Informasi dan Tips – informasitips.com

Menanamkan Kegigihan Dalam Diri Anak

Menanamkan kegigihan dalam diri anakDari artikel utama 8 Nilai Penting yang Harus Diajarkan Orang Tua Kepada Anak

informasitips.com – Anak-anak juga perlu diajarkan mengenai nilai kegigihan. Kegigihan adalah semangat pantang menyerah diikuti keyakinan yang kuat dan mantap untuk mencapai impian dan cita-citanya. Nilai ini sangat dibutuhkan oleh manusia agar selalu memiliki semangat yang besar dan tidak mudah putus asa dalam mencapai cita-citanya.

Banyak orang yang gagal dan belum sukses dalam hidupnya ternyata tidak memiliki kegigihan. Padahal banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa salah satu kunci penting keberhasilan seseorang adalah kegigihan. Sikap pantang menyerah, dan berani mencoba lagi dan lagi. Penyebab kegagalan seseorang biasanya karena mereka menginginkan atau memimpikan sesuatu namun tidak memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk menggapai impiannya tersebut. Mereka mengharapkan pencapaian tertentu namun mereka sering terjebak dalam sikap mudah berputus asa. Hal inilah yang sering membuat manusia menjadi lemah yang pada akhirnya membuat impian yang diinginkannya hanya sekedar menjadi impian.

Kurangnya semangat dan kegigihan dalam mewujudkan impian membuat cita-cita dan harapan hanya akan menjadi sebuah angan-angan saja. Cita-cita akan menjadi tujuan dan pencapaian bila seseorang melakukan upaya dan usaha yang mengarah pada cita-cita tersebut. Di sinilah letak pentingnya kegigihan. Seseorang yang memiliki sikap kegigihan yang kuat akan melakukan upaya dan usaha keras agar bisa menggiringnya untuk meraih cita-citanya. Kegigihan adalah mental sang juara. Karena kegigihan akan mendorong seseorang untuk bekerja lebih keras dan belajar lebih giat. Kegigihan akan membuat seseorang tidak takut mencoba lagi, meskipun pernah mengalami kegagalan.

Kegigihan bukanlah sikap “ngotot” untuk mencapai apapun yang diinginkan. Kegigihan lebih menekankan pada sisi yang positif yaitu sikap mental untuk menumbuhkan dan mendorong semangat, optimisme dan keyakinan untuk tetap gigih berjuang tanpa mudah berputus asa.
Ajarkan nilai ini kepada anak-anak Anda, karena nilai ini tidak diperoleh dengan sendirinya. Anda sebagai orang tua perlu mengenalkan dan menanamkan nilai ini kepada anak Anda. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan dan menanamkan kegigihan dalam diri anak Anda:

  1. Bantu anak untuk membuat target pencapaian yang realistis dan bisa dicapai oleh anak. Banyak anak yang akhirnya menjadi pribadi yang mudah menyerah karena merasa target (pencapaian) yang harus diraihnya terlalu berat dan terlalu sulit digapai. Ingatlah, saat ini Anda baru dalam tahap melatih mental anak agar menjadi gigih. Bila Anda melatih kegigihan anak dengan target yang terlalu tinggi yang terjadi anak bukannya menjadi gigih, melainkan menjadi mudah menyerah.
  2. Orang tua harus menyadari bahwa target ataupun pencapaian adalah sarana belajar bagi anak, rambu-rambu agar anak menjadi giat dalam belajar dan berusaha. Jadi, orang tua hendaknya tidak memperlihatkan kekecewaan kepada anak apabila anak gagal dalam mencapai targetnya. Selalu besarkan hati anak agar ia mau terus berusaha dan tidak takut mencoba lagi.
  3. Hargailah setiap proses belajar yang telah dilalui anak. Katakan bahwa Anda bangga atas proses dan usaha terbaik yang telah dilakukannya. Dengan begini, anak akan merasa diterima dan semakin semangat untuk lebih meningkatkan lagi keterampilannya dalam mempelajari kegigihan.
  4. Secara eksplisit, ajarkan kepada anak akan arti nilai kegigihan dan ketekunan. Jelaskan pula bahwa dalam setiap usaha akan selalu ditemui halangan dan hambatan. Dan di sinilah letaknya diperlukan kegigihan agar mampu melewati segala hambatan tersebut. Jika anak tetap ingin berusaha meskipun mereka menemui kegagalan, hargai itu dan katakan pada anak bahwa Anda bangga pada sikapnya itu.
  5. Bila anak menemui kegagalan dalam mencapai targetnya, ajarkan anak untuk berdamai dengan kegagalan itu, dan dorong anak agar segera bangkit lagi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bantu anak untuk bisa mengatasi kekecewaan akibat kegagalannya. Anak perlu belajar dari kesalahan dalam kegagalan sebelumnya. Selanjutnya dapatkan dtrategi dan formula yang tepat agar anak bisa mencegah melakukan kesalahan yang sama.
  6. Berikan kesempatan kepada anak untuk menghadapi tantangan dan hal-hal baru. Upayakan jangan mengkotak-kotakkan potensi anak, misalnya memvonis anak bahwa ia tidak jago di bidang olahraga, tapi ia jago (berbakat) di bidang matematika. Mengapa hal ini perlu dihindari? Karena mengkotak-kotakkan potensi anak seperti itu hanya akan mengurangi kesempatan anak untuk mencoba banyak hal dan menggali semua potensi yang ada dalam dirinya.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2011


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: