh

vitamin K

Fungsi utama dari vitamin K adalah membekukan darah dengan menjadi kofaktor reaksi karboksilase glutamate menjadi gama karboksi glutamate pada proses aktivasi beberapa protein untuk faktor pembekuan II, VII, IX, X. Kekurangan vitamin K akan membuat darah sukar membeku karena protein yang berfungsi untuk proses pembekuan tidak tersintesis. Melalui efek pembekuan darah, vitamin K berperan dalam pencegahan serangan jantung dan stroke. Hal ini dikarenakan vitamin K dapat mengurangi pengerasan pembuluh darah yang diakibatkan timbunan plak kalsium.

Vitamin K dapat menyehatkan tulang dengan cara memacu kerja osteokalsin (protein tulang). Selain itu asam gamma karboksi glutamate dapat menarik kalsium sehingga tulang menjadi kuat, keras dan padat.

Ternyata vitamin K adalah distributor elektron pada proses redoks dalam jaringan (sel). Proses redoks tersebut mensintesis ATP (calon energi) sehingga defisiensi vitamin K dapat membuat tubuh kekurangan ATP yang berujung pada rasa lemah dan lesu.

Berdasarkan hasil riset-riset terbaru vitamin K berfungsi sebagai anti penuaan yang efektif melebihi vitamin E. Selain itu vitamin ini juga berfungsi mencegah penyakit Alzheimer dan mengontrol kadar gula darah.

Setelah mengetahui peran penting vitamin K dalam kehidupan maka kita tidak boleh menyepelekannya. Akibat kekurangan vitamin ini sangat fatal yaitu darah tidak bisa menggumpal. Jika kekurangan vitamin K terjadi pada ibu hamil atau bayi, maka bisa berujung pada kematian.

Akibat terlalu banyak (kelebihan) vitamin K

Hingga saat ini, kasus keracunan akibat terlalu banyak (kebanyakan) vitamin K cukup jarang terjadi. Meskipun begitu, beberapa akibat yang bisa timbul akibat terlalu banyak vitamin K adalah timbulnya keluhan mati rasa dan kesemutan. Kasus terlalu banyak vitamin K biasanya terjadi pada mereka yang mengkonsumsi suplemen vitamin K, bukan mendapatkan vitamin K dari sumber alami.

Selain itu, ada juga jenis-jenis vitamin K yang ternyata menimbulkan efek negatif bila diasup terlalu banyak.

Ada tiga bentuk vitamin K. Vitamin K1 (disebut juga filokuinon), vitamin K2 (disebut juga menakuinon), dan vitamin K3 (disebut juga menadion atau menafton)

Terlalu banyak vitamin K1 biasanya tidak menimbulkan efek negatif yang cukup serius. Sementara terlalu banyak vitamin K3 dapat menimbulkan dampak negatif berupa keluhan nyeri dada, sesak nafas, dan mati rasa pada kaki dan tangan. Beberapa orang juga bisa mengalami reaksi alergi secara tiba-tiba akibat terlalu banyak vitamin K3. Reaksi alergi yang timbul bisa cukup ringan sampai ke taraf yang agak parah, mulai dari reaksi gatal-gatal, sulit bernafas, susah menelan, dan kulit menjadi pucat. Untuk reaksi alergi yang cukup parah tentu memerlukan pertolongan medis untuk mencegah agar reaksi tidak berkembang menjadi komplikasi yang bisa membahayakan nyawa, seperti shock anapilatik.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *