Informasi dan Tips – informasitips.com

Gizi Ibu Hamil Trimester II dan III

informasitips.com – Sebelumnya Kami telah menulis artikel mengenai Gizi Ibu Hamil di Trimester Pertama. Kali ini, Kami ingin melanjutkan serinya, yaitu Gizi Ibu Hamil di Timester II dan III. Semoga bermanfaat untuk Anda dan Bayi Anda.

Trimester II

Menginjak trimester dua biasanya rasa mual-muntah sudah mulai reda. Saatnya ibu menambah porsi makan untuk menutupi kekurangan pada trimester I. Selain itu, ukuran tubuh janin juga bertambah dengan pesat sehingga memerlukan lebih banyak kalori. Berat badan ibu harus bertambah 0,5 kg setiap minggunya.

Ibu hamil trimester ke-2 memerlukan tambahan beberapa zat gizi seperti:

Gizi Ibu Hamil Trimester 2 dan 3

sumber gambar: josari.com

  • Kalori

    Ibu hamil memerlukan tambahan kalori sebanyak 300 kal yang sebagian besar dipenuhi dari konsumsi karbohidrat seperti nasi, kentang, ketela dan roti. Kekurangan energi pada trimester ini akan mengganggu tumbuh kembang dan proses berpikir janin.

  • Protein

    Ibu perlu menambah 12 gram protein dalam menu makanannya. Protein yang paling baik adalah protein hewani karena dapat diserap tubuh dengan mudah dan lebih kompleks. Kebutuhan protein pada trimester ini tidak dapat diabaikan karena berfungsi sebagai pembangun sel dan mendukung kecerdasan.

  • Zat Besi

    Kejadian hemodilusi (pengenceran darah) seringkali menyebabkan anemia kehamilan. Padahal, sel darah merah diperlukan untuk mengangkut sari makanan dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oleh karena itu, ibu harus menambah konsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti hati, bayam, dan daging. Perlu diingat, bahwa konsumsi zat besi sebaiknya diikuti dengan vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapannya. Hindari konsumsi kopi dan teh karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

  • Vitamin

    Berbagai vitamin diperlukan untuk proses metabolisme tubuh, antioksidan, dan pertumbuhan janin. Sumber vitamin yang baik adalah buah dan sayur. Untuk itu ibu dianjurkan untuk rutin mengonsumsi buah dan sayur. Selain sebagai sumer vitamin, buah dan sayur juga merupakan sumber serat sehingga melancarkan BAB.

  • Mineral

    Ibu dapat memenuhi kebutuhan mineral dari konsumsi sayur dan susu hamil. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil, namun tetap penting untuk kesehatan ibu dan janin. Beberapa mineral yang penting untuk ibu hamil adalah kalsium, magnesium, dan yodium.

Selain zat gizi yang diperlukan, diet ibu hamil juga perlu diatur seperti membatasi konsumsi garam untuk menghindari hipertensi dan bengkak, banyak mimum air putih, dan menghindari makanan berkolesterol dan berbahan kimia.

Trimester III

Pada trimester akhir ini, gizi ibu hamil perlu diperhatikan untuk mempersiapkan persalinan. Kebutuhan kalori dan zat gizi lainnya hampir sama dengan trimester II. Jika pada trimester III penambahan berat badan sudah melebihi 10 kg, maka konsumsi karbohidrat perlu diturunkan. Namun, jika berat badan ibu masih kurang, dianjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak zat gizi karena pada masa ini pertumbuhan sel terjadi sangat cepat.

Ibu hamil tidak boleh kekurangan protein karena saat persalinan nanti akan banyak luka. Protein yang berfungsi membentuk sel baru akan menyembuhkan luka tersebut. Jika ibu kekurangan protein, maka luka akan tetap menganga yang dapat menimbulkan infeksi. Selain itu, pertumbuhan sel otak juga terjadi sangat cepat sehingga memerlukan banyak protein. Pilihlah makanan yang kaya protein dan rendah kolesterol. Kolesterol dapat menyebabkan hipertensi yang justru membahayakan.

Kebutuhan vitamin harus tetap dipenuhi. Vitamin diperlukan sebagai pembentuk enzim yang diperlukan dalam setiap metabolisme dan aktivitas tubuh. Selain vitamin, sebaiknya ibu juga tetap mengonsumsi susu hamil yang mengandung mineral lengkap. Pastikan ibu tidak kekurangan yodium! Hipotiroid (kekurangan yodium) pada kehamilan dapat menyebabkan bayi hipotiroid yang membuat otak tidak dapat berkembang secapa optimal.

Jangan lupakan zat besi dan pastikan anda tidak menderita anemia. Saat persalinan ibu akan mengeluarkan banyak darah. Jika terjadi anemia kehamilan, maka dikhawatirkan ibu berada pada keadaan gawat saat persalinan.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *