Informasi dan Tips – informasitips.com

BPOM Temukan 43 Produk Kosmetik yang Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

informasitips.com – Kosmetik merupakan produk yang banyak diminati kaum wanita untuk menunjang penampilan. Dengan kosmetik, tampilan wajah akan terlihat semakin cantik dan menarik. Namun sayang, tidak semua kosmetik aman untuk digunakan. Beberapa kosmetik yang beredar di pasaran bahkan mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang bisa menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi tubuh.

Sepanjang pertengahan tahun 2016 ini saja Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menemukan sebanyak 43 produk kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, pewarna tekstil, dan asam retinoat. Dari sejumlah kosmetik berbahaya itu, sebagian besar merupakan produk perawatan wajah, eye shadow, lipstik, dan pewarna kuku.

Dalam konferensi persnya di Gedung BPOM RI pada 30 Juni 2016 yang lalu, BPOM mengungkapkan bahwa bahaya dari penggunaan produk kosmetik berbahaya tersebut tentunya akan menimbulkan dampak yang buruk bagi keamanan dan kesehatan si penggunanya. Berikut sejumlah dampak dan bahaya menggunakan produk kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya:

1. Merkuri
Bahan kimia merkuri banyak disalahgunakan sebagai bahan untuk pemutih kulit wajah. Bila digunakan, produk kosmetik yang mengandung merkuri akan berpotensi menimbulkan kanker.

Merkuri juga dapat menimbulkan cacat pada janin bila masuk ke dalam sistem pencernaan melalui kontak dengan mulut. Bagi Ibu hamil, sebaiknya harus ekstra hati-hati saat menggunakan produk kosmetik. Jangan sampai menggunakan produk kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri yang bisa menimbulkan kecacatan janin.

kosmetik-berbahaya-bpom-2016

(Kosmetik berbahaya temuan BPOM 2016. Gambar: Tribunnews.com)

2. Hidrokinon
Bahan kimia hidrokinon juga seringkali disalahgunakan sebagai bahan pencerah kulit. Untuk produk kosmetik yang mengandung hidrokinon, dampaknya bila digunakan dapat mengiritasi kulit, menyebabkan kemerahan pada kulit (kulit terbakar), terlebih lagi bila saat penggunaannya pada kulit juga ikut terpapar sinar matahari, maka dampaknya akan menimbulkan kemerahan permanen pada kulit.

Produk kosmetik yang mengandung hidrokinon juga dapat menimbulkan flek hitam pada kulit yang tidak dapat dipulihkan setelah lewat dari 6 bulan pemakaian.

3. Pewarna tekstil
Pewarna tekstil seperti Merah K3 dan Merah K10 juga sering disalahgunakan sebagai bahan pewarna dalam produk kosmetik berupa riasan mata (eye shadow), lisptik, dan perona pipi (blush on). Produk kosmetik yang mengandung pewarna tekstil bersifat karsinogenik, dan bila digunakan, dampaknya dapat menyebabkan kanker dan kerusakan hati.

4. Asam retinoat
Asam retinoat banyak disalahgunakan dalam produk perawatan kulit. Asam retinoat dicampurkan ke dalam kosmetik untuk memudahkan pengelupasan kulit.

Dampak penggunaan produk kosmetik yang mengandung asam retinoat adalah dapat menyebabkan timbulnya pengelupasan pada kulit yang cukup parah. Selain itu, asam retinoat juga bersifat teratogenik sehingga penggunaan pada wanita hamil dapat mengakibatkan cacat janin.


(Baca juga: Waspadai Bahan dan Zat Kimia Berbahaya Dalam Produk Pemutih Kulit)

Di antara produk kosmetik berbahaya yang ditemukan BPOM sepanjang semester pertama tahun 2016 ini, sekitar 76,74 persen merupakan produk lokal, dan sisanya adalah produk impor. Beberapa produk kosmetik juga dicabut izin edarnya, karena pada awalnya memenuhi persyaratan sehingga mendapatkan izin edar BPOM, namun dalam perjalanannya, produsen kosmetik tersebut melakukan kecurangan dengan menambahkan bahan berbahaya ke dalam produknya, sehingga izin edarnya harus dicabut.

Berikut ini 43 produk kosmetik berbahaya yang berhasil ditemukan BPOM sepanjang semester pertama tahun 2016:

  1. Aichun Beauty Night Cream (impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  2. Anima40 Day Cream (impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  3. Anima40 Night Cream (impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  4. Beauty Girls Pearl Cream (impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  5. Bioclinic Night Cream (impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  6. DR Herbal Night Cream (impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  7. La Bella Esther Night Cream (impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  8. La Bella Day Cream (impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  9. La Bella Night Cream (impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  10. La Widya Curcumin Night Cream (impor dari Taiwan oleh PT Sinar Dios Abadi – Jakarta)
  11. Biogold Day Cream (produksi Pasifik Ocean – Jakarta)
  12. Biogold Night Cream (produksi Pasifik Ocean – Jakarta)
  13. Clariderm Day Cream (nomor izin edar dicabut NA 18140102011)
  14. Claridem Night Cream (nomor izin edar dicabut NA 18140102010)
  15. Eco-Agen Day Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia –Jakarta)
  16. Eco-Agen Night Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia –Jakarta)
  17. Esther Day Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia –Jakarta)
  18. Esther Night Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia –Jakarta)
  19. Esther Vite Transparent Soap (nomor izin edar dicabut NA18151200555)
  20. Niche Day Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia –Jakarta)
  21. Niche Night Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia –Jakarta)
  22. Widya Day Cream Curcuma (produksi Pasifik Ocean Indonesia –Jakarta)
  23. Widya Night Cream Curcuma (produksi Pasifik Ocean Indonesia –Jakarta)
  24. DR Night Cream (produksi CV Bernita Ayu – Tulungagung)
  25. Beautyline Lipstick 201 Irish Rose (produksi PT Beautylink –Tangerang)
  26. Beautyline Lipstick 202 Natural Pink (produksi PT Beautylink –Tangerang)
  27. Beautyline Lipstick 301 Cherry Red (produksi PT Beautylink –Tangerang)
  28. Beautyline Lipstick 302 Xtreme Red (produksi PT Beautylink –Tangerang)
  29. Avione Lipstick Xp 311 (produksi PT Neo Kosmetika Industri – Bekasi)
  30. Avione Lipstick Xp 312 (produksi PT Neo Kosmetika Industri – Bekasi)
  31. Avione Lipstick Ls Excellent 792 Soft Silver Red (produksi PT Neo Kosmetika Industri – Bekasi)
  32. Sophie Martin Nutrilips Lipstick Winter Sky (produksi PT Sophie Paris Indonesia – Bogor)
  33. Sophie Martin Mini Lipstick 2 ((produksi PT Sophie Paris Indonesia – Bogor)
  34. Sophie Martin Soft Matte Lip Color Venus (produksi PT Sophie Paris Indonesia – Bogor)
  35. Tokyo Night Nail Polish 5 (produksi PT Hay Jen Kosmetik)
  36. Tokyo Night Nail Polish 6 (produksi PT Hay Jen Kosmetik)
  37. Implora Fashionable Cosmetics Y7034 Eye Shadow (produksi CV Priskila Mandiri Utama – Sidoarjo)
  38. Implora Fashionable Cosmetics Y7034 Blush On (produksi CV Priskila Mandiri Utama – Sidoarjo)
  39. Come Beauty Night Cream (produksi PT Dasen Jaya Lestari – Jakarta Utara)
  40. Microcell Lightening 3 Cream (produksi PT Sukma Skin Treatment – Cikupa Tangerang)
  41. Microcell Lightening Cream Anti Jerawat (produksi PT Sukma Skin Treatment – Cikupa Tangerang)
  42. Auraku Whitening Serum (produksi CV Aura Cemerlang Cosmeceutical – Cimahi)
  43. Gavia Whitening Cream (produksi PT Immortal Cosmedika Indonesia – Depok)

Temuan produk kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak dulu, sudah banyak ditemukan produk kosmetik berbahaya yang sayangnya bisa dijual dengan bebas di pasaran. Sebagian besar dari produk kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya itu banyak dijual bebas secara online, namun tidak sedikit juga produk kosmetik berbahaya itu yang dijual bebas di sarana pertokoan (offline).

Tidak semua kosmetik berbahaya yang ditemukan BPOM merupakan produk kosmetik tak bermerek (merek tidak jelas). Banyak juga kosmetik berbahaya yang merupakan produk bermerek ternama, namun dipalsukan untuk mengelabui masyarakat. Produk kosmetik ternama yang dipalsukan itu biasanya mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk selalu hati-hati, cermat dan lebih teliti lagi dalam membeli produk kosmetik.

Hindari membeli produk kosmetik yang dijual sembarangan di tempat-tempat yang tidak jelas, terlebih bila produk kosmetik tersebut tidak terdaftar di BPOM dan termasuk ilegal (tidak memiliki izin edar).

Perhatikan label yang terdapat pada kosmetik. Biasanya, produk kosmetik yang dipalsukan tidak tertera aturan pakai dan komposisi bahan pada label kemasannya. Produk kosmetik yang dipalsukan biasanya juga memiliki kemasan yang sudah rusak dan berbeda dengan kemasan merek asli.

Satu tips penting lainnya adalah, sebelum membeli suatu produk kosmetik, sebaiknya lakukan tes sederhana dulu dengan cara mengoleskannya sedikit pada bagian kulit belakang telinga, dan perhatikan apakah terdapat reaksi alergi, kemerahan, dan sebagainya.
 

(Sumber: Republika)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *