Informasi dan Tips – informasitips.com

Puasa Bagi Penderita Diabetes

informasitips.com – Puasa Ramadhan adalah kewajiban umat Islam. Gula darah orang yang berpuasa cenderung menurun sehingga menjadi permasalahan tersendiri bagi penderita diabetes. Tentunya umat islam yang menderita penyakit ini ingin merasakan indahnya ibadah puasa.

Pertanyaannya, bolehkah penderita diabetes berpuasa? Dan bagaimana cara menjalankan ibadah puasa bagi penderita diabetes?

Metabolisme Tubuh
Pada orang normal, puasa akan menurunkan kadar insulin darah. Insulin adalah hormon yang berperan mengubah glukosa darah menjadi energi dan menyimpan kelebihan gula darah di hati dan jaringan bawah kulit dalam bentuk glikogen. Karena gula darah menurun, maka tubuh mengeluarkan glukagon yaitu hormon yang berperan memecah glikogen dan lemak menjadi glukosa. Jika cadangan glikogen habis, maka tubuh akan memecah lemak menjadi energi dengan zat samping keton. Dalam jumlah kecil keton digunakan sebagai energi jantung dan organ lainnya. Dengan demikian metabolisme tubuh dalam keadaan seimbang.

puasa bagi penderita diabetes

Sayangnya, kadar insulin pada penderita diabetes cenderung rendah sehingga gula darah selalu tinggi. Dengan puasa, biasanya gula darah menurun karena berkurangnya asupan gula dan karbohidrat. Hal ini merupakan keuntungan bagi penderita diabetes. Bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa puasa dapat menyembuhkan diabetes. Namun, tidak semua penderita diabetes menjadi sehat setelah puasa. Pada keadaan tertentu penderita diabetes tidak disarankan berpuasa karena membahayakan tubuh.


Penderita diabetes tidak dianjurkan puasa jika:

  • Berisiko mengalami peningkatan zat keton secara berlebihan
  • Kontrol kadar gula darahnya buruk (gula darah yang tidak terkendali)
  • Ibu hamil dan menyusui dengan diabetes
  • Anak-anak dengan diabetes
  • Diabetes dengan komplikasi seperti hipertensi, jantung, gagal ginjal, hipoglikemi, hiperglikemia
  • Mengalami peradangan berulang
  • Pernah mengalami serangan diabetes lebih dari dua kali
  • Bergantung pada terapi insulin

Bagi penderita diabetes yang tidak mampu berpuasa dapat membayar fidyah dan hendaknya tidak memaksakan diri. Islam adalah agama yang mudah dan memudahkan. Namun, bagi yang masih sanggup menjalankan ibadah puasa, sebaiknya mengikuti tips-tips berikut:

  • Konsultasikan dengan dokter mengenai tingkat keparahan dan tipe diabetes anda sebelum memutuskan untuk berpuasa.
  • Mantapkan hati dan niat jika anda sudah diperbolehkan berpuasa oleh dokter. Seperti yang kita ketahui bahwa tanda diabetes adalah sering minum dan makan. Karenanya, puasa menjadi lebih berat bagi penderita diabetes.
  • Mintalah ke dokter terapi khusus untuk pasien diabetes yang sedang menjalankan puasa.
  • Perhatikan kadar gula darah anda dan tanda-tanda hipoglikemia yaitu lemas, pusing, pandangan kabur, serta keluar keringat dingin. Jika muncul kondisi diatas sebaiknya segera berbuka. Hipoglikemia bisa menyebabkan kerusakan otak secara permanen.
  • Usahakan agar gula darah anda tidak melonjak saat berbuka dengan menekan (mengurangi) konsumsi makanan tinggi glukosa seperti gula, makanan dan minuman manis. Kurangi gula dan perbanyak makan serat seperti sayur-sayuran.

    Ketika waktu berbuka tiba, segeralah berbuka dan makanlah makanan yang ringan dalam porsi sedikit, bertahap tidak berlebihan dan tidak terlalu manis agar tidak membebani kerja kelenjar pankreas sebagai kelenjar yang memproduksi insulin.

  • Perbanyak konsumsi air putih pada malam hari.
  • Sebaiknya makan sahur sedekat mungkin dengan waktu imsak agar gula darah lebih terjaga selama berpuasa.
  • Hindari aktivitas fisik yang terlalu berat karena bisa menyebabkan hipoglikemia dan dehidrasi.
  • Selalu kontrol kadar gula darah dan kenali tanda peningkatan gula darah. Anda bisa mengontrol kadar gula darah 2-3 jam setelah berbuka, sebelum sahur, 2-3 jam setelah sahur, atau pada waktu siang hari untuk mengetahui bagaimana tubuh Anda merespon perubahan pola makan saat puasa. Kontrol (pengecekan kadar gula darah) tidak membatalkan puasa Anda.

    Waspadai kondisi dimana gula darah terlalu rendah (hipoglikemia), gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia), ketoasidosis (darah menjadi asam), dehidrasi (kekurangan cairan yang ditandai dengan rasa haus yang berlebihan) sehingga timbul pembekuan di pembuluh darah (trombosis).

    Penderita Diabetes harus segera berbuka bila kadar gula darah terlalu rendah turun hingga 60 mg/dl atau kurang dan bila gula darah terlalu tinggi naik sampai 300 mg/dl. Juga dianjurkan berbuka bila kadar gula darah mencapai 70 mg/dl di beberapa jam pertama saat puasa baru mulai dilakukan, terutama bagi penderita yang menggunakan insulin, sulfonylurea atau glinid pada saat makan sahur.

Kesimpulannya, penderita diabetes ringan masih bisa menjalankan ibadah puasa, bahkan menjadi penyembuh penyakitnya. Namun, jika anda dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk berpuasa, sebaiknya jangan memaksakan diri. Lakukan tips-tips diatas dan berdoa semoga Allah memberi jalan kesembuhan. Selamat menjalankan ibadah puasa.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *