Informasi dan Tips – informasitips.com

Layanan Panggilan Gawat Darurat 119 Resmi Diluncurkan Kemenkes

informasitips.com – Jika Amerika Serikat punya 911 untuk layanan panggilan gawat darurat (emergency call), kini Indonesia juga punya hal yang serupa. Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi meluncurkan layanan panggilan gawat darurat yang membutuhkan penanganan medis (Emergency Medik) untuk masyarakat melalui nomor panggilan 119.

Layanan panggilan gawat darurat Emergency Medik 119 (atau 911 Indonesia) ini resmi diluncurkan oleh Kemenkes pada 1 Juli 2016 di Jakarta. Layanan panggilan gawat darurat medik 119 tentunya akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mempermudah dalam penanganan kasus dan keadaan gawat darurat yang membutuhkan penanganan medis dengan cepat dan segera. Jadi, bila mengalami kondisi gawat darurat yang membutuhkan pertolongan medis, masyarakat kini dapat langsung menelepon ke nomor 119 (Call 119 untuk mendapatkan pertolongan).

Layanan panggilan telepon 119 dapat menangani kondisi gawat darurat yang membutuhkan pertolongan medis, seperti kecelakaan lalu lintas, serebrovaskuler (gangguan pasokan darah ke otak), penyakit jantung, dan kondisi-kondisi gawat darurat lainnya.

Layanan gawat darurat emergency medik 119 (911 Indonesia)

(Untuk layanan gawat darurat yang membutuhkan pertolongan medis, masyarakat kini dapat langsung menghubungi nomor 119)

Layanan Emergency medik 119 merupakan integrasi antara Pusat Komando Nasional atau National Command Center (NCC) yang berada di Kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta dengan Public Safety Center (PSC) yang berada di kabupaten atau kota.

Menurut Menteri Kesehatan Nila F Moeloek pada acara soft launching Pusat Komando Nasional atau National Command Center (NCC) di Jakarta pada 1 Juli 2016 kemarin, layanan kegawatdaruratan medis melalui nomor 119 dapat diakses secara luas dan gratis (bebas biaya) oleh masyarakat selama 24 jam, melalui telepon seluler maupun telepon rumah.

NCC yang berada di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta merupakan operator yang akan menerima panggilan yang masuk dari masyarakat. Ketika ada panggilan atau laporan yang masuk dari masyarakat, NCC kemudian akan meneruskan panggilan yang masuk tersebut ke Public Safety Center (PSC) yang ada di tiap kabupaten atau kota, untuk selanjutnya dilakukan penanganan.

PSC yang ada di tiap kabupaten/kota berjejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat dengan lokasi kejadian. PSC akan menangani dan menindaklanjuti telepon terusan dari NCC, meliputi penanganan kegawatdaruratan dengan menggunakan protokol penanganan kegawatdaruratan, kebutuhan informasi tempat tidur, informasi fasilitas kesehatan terdekat, dan informasi ambulans.

Pada awal peluncuran ini, layanan emergency medik 119 baru bisa diakses di 27 lokasi di Indonesia, yaitu:

1. DKI Jakarta
2. Kota Bekasi
3. Kabupaten Bekasi
4. Kabupaten Tangerang
5. Kota Tangerang Selatan
6. Kota Bandung
7. Kota Yogyakarta
8. Kota Solo
9. Aceh
10. Medan, Sumatera Utara
11. Kabupaten Bangka
12. Kota Palembang, Sumatera Selatan
13. Kab. Cirebon
14. Kab. Wonosobo
15. Kab. Boyolali
16. Kab. Tulung Agung
17. Kota Mataram
18. Kab. Bangtaeng, Manado
19. Kota Makasar
20. RSUP Kandau Manado
21. Kab. Sragen
22. Kab. Kendal
23. Kab. Tuban
24. Kab. Trenggalek
25. Kota Denpasar
26. BPBD Proinsi Bali
27. Kab. Badung Bali

Menkes Nila F Moeloek mengungkapkan bahwa memang masih terdapat banyak kekurangan dari layanan 119 di masa-masa awal peluncuran ini. Selain masih terbatasnya daerah yang bisa mengakses layanan 119 tersebut, kekurangan lainnya menurut Menkes adalah masih minimnya jumlah operator NCC (saat ini baru memiliki 10 operator NCC), masih mungkin terdapatnya gangguan koneksi antara NCC dengan PSC, terbatasnya jumlah ambulans dan masih minimnya jumlah sumber daya manusia di PSC. Dengan adanya berbagai kekurangan dan kendala tersebut, maka sangat mungkin panggilan yang masuk dari masyarakat akan menunggu dan tak terjawab.

Sebagai masyarakat, tentunya kita mengharapkan kedepannya kementerian kesehatan terus mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada layanan emergency medik 119 agar bisa lebih baik lagi dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini, Anda dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id

(Sumber: binfar.kemkes.go.id; tempo.co)



loading...
Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *