Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa Itu PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)?

informasitips.com – PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau sindrom polikistik ovarium merupakan gangguan keseimbangan hormonal pada wanita yang dapat mempengaruhi atau mengganggu menstruasi dan menyebabkan wanita sulit hamil. Gangguan kesuburan merupakan salah satu tanda dan gejala dari PCOS. Jika tidak ditangani, PCOS bukan saja bisa mengganggu kesuburan, namun juga bisa meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit serius lain, seperti penyakit jantung, darah tinggi (hipertensi), dan diabetes.

PCOS cukup banyak terjadi pada kaum wanita, dan dapat muncul pada usia reproduktif wanita, yaitu mulai haid pertama sampai usia sekitar 45 tahun. Kebanyakan wanita dengan PCOS, di dalam indung telurnya (ovarium) terdapat banyak kista kecil (polikistik) yang merupakan folikel telur yang tidak berkembang.

Tanda dan Gejala PCOS

Apa saja tanda dan gejala PCOS? Tanda dan gejala PCOS bisa berbeda-beda untuk tiap wanita, namun beberapa tanda dan gejala PCOS pada umumnya adalah:

  • Terjadi pembesaran indung telur karena banyak mengandung sekumpulan kantung kecil berisi cairan yang mengandung telur yang belum matang, disebut kista folikel.

    Jika dilihat dengan USG, jumlah folikel bisa mencapai 12 kantung atau lebih, dengan ukuran tiap folikel sekitar 5-8 mm.

  • Mengalami gangguan menstruasi (haid), misalnya gangguan pada periode haid yaitu haid menjadi semakin panjang (lama) berlangsung lebih dari 35 hari, siklus haid tidak teratur (sering telat haid) yaitu tidak menstruasi selama empat bulan atau tidak haid sama sekali.

    Dapat pula timbul pendarahan hebat saat haid. Bisa juga disertai dengan sering timbul nyeri pada panggul.

  • Gangguan kesuburan berupa sulit atau tidak bisa hamil.

    Sekitar 7 dari 10 wanita yang menderita PCOS mengalami gangguan kesuburan sebagai akibat dari terganggunya proses ovulasi setiap bulannya. Pada wanita yang mengalami PCOS, folikel atau kantung sel telurnya tidak berkembang dengan baik, sehingga tidak terjadi ovulasi (pematangan sel telur).

    Meskipun dapat mengganggu kesuburan (membuat wanita sulit hamil), namun bila segera mendapatkan pengobatan, wanita dengan PCOS tetap bisa hamil, dengan tingkat keberhasilan sebesar 80-90 %.

  • Muncul bercak hitam pada kulit belakang leher, bawah lengan, bawah lutut, dan beberapa area lainnya akibat tingginya kadar insulin.
  • Tanda lainnya yang muncul adalah peningkatan kadar hormon androgen yang bisa terlihat dari pertumbuhan rambut (bulu) yang berlebih pada tubuh dan wajah (hirsutisme), timbul banyak jerawat, wajah lebih berminyak, dan terjadi penipisan rambut pada kepala (kerontokan rambut).

    Kondisi inilah yang dimaksud dengan terjadinya ketidakseimbangan hormon, yaitu terjadi kenaikan/peningkatan produksi hormon androgen atau hormon laki-laki.

    Selain memproduksi hormon wanita (estrogen dan progesteron), wanita juga memproduksi sedikit hormon laki-laki (androgen), yaitu hormon testosteron. Ketika terjadi ketidakseimbangan hormon, di mana terjadi peningkatan hormon laki-laki androgen, dampaknya bisa menghambat ovulasi (pematangan sel telur), dan meningkatkan pertumbuhan rambut (bulu) pada tubuh dan wajah.

    PCOS

  • Terjadi peningkatan (kenaikan) berat badan. Kebanyakan wanita yang menderita PCOS (diperkirakan 4 dari 10 wanita yang menderita PCOS) mengalami kelebihan berat badan.

    Gejala-gejala PCOS yang timbul juga bisa menjadi semakin parah bila penderitanya mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.

Jika Anda mengalami dua atau lebih dari tanda dan gejala PCOS di atas, segeralah periksakan diri ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Beberapa wanita dengan PCOS dapat mengalami semua tanda dan gejala di atas, sementara pada beberapa wanita penderita PCOS lainnya, mungkin tidak mengalami semua gejala, hanya beberapa tanda/gejala saja. Contohnya, beberapa wanita dengan PCOS mungkin saja memiliki pertumbuhan rambut yang normal, namun memiliki masalah/gangguan pada siklus haid.

Penyebab PCOS

Apa saja penyebab PCOS? Penyebab pasti dari PCOS sebenarnya belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang ikut berperan dalam memicu terjadinya PCOS, yaitu:

  • Tingginya kadar insulin sebagai akibat dari terjadinya resistensi insulin.

    Insulin adalah hormon yang diproduksi di pankreas yang berfungsi mengontrol kadar gula darah. Pada penderita PCOS, organ tubuhnya kurang peka terhadap insulin sehingga terjadi resistensi insulin. Akibatnya, pankreas harus memproduksi insulin lebih banyak. Pada akhirnya, kenaikan insulin bisa meningkatkan produksi hormon laki-laki androgen pada wanita.

    Peningkatan kadar androgen ini akan berpengaruh pada kemampuan indung telur dalam berovulasi (membuat folikel telur tidak berkembang), menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih pada tubuh dan penipisan rambut pada kulit kepala.

  • Terjadi peradangan ringan.

    Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan PCOS mengalami peradangan ringan yang mampu merangsang ovarium untuk memproduksi androgen.

  • Faktor keturunan juga ikut berperan. Bila Ibu atau saudara perempuan mengalami PCOS, maka peluang untuk mengalami PCOS juga akan lebih besar.

    Selain faktor keturunan, para peneliti juga sedang mencari kemungkinan bahwa gen tertentu terkait erat dengan PCOS.

  • Kelebihan berat badan (kegemukan dan obesitas) juga ikut berperan dalam memicu PCOS.

    Banyaknya lemak pada tubuh wanita yang kegemukan dan obesitas dapat memperparah kondisi resistensi insulin dan akibatnya akan semakin menaikkan kadar insulin dan produksi androgen juga ikut naik.

Komplikasi PCOS

PCOS bisa menimbulkan dampak negatif pada wanita, yaitu mengganggu kesuburan, menyebabkan wanita sulit hamil. Bahkan, PCOS yang tidak ditangani dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang lebih serius, terlebih bila penderitanya juga mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Apa saja komplikasi dari PCOS?

  • Diabetes tipe 2
  • Darah tinggi
  • Peningkatan trigliserida
  • Penurunan kadar kolesterol baik (HDL)
  • Sindrom metabolik, yaitu sekumpulan tanda dan gejala yang menunjukkan peningkatan risiko yang signifikan dari penyakit kardiovaskular.
  • Peradangan hati yang cukup parah yang disebabkan oleh penumpukan lemak di hati
  • Infertilitas (gangguan kesuburan)
  • Sleep apnea (gangguan tidur)
  • Depresi dan kecemasan
  • Perdarahan pada rahim
  • Kanker dinding rahim (kanker endometrium)
  • Diabetes gestasional dan hipertensi saat hamil
  • Keguguran saat hamil atau mengalami kelahiran prematur

Pemeriksaan dan Penanganan PCOS

1. Pemeriksaan
Untuk pemeriksaan, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan tinggi badan, berat badan dan tekanan darah.
  • Pemeriksaan panggul, di mana dokter akan memeriksa organ reproduksi.
  • Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar insulin, hormon androgen dan beberapa hormon lainnya.
  • Pemeriksaan USG (ultrasonografi) untuk memeriksa kondisi rahim dan indung telur.

2. Penanganan

Apakah PCOS bisa disembuhkan? Sebenarnya PCOS tidak dapat disembuhkan. Namun, penanganan dan perawatan dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejala dan keluhan PCOS.

Untuk penanganan dan pengobatan PCOS, sebagai langkah awal, pasien diminta untuk menurunkan berat badan terlebih dahulu oleh dokter melalui diet rendah kalori dikombinasikan dengan olahraga ringan. Penurunan berat badan sebesar 5-10% dari berat tubuh sudah mampu membantu meringankan dan memperbaiki kondisi PCOS.

Untuk diet, sebaiknya lakukan diet rendah karbohidrat, bukan rendah lemak. Kurangi juga konsumsi makanan yang tinggi kandungan gula dan perbanyaklah konsumsi sayur-sayuran.

Sementara untuk olahraga, lakukan olahraga rutin sebanyak 5 kali dalam seminggu untuk membantu menurunkan berat badan.

Menerapkan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan yang sehat dan rajin berolahraga sangat dianjurkan untuk membantu mencegah dan meringankan PCOS.

Selanjutnya, dokter biasanya juga akan meresepkan obat-obatan tertentu yang tujuannya untuk:

  • Melancarkan haid
    Dokter akan meresepkan obat untuk mengatur siklus haid/menstruasi agar kembali normal.

    Dokter dapat merekomendasikan pil KB, yaitu pil yang mengandung estrogen dan progestin. Tujuannya adalah untuk melancarkan siklus haid, memperkecil risiko kanker rahim (endometrium), dan menekan produksi hormon androgen.

    Pengobatan dengan pil KB ini cocok untuk wanita yang haidnya tidak lancar, namun tidak cocok untuk wanita yang berencana ingin hamil.

  • Membantu ovulasi
    Jika Anda menderita PCOS namun ingin hamil, pengobatan yang Anda perlukan adalah obat-obatan yang dapat membantu Anda berovulasi, seperti Clomiphene (Clomid, Serophene), yaitu obat anti estrogen. Selain Clomiphene, obat-obatan lain yang juga dapat digunakan untuk membantu ovulasi adalah Letrozole.

    Jika pengobatan dengan Clomiphene belum juga memberikan hasil yang baik, maka pengobatan dapat dikombinasikan dengan obat metformin. Metformin dapat membantu mengatasi masalah PCOS karena mampu membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan respon sel terhadap insulin. Metformin banyak digunakan untuk membantu mengobati penyakit diabetes tipe 2.

  • Mengurangi pertumbuhan rambut yang berlebih
    Pertumbuhan rambut yang berlebih (histurisme) disebabkan karena tingginya kadar hormon androgen. Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan merekomendasikan pil KB untuk mengurangi produksi androgen, atau obat lain yang disebut spironolactone (aldactone) yang bisa menghalangi efek androgen pada kulit.

    Namun, bagi Anda yang sedang hamil atau berencana ingin hamil sebaiknya jangan mengonsumsi spironolactone karena bisa menimbulkan cacat lahir pada bayi. Obat alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi pertumbuhan rambut yang berlebih adalah Eflornithine yang bisa memperlambat pertumbuhan rambut pada wajah wanita.

Salah satu cara pengobatan dan pencegahan terbaik untuk PCOS adalah menerapkan gaya hidup sehat. Caranya adalah dengan menjalankan diet sehat rendah karbohidrat guna membantu mengatur kadar gula darah dan rutin berolahraga untuk membantu tubuh mengatur insulin dan menjaga berat badan.

(berbagai sumber)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

One thought on “Apa Itu PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: