Informasi dan Tips – informasitips.com

Dampak Buruk Stres Bagi Otak

informasitips.com – Stres mampu membuat orang tertekan, tegang, bahkan bersikap impulsif. Tak hanya itu, menurut seorang psikolog Jenny C. Evans, sebagaimana yang dilaporkan oleh HuffingtonPost menyebutkan bahwa stres juga dapat memengaruhi dan mengubah struktur otak. Perubahan itu dapat berdampak pada kepribadian, memori, dan kemampuan pengambilan keputusan.


Apa sebenarnya dampak buruk stres bagi otak?

  • Saat stres tubuh akan melepaskan hormon yang disebut kortisol. Hormon stres tersebut bisa memberi pengaruh negatif pada hippocampus otak, dengan cara memperkecil ukuran otak, membunuh sel-sel saraf yang ada dan menghambat proses generasi sel-sel saraf yang baru. Akibatnya, fungsi dan kemampuan otak menjadi terganggu.

    Hippocampus merupakan bagian otak yang sangat penting bagi memori, kemampuan berpikir, belajar, dan pengaturan emosi. Bila terjadi gangguan pada bagian otak ini, maka kapasitas memori otak akan menurun. Kemampuan berpikir, belajar dan mengatur emosi juga akan terganggu.

  • Stres kronis juga dapat mengecilkan bagian korteks prefrontal pada otak. Dampaknya, akan timbul gangguan pada kemampuan mengambil keputusan, memori dan kontrol perilaku impulsif.
  • Stres juga memiliki kemampuan untuk memengaruhi sel-sel induk dan menghambat akses (jalur) yang menuju ke korteks prefrontal otak. Akibatnya, kemampuan otak dalam mengingat, menganalisa, dan memecahkan masalah akan menurun. Tak hanya itu, gangguan pada bagian otak ini juga dapat memengaruhi kemampuan dalam berinteraksi sosial sehingga membuat seseorang yang menderita stres menjadi lebih mudah marah, cemas, tertekan, bahkan terkadang mampu bersikap impulsif.
  • Hormon stres kortisol juga dapat meningkatkan aktivitas amygdala dan memperbesar ukurannya. Amygdala merupakan bagian otak yang sangat penting dalam pembentukan dan penyimpanan memori yang berkaitan dengan perasaan atau emosi negatif seperti kecemasan, ketakutan, dan tindakan agresif.

Dampa Stres untuk Otak

Dampak-dampak buruk stres yang terjadi pada otak tentu saja akan memengaruhi kualitas kehidupan kita, cara kita berinteraksi dengan orang lain, kemampuan kita untuk belajar, mengingat, membuat keputusan dan lain sebagainya.

Konsekuensinya bagi kita sangatlah buruk dan merugikan. Oleh karena itu, kita perlu berupaya untuk menghindari stres. Jauhi hal-hal yang bisa memicu stres, dan lebih akrablah dengan hal-hal yang bisa membuat Anda semangat dan bahagia.

Namun, ada kalanya kita tetap mengalami stres meskipun sebelumnya kita sudah berusaha menjauhi stres. Jika stres sudah terlanjur “menghampiri” Anda, jangan dibiarkan berlarut-larut hingga kondisinya semakin parah. Atasi segera agar tidak sampai merusak otak.

Ada cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk stres bagi otak, yaitu dengan berolahraga. Olahraga sangat efektif untuk melawan efek negatif yang ditimbulkan stres pada otak. Olahraga mampu membuat otak lebih tahan terhadap stres. Olahraga juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi kognitif dan memperbesar ukuran otak.

Baca juga: Mengapa Olahraga Dapat Membuat Kita Merasa Senang dan Bahagia?

Saat berolahraga, tubuh akan melepaskan suatu senyawa yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Senyawa BDNF ini dapat menghalau efek negatif stres dan membantu dalam pembentukan sel dan jaringan yang sehat pada otak. Senyawa ini dapat dianggap sebagai “pupuk” bagi otak yang merawat sel dan jaringan otak yang ada dan merangsang pertumbuhan sel dan jaringan saraf yang baru.

Semakin banyak kita berolahraga, maka akan semakin banyak BDNF yang dihasilkan, sehingga akan semakin banyak pula neuron (sel saraf) baru yang dibuat, khususnya di bagian hippocampus.

Selain itu, olahraga juga mampu melepaskan hormon pertumbuhan manusia atau human growth hormone (HGH) yang sangat penting dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan seluruh sel dan jaringan tubuh, termasuk sel dan jaringan otak. HGH efektif dalam melawan efek negatif kortisol bagi otak dan membantu meningkatkan volume otak.

Lalu, berapa lama waktu olahraga yang dibutuhkan agar bisa menghasilkan senyawa-senyawa antistres? Untungnya, kita tak perlu berolahraga berjam-jam untuk bisa melindungi otak dari dampak buruk stres. Berolahraga selama 5 menit sudah mampu memperbaiki mood dan melawan stres. Bahkan melakukan lari sprint selama 30 detik mampu menghasilkan HGH 6 kali lipat, dimana kadar HGH tertinggi dihasilkan 2 jam setelah berolahraga.

Selain lari, olahraga yang dapat dengan mudah kita lakukan adalah jalan kaki. Olahraga ini bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun ketika stres menyerang Anda. Misalnya, saat sedang stres di kantor, Anda dapat keluar berjalan-jalan sejenak untuk mengusir penat sekaligus melawan stres.

Jadi, mulai sekarang, jangan biarkan stres merusak otak Anda. Lawan dengan rajin berolahraga dan sedapat mungkin hindari stres dengan cara banyak berpikiran positif. 🙂



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: