Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengapa Manusia Buang Gas (Kentut)?

informasitips.com – Buang gas atau kentut adalah hal yang wajar terjadi pada tubuh manusia. Namun, menjadi tidak wajar jika aroma yang dihasilkan mengganggu kenyamanan orang-orang sekitar. Harus diakui, siapapun orangnya yang buang gas pasti aroma gas yang dihasilkan, jika memiliki aroma, membuat mereka yang berada disekitarnya segera menutup hidung atau bahkan langsung pergi menjauhi area TKP.

Buang Gas itu Normal

Seseorang buang gas atau kentut itu merupakan sesuatu yang normal, jika tidak buang gas justru malah akan menimbulkan masalah bagi yang bersangkutan. Hanya saja, aroma busuk yang menyertai gas buangan itu kerap dianggap mengganggu dan tak jarang sering dikaitkan bahwa bau yang teramat sangat itu bukanlah sesuatu yang normal.

Asal-usul Gas Buangan

Jika kita sepakat bahwa buang gas itu normal, maka tentu kita wajar bertanya darimana sebenarnya asal gas yang kita buang itu. Ada dua sumber gas yang dibuang oleh tubuh manusia. Pertama, gas berasal dari proses pemecahan makanan yang terjadi di sepanjang saluran pencernaan. Kedua, gas yang berasal dari udara yang tertelan, seperti pada saat makan, minum, bernafas, mengunyah permen karet atau pada saat seseorang mengalami stres, secara tidak sadar sesungguhnya manusia menelan udara.

Manakala terjadi proses pemecahan komponen makanan di dalam saluran pencernaan, ada sejumlah gas yang dibebaskan ketika enzim-enzim saluran pencernaan melakukan fermentasi terhadap zat-zat nutrisi dalam makanan. Gas itulah yang kemudian berada dalam saluran cerna dan akan mengalir melalui perut dan intestine hingga akhirnya siap untuk dilepaskan.

Untuk kasus yang kedua dimana udara tertelan secara tidak sengaja sebenarnya juga dapat dikeluarkan melalui sendawa, namun ketika tidak semuanya dikeluarkan lewat sendawa, maka gas tersebut akan melalui perjalanan di sepanjang saluran cerna hingga tiba di area setelah usus besar dan siap untuk dihembuskan keluar tubuh – Poof! Toot-toot! Kaboom!

Gas yang dibuang dari tubuh memberikan rasa nyaman dan lega bagi yang bersangkutan. Jika gas tersebut terperangkap dan tidak bisa dikeluarkan, maka akan menimbulkan rasa tidak nyaman berkepanjangan bagi yang bersangkutan. Dia akan merasa enak jika gas tersebut telah berhasil dikeluarkan.

Komposisi Gas Buangan dan Mengapa (Kentut) Bau?

Mengapa Kentut Manusia Bau

Utamanya, gas yang dibuang dari saluran pembuangan tubuh manusia terdiri atas hidrogen, karbon dioksida dan gas metana. Apakah gas-gas tersebut yang menyebabkan munculnya aroma busuk saat gas dibuang? Bukan, bukan gas-gas itu, yang menyebabkan adanya aroma busuk adalah karena adanya kandungan sulfur pada gas buangan. Sulfur tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi, seperti kubis, telur, daging ataupun bawang. Oh iya, jangan sampai ketinggalan, ubi manis juga merupakan salah satu makanan yang memiliki kandungan sulfur yang tinggi, oleh karenanya setiap kali mengonsumsi ubi seringkali gas buangan (kentut) yang dikeluarkan memiliki aroma busuk yang sangat mengganggu orang-orang di sekitar.

Jika Sulfur yang menyebabkan kentut menjadi bau, lalu mengapa jika kita tidak memakan makanan yang tinggi sulfur, namun gas buangan tetap saja (bisa) bau?

Saat makanan yang Kamu makan difermentasi di dalam saluran cerna, ada sejumlah gas yang dihasilkan, yaitu hidrogen dan karbondioksida. Misal saja gas tersebut dihasilkan saat pencernaan terjadi di perut, nah untuk mencapai lokasi pembuangan, maka gas hidrogen dan karbondioksida tersebut harus melalui perjalanan yang sangat panjang. Di tengah perjalanan itu mungkin saja ada bakteri yang memanfaatkan kedua gas itu untuk menghasilkan senyawa tertentu yang memiliki bau. Itulah sebabnya, meski Kamu tidak makan ubi, misalnya, kentut Kamu tetap saja memiliki bau busuk. Hidrogen sulfida adalah gas yang paling bau yang mungkin terdapat di gas buangan manusia.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: