Informasi dan Tips – informasitips.com

Tanda-tanda Awal Kehamilan

informasitips.com – Jika Anda sampai ke artikel ini, berarti Anda sedang mencurigai diri Anda hamil, bukan? Tentu Anda sekarang sedang merasa harap-harap cemas dan bertanya-tanya “hamil tidak ya?

Pertanyaan “apakah Anda tengah mengandung?” tentunya akan terjawab bila Anda melakukan tes kehamilan. Selain melakukan tes kehamilan, sebenarnya Anda juga bisa melihat tanda-tanda awal kehamilan dengan mengenali tiap gejala-gejala yang muncul. Tanda-tanda dan gejala-gejala tersebut biasanya terlihat di masa awal kehamilan. Lalu, apa saja sih tanda-tanda awal bahwa Anda tengah mengandung?

Bila Anda mendapati gejala-gejala dan ciri-ciri seperti telat haid (mens), sakit kepala, mudah lelah, perubahan pada kondisi pay*d*ra, dan nyeri punggung, sebaiknya Anda segera melakukan tes kehamilan, karena ciri-ciri tersebut merupakan ciri-ciri awal sedang terjadinya kehamilan.

Simak beberapa penjelasan mengenai tanda-tanda awal kehamilan berikut ini:

  1. Timbul bercak darah atau flek disertai kram
    Adanya bercak darah atau flek merupakan tanda-tanda paling awal bahwa seorang wanita sedang hamil. Darah yang keluar menyerupai darah haid namun jumlahnya lebih sedikit dan lebih singkat daripada masa menstruasi yaitu sekitar 1-2 hari. Meskipun begitu, tidak semua wanita mengalaminya.

    Timbulnya bercak darah atau flek disebabkan karena terjadinya implantasi (implantation bleeding) atau menempelnya embrio di dinding rahim (uterus). Bercak darah atau flek terebut bukanlah menstruasi. Namun, sering disalahartikan oleh kebanyakan perempuan sebagai darah haid. Bercak darah (flek) sebagai akibat implantation bleeding biasanya terjadi sekitar 6 – 12 hari setelah konsepsi.

    Ada juga kondisi dimana seorang wanita juga mengalami kram perut selain mengalami flek di awal-awal kehamilan. Kram perut tersebut akan terjadi secara teratur dan bisa terus berlanjut sampai memasuki kehamilan trimester kedua.

  2. Terlambat haid/datang bulan (Amennorhoea)
    Tanda ini merupakan tanda dan gejala yang paling awal bila seorang wanita sedang hamil. Namun, bukan berarti bila Anda telat mens atau tidak dapat haid sudah pasti positif hamil. Selain kehamilan, ada kasus dan kondisi lain yang menyebabkan seorang wanita tidak datang bulan, diantaranya yaitu adanya penyakit, stress, kecapean atau kelelahan, ketidakseimbangan hormon, kecemasan, reaksi tidak cocok akibat makanan tertentu, dan lain sebagainya.
  3. Perubahan pada pay*d*ra
    Perubahan yang terjadi pada pay*d*ra seperti puting pay*d*ra menjadi lebih lembut (lunak), sensitif, dan gatal. Daerah areola (daerah hitam pada pay*d*ra) juga menjadi lebih gelap. Selain itu, juga timbul rasa bengkak dan nyeri (sakit) pada pay*d*ra. Pay*d*ra juga akan terasa berat, empuk, membesar, dan pembuluh-pembuluh vena di pay*d*ra akan semakin nyata terlihat.

    Tanda-tanda seperti ini mungkin dialami sekitar dua sampai tiga minggu setelah pembuahan terjadi. Hal ini disebabkan karena pay*d*ra sudah mulai dipersiapkan untuk menghasilkan air susu (ASI). Selain itu, sensasi ini juga disebabkan karena pengaruh peningkatan hormon estrogen dan progesteron di tubuh yang merupakan ciri khas kehamilan.

  4. Kelelahan
    Rasa lelah dan capek merupakan tanda awal kehamilan yang sifatnya umum dan akan muncul di minggu-minggu pertama setelah konsepsi dan biasanya akan terus berlanjut sampai 8 – 10 minggu pertama kehamilan. Tubuh Anda berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan hormon dan metabolisme yang ada. Akibatnya ibu hamil menjadi lebih mudah lelah.

    Hormon yang semakin meningkat pun dapat mengganggu pola tidur Anda. Ada ibu hamil yang menjadi gampang mengantuk atau justru sebaliknya menjadi sangat susah tidur di waktu malam hari. Sekitar 90% kasus kelelahan pada wanita hamil akan menghilang sekitar minggu ke-12 kehamilan.

  5. Sakit Kepala
    Kelelahan yang dialami oleh wanita hamil biasanya juga dapat disertai dengan rasa pusing dan sakit kepala. Sakit kepala yang muncul pada masa awal kehamilan disebabkan karena adanya peningkatan sirkulasi darah akibat perubahan hormonal.
  6. Gejala Kehamilan Pusing Mual

  7. Meningkatnya suhu basal tubuh
    Suhu basal tubuh adalah temperatur tubuh ketika Anda pertama kali bangun tidur. Suhu basal ini akan naik setelah ovulasi terjadi, akan turun saat haid, namun akan tetap meningkat bila Anda memang benar-benar hamil.

    Biasanya wanita hamil akan menunjukkan gejala ini. Peningkatan suhu basal tubuh disebabkan karena hormon kehamilan yaitu progesteron. Terkadang ibu hamil merasakan rasa seperti demam, hangat pada tubuhnya.

  8. Mual muntah atau Morning Sickness

    Ciri-ciri orang hamil yang cukup bisa terlihat dengan jelas biasanya adalah gejala mual muntah atau biasa juga disebut morning sickness. Perubahan hormon kehamilan bisa menyebabkan timbul rasa mual dan muntah pada ibu hamil. Mual dengan muntah atau tanpa muntah biasanya mulai muncul sekitar minggu kedua setelah pembuahan, dan terjadi kurang lebih antara minggu keenam sampai bulan keempat kehamilan.

    Walaupun namanya morning sickness, namun bukan berarti gejala mual muntah ini hanya terjadi pada pagi hari. Tanda awal kehamilan yang satu ini bervarisai antara satu wanita dengan wanita lainnya. Ada yang mengalami mual muntah hanya di pagi hari, ada yang hanya di sore hari, atau bahkan ada juga yang merasakannya sepanjang hari.

    Tingkat keparahannya pun juga berbeda, ada yang tergolong ringan, biasa-biasa saja dan bahkan ada juga yang berat. Pemicunya bisa karena mencium sesuatu yang tidak enak, karena makanan atau spontan terjadi. Biasanya memasuki trimester kedua kehamilan gejala seperti ini akan mulai berkurang. Meskipun demikian, tidak semua wanita yang tengah mengandung mengalami gejala atau keluhan mual muntah ini.

  9. Nyeri punggung
    Timbulnya rasa nyeri pada punggung bagian bawah juga merupakan tanda-tanda awal terjadinya kehamilan. Keluhan nyeri punggung ini umumnya akan terus dialami sepanjang masa kehamilan.

  10. Perubahan pada selera makan

    Ciri-ciri orang hamil selanjutnya juga bisa terlihat dari perubahan selera makan. Akibat perubahan hormon, wanita hamil biasanya sering mengalami perubahan selera makan. Ada wanita yang sebelumnya tidak suka makan asam, mendadak menjadi sangat menyukai makanan asam. Perubahan seperti itu umumnya dikenal oleh banyak orang dengan istilah ngidam.

    Keinginan untuk makan lebih banyak atau sering merasa lapar (mudah lapar) juga merupakan salah satu tanda terjadinya perubahan selera makan wanita di awal-awal masa kehamilan.

  11. Lebih sering kencing/pipis
    Lebih sering pipis (buang air kecil) juga merupakan tanda-tanda awal kehamilan. Gejala ini terjadi sekitar 6 – 8 minggu setelah terjadinya konsepsi (pembuahan). Hal ini bisa disebabkan karena rahim yang semakin menekan kandung kemih akibat janin yang mulai tumbuh dalam rahim. Sering pipis juga disebabkan karena terjadi peningkataan sirkulasi darah dan juga karena pengaruh hormonal.

    Meskipun Anda harus sering buang air kecil, namun Anda tidak boleh mengurangi asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Ibu hamil tetap membutuhkan cairan dalam jumlah yang cukup. Bila tidak terlalu parah dan tidak menimbulkan rasa sakit dan panas ketika berkemih, Anda tidak perlu cemas. Hal tersebut merupakan hal yang wajar.

  12. Pasangan Harap-harap Cemas Menanti Kehamilan

  13. Emosi menjadi lebih peka

    Akibat perubahan hormonal, sebagian wanita akan menjadi lebih peka dan sensitif secara emosional, misalnya menjadi mudah menangis. Hal ini umumnya berlangsung pada trimester awal kehamilan.

  14. Sembelit/konstipasi

    Konstipasi atau sembelit lazim terjadi pada awal kehamilan. Peningkatan hormon progesteron saat hamil akan mengendurkan otot-otot dinding usus sehingga menyebabkan saluran pencernaan menjadi lebih lambat kerjanya. Akibatnya, bisa timbul konstipasi/sembelit atau susah buang air besar. Tujuannya adalah agar penyerapan zat-at gizi dan nutrisi oleh ibu hamil dan janin lebih sempurna.

  15. Peningkatan lendir rahim

    Wanita yang tengah mengandung juga sering menunjukkan tanda dan ciri seperti ini. Perubahan hormon progesterone sering menyebabkan peningkatan cairan/lendir rahim. Ada wanita yang cairan/lendir rahimnya bertambah cukup banyak, namun ada juga yang hanya sedikit.

Gejala dan tanda-tanda awal kehamilan seperti yang telah disebutkan di atas bukan merupakan sesuatu yang mutlak. Bisa saja berbeda-beda antara wanita satu dengan wanita lainnya. Anda tidak perlu panik atau khawatir bila tidak mengalami semua tanda yang telah disinggung di atas.

Namun, bila memang Anda mencurigai diri Anda hamil, selain mengenali tanda-tandanya Anda bisa melakukan tes kehamilan misalnya melakukan tes urin dengan alat tes kehamilan (test pack). Idealnya, tes kehamilan dilakukan sekitar 10 – 14 hari telat haid. Di masa itu alat uji kehamilan sudah bisa memperlihat hasil apakah Anda memang hamil atau tidak.

Beberapa merk alat tes kehamilan mampu mengetes kehamilan lebih cepat dan lebih dini. Alat tes kehamilan tersebut akan mendeteksi kadar hormone HCG (human chorionic gonadotropin) yang dihasilkan setelah embrio menempel pada lapisan/dinding rahim.

Selain dengan menggunakan test pack, Anda juga bisa melakukan tes kehamilan melalui tes darah, tes laboratorium, dan USG. Selengkapnya, Anda bisa membaca artikel 3 Cara Mendeteksi Kehamilan.

Semoga bermanfaat :-)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkannya. Terimakasih