Hindari Nilai HDL Rendah – Resiko Penyakit Jantung Koroner

informasitips.com – Seperti kita ketahui bahwa Kolesterol di dalam tubuh terdiri atas HDL, LDL dan VLDL. Jadi yang dimaksud dengan total kolesterol adalah penjumlahan total dari kadar HDL, LDL dan VLDL yang ada di dalam tubuh. Kadar HDL di dalam tubuh digunakan sebagai indikator dari resiko penyakit jantung koroner.

Semakin tinggi nilai HDL tubuh, maka resiko penyakit jantung koroner akan semakin rendah. Sebaliknya, jika kadar kolesterol non-HDL yang tinggi, maka resiko penyakit jantung koroner akan semakin tinggi pula. Non-HDL yang dimaksud di sini adalah kadar LDL dan VLDL.

Penyebab Kadar HDL Rendah

Nilai HDL Rendah

Kadar HDL tubuh dikatakan rendah jika nilainya kurang dari 40 mg/dL (1.0 mmol/L). Ada beberapa penyebab kenapa kadar HDL tubuh rendah, yaitu resistensi insulin, merokok, sering mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat (kalorinya lebih dari 60%) dan obat-obatan, seperti dari golongan beta-bloker (propranolol), obat golongan anabolic steroid dan progestational agent (hormon). Sebab yang lain yang juga dapat menimbulkan resistensi insulin adalah hipertrigliseridemia, overweight, jarang bergerak atau kegiatan fisik yang rendah, penyakit diabetes tipe 2, dan faktor genetik.

Agar Kadar HDL tidak Rendah

Penanganan agar kadar HDL tubuh tidak rendah sebenarnya tidak terlalu sulit. Intinya adalah merubah gaya hidup tidak sehat yang selama ini dijalani, seperti merokok ataupun malas berolahraga. Beberapa hal yang bisa dilakukan agar nilai HDL tubuh tidak rendah adalah:

  • Rajin berolahraga
    Dengan rajin berolahraga diketahui dapat meningkatkan kadar HDL dalam tubuh sebesar 4% hingga 43%.
  • Kurangi kegiatan merokok
  • Pengurangan berat badan
  • Kurangi konsumsi makanan yang tinggi kandungan kolesterol dan lemak jenuhnya

Obat-obat yang ada saat ini tidak cukup efektif untuk meningkatkan kadar HDL tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya pengobatan ditargetkan untuk menangani LDL terlebih dahulu. Tetapi, jika memang kadar HDL rendah namun kadar trigliserida tinggi atau lebih dari 200 mg/dL (2.26 mmol/L), maka fibrate ataupun asam nikotinat harus digunakan dalam penanganannya.

Loading...

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>