Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengapa Telinga Kita suka Berdengung?

informasitips.com – Sekali waktu mungkin Anda pernah mengalami perasaan tidak nyaman pada indra pendengaran Anda sendiri yakni terasa berdengung atau berdesing. Keadaan seperti itu tentu membuat Anda risih dan bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi.

Telinga berdengung atau dalam bahasa medis disebut dengan tinnitus merupakan penyakit pada indra pendengaran seseorang yang mengakibatkan penderitanya merasakan ada bunyi dengung, desis, atau desiran. Sehingga penderitanya merasa amat terganggu dengan kebisingan tersebut.

Umumnya tinnitus dianggap sebagai gangguan kecil yang wajar pada telinga. Dalam beberapa menit, tinnitus biasanya dapat mereda dengan sendirinya. Sebagian besar penderita tinnitus biasanya berasal dari lingkungan yang padatdan ramai. Itu sebabnya mengapa penderita tinnitus terbanyak berasal dari kota-kota besar atau negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Riset membuktikan bahwa 20% atu sekitar 36 juta jiwa warganegara Amerika Serikat mengalami tinnitus.

Dalam beberapa kasus, tinnitus berlangsung cukup lama dan sulit diredakan meski dengan bantuan antibiotik dosis ringan. Penderita akan semakin tersiksa dengan dengung yang terasa memenuhi telinga. Bahkan, terkadang menimbulkan serangan sakit kepala yang cukup hebat. Jika keadaan tinnitus semakin memburuk, tim medis perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada komplikasi yang terjadi pada telinga maupun otak.

Dua Jenis Tinnitus

Secara garis besar, tinnitus dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Tinnitus Subyektif, merupakan tinnitus yang terjadi karena adanya kesalahan otak dalam memberikan respon. Pada tinnitus subyektif sesungguhnya tidak ada sumber suara dari luar yang menyebabkan telinga berdengung, melainkan berasal dari dalam diri si penderita. Pada keadaan seperti ini, bunyi hanya dapat didengar oleh si penderita saja, seperti bunyi detak jam, derap langkah, dering, siul dan gemuruh. Sedangkan orang lain tidak merasakan ada kebisingan yang dimaksud penderita. Itu yang menimbulkan kepanikan bagi si penderita dan memperparah kondisinya sendiri. Kebanyakan dokter hanya bisa menawarkan obat penenang atau pengurang gejala.

    Telinga Berdengung atau Tinnitus

    Sebenarnya, sumber tinnitus subjektif ini berada pada otak. Ada kemungkinan telah terjadi beberapa gangguan di saraf otak, sehingga otak sulit memberi respon yang benar terhadap suara. Untuk penanganan tinnitus subyektif, dokter yang professional akan menawarkan semacam terapi yang disebut Binaural Beats. Terapi Binaural Beats dikosentrasikan pada otak penderita guna memperbaiki sistem saraf yang dicurigai mengalami kerusakan. Terapi ini juga bertujuan untuk membangun kembali kondisi psikis penderita.

  2. Tinnitus objektif, merupakan tinnitus yang terjadi karena adanya sumber suara yang terdengar nyata. Tinnitus seperti ini bukan hanya menyebabkan penderitanya merasakan mendengar dengungan atau bunyi-bunyi lain di indra pendengarannya saja, melainkan merasakan adanya denyutan yang terkadang terasa sangat menyakitkan. Umumnya, tinnitus seperti ini terjadi pada mereka yang sering mendengar bunyi-bunyi yang keras, mengalami stress yang cukup parah, dan menderita suatu penyakit tertentu.

    Dari kedua jenis tinnitus tersebut sesungguhnya letak kerusakan terjadi pada ujung-ujung mikroskopik dari syaraf indra pendengaran yang terletak pada bagian terdalam.

    Penyebab Telinga Berdengaung atau Tinnitus

    Beberapa penyebab utama Tinnitus yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut:

    1. Volume Suara atau Bunyi yang Terlalu Keras

      Manusia diciptakan dengan kemampuan mendengar suara mulai dari 20 hertz hingga batas toleransi mencapai 20.000 hertz. Manusia tidak dapat mendengar bunyi melebihi batas toleransi. Jika sampai melebihi dari batas tersebut, maka gendang telinga manusia akan mengalami kerusakan yang cukup parah, seperti tuli dan berdengung permanen.

    2. Meniere’s Disease

      Meniere’s disease merupakan gangguan pada telinga bagian dalam. Perlu diketahui bahwa telinga diciptakan bukan hanya berfungsi sebagai alat pendengar saja, melainkan untuk mengatur keseimbangan tubuh pula. Jika kerusakan parah terjadi pada telinga bagian dalam, maka otomatis selauruh keseimbangan tubuh ikut terganggu. Untuk itu, sangat dianjurkan bila telinga terasa berdengung, segera memeriksakan diri ke dokter THT secepatnya.

    3. Tingkat Stress yang Berlebihan

      Kondisi psikologis seseorang yang memburuk akan memicu terjadinya tinnitus. Saat depresi, hormon bekerja tidak beraturan, ditambah pula kejang otot yang akan sering terjadi. Keadaan itu berpengaruh terhadap kondisi telinga. Itu sebabnya mereka yang mengalami rasa cemas yang berlebihan akan mudah sekali mengalami tinnitus.

    4. Alergi

      Orang yang rawan mengalami alergi akan lebih mudah terkena tinnitus. Sebab saat alergi, telinga bagian tengah akan ditutupi oleh semacam lendir telinga. Akibatnya rongga telinga terasa penuh dan muncul bunyi dengung yang mengganggu. Bila tidak segera ditangani, resiko terjadinya infeksi semakin besar.

    5. Masuk Benda atau Zat Asing ke Dalam Telinga

      Sempitnya rongga telinga membuat segala yang masuk menjadi sukar untuk dikeluarkan. Beberapa kasus tinnitus terjadi disebabkan karena ada benda asing dalam ukuran kecil yang masuk ke dalam telinga di luar kesadaran si penderita. Misalnya serangga kecil atau kemasukan air saat mandi. Untuk meredakan dengung tersebut, maka dokter perlu mengeluarkan benda atau zat asing itu terlebih dahulu.

    Cara Mencegah Tinnitus

    Nah, berikut ini berbagai upaya yang bisa dilakukan agar Anda bisa terhindar dari gangguan tinnitus:

    • Memenuhi asupan omega tiga yang terdapat pada minyak ikan. Omega tiga yang berasal dari minyak ikan merupakan salah satu asam lemak yang dibutuhkan oleh tubuh. Hanya saja omega tiga tidak diproduksi langsung oleh tubuh sehingga Anda membutuhkan sumbernya untuk mendapatkan manfaat omega tiga. Berdasarkan riset, omega tiga memiliki kegunaan untuk mengurangi terjadinya inflamasi, mengurangi rasa sakit, dan menurunkan resiko kerusakan pada bagian-bagian telinga.
    • Mengonsumsi suplemen yang mengandung ginkgo biloba. Kosentrasi ginkgo biloba lebih kepada perbaikan kondisi psikologis seseorang. Orang-orang yang mudah sekali mengalami depresi sangat dianjurkan untuk mengonsumsi ginkgo biloba lebih banyak daripada mereka dengan kondisi psikologis stabil. Dengan memperbaiki kondisi psikologis, maka kemungkinan terjadinya kerusakan pada telinga pun semakin kecil.
    • Memenuhi asupan kalium. Selain untuk pencegahan terjadinya tinnitus, kadar kalium dalam pisang, apricot, kacang, biji bunga matahari, kentang dan sayuran hijau dipercaya mampu mengurangi reaksi dengung dan denyut pada telinga. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk memenuhi asupan kalium dalam makanan sehari-hari.
    • Mengurangi asupan garam dan penyedap rasa. Penggunaan garam yang berlebihan akan memperburuk kondisi tekanan darah. Tekanan darah tinggi akan memicu terjadinya tinnitus. Sebaiknya, konsumsi garam harus segera dibatasi. Jangan sampai melebihi 2400 mg per hari atau setara dengan satu sendok teh saja. Dengan mengurangi asupan garam, maka resiko terjadinya tinnitus akan semakin berkurang.
    • Mengikuti terapi neuromonics. Terapi neuromonic merupakan terapi mendengarkan berbagai jenis suara. Biasanya suara-suara yang berasal dari alam seperti desiran angin, siulan burung, rintik hujan dan lain-lain. Tujuannya untuk meningkatkan kerja saraf otak dalam merespon segala bunyi yang didengar oleh telinga. Terapi neuromonic bukan hanya bermanfaat untuk mencegah terjadinya tinnitus, tapi juga untuk mengobati mereka yang sudah menjadi penderita tinnitus. Keberhasilan terapi ini dalam mecegah dan mengobati tinnitus sangat besar. Untuk beberapa rumah sakit yang menangani permasalahn tinnitus akan menganjurkan metode terapi neuromonic ini untuk si penderita.

    Demikian informasi tentang mengapa telinga bisa berdengung. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.



    loading...
    Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: