Informasi dan Tips – informasitips.com

Cara-Cara Menyimpan Cabai

Cara Menyimpan CabaiPara ibu rumah tangga di Indonesia sering membeli cabai dalam jumlah yang banyak, entah untuk jaga-jaga ketika harga cabai akan melonjak atau ketika hendak ada acara makan-makan dan sebagainya. Pada saat itu, sangat penting untuk bisa menyimpan cabai dengan benar agar cabai tetap dalam keadaan baik dan masih tetap bisa dipakai. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyimpan cabai, seperti yang ditulis oleh Dr. Hardiansyah MS, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), ada 5 cara pengawetan cabai yang bisa dilakukan ibu-ibu rumah tangga. Berikut cara-cara menyimpan cabai yang bisa dilakukan:

  • Disimpan Segar

    Cara ini paling mudah dilakukan dan biasa dilakukan oleh para ibu. Cabai dibersihkan terlebih dahulu, kemudian cabai-cabai tersebut dimasukkan ke dalam kantung plastic dan disimpan dalam kulkas. Penggunaan kantung plastic bertujuan untuk mencegah bercampurnya aroma cabai dengan berbagai makanan lain yang berpotensi mengurangi kesegaran cabai. Dengan melakukan cara ini, cabai tetap segar dalam dua hari.
  • Dikeringkan

    Cara ini dilakukan dengan cara menjemur cabai di bawah sinar matahari. Caranya adalah cabai ditata di atas tampah atau wadah ceper yang lain secara berjejer satu per satu, lalu letakkan tampah atau wadah tersebut di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Proses penjemuran ini membuat kadar air pada cabai berkurang hingga tersisa 6-8% saja. Jika kadar air berkurang, maka resiko cabai terserang mikroorganisme pembusuk akan berkurang. Cabai akan tahan selama 3 hari. Meskipun begitu, Anda harus segera memanfaatkannya sebelum cabai membusuk.
  • Digiling

    Cabai digiling kemudian dicampur dengan garam. Pertama-tama, cabai debersihkan terlebih dahulu, kemudian digiling dengan menggunakan mesin giling (blender), kemudian ditambah garam. Semakin banyak pemberian garam, cabai akan semakin awet hingga 5-7 hari. Namun resikonya, cabai akan terasa asin sekali. Untuk itu, saat memasak, kurangi pemakaian garam.
  • Dibuat menjadi bubuk

    Untuk membuat cabai bubuk pertama cabai dikeringkan seperti pada proses penjemuran di bawah sinar matahari langsung, kemudian dihaluskan dengan ulekan atau ditumbuk dengan menggunakan alu. Umumnya cabai bubuk dijual dalam bentuk kemasan plastic atau wadah kecil di pedagang bumbu jadi. Bentuk bubuk membuat cabai lebih awet dan tahan hingga dua minggu.
  • Dibuat menjadi Saus

    Produsen makanan besar membuat cabai dengan mengaplikasikan teknologi terkini untuk menghilangkan mikroba yang dapat menyebabkan kebusukan, mereka juga menambahkan bahan pengawet food grade ke dalamnya. Oleh karena itu, saat memakainya sangat penting untuk memerhatikan tanggal kadaluarsanya. Cara membuatnya tidaklah terlalu sulit, 2 buah cabai merah dan 1 siung bawang putih disiapkan, kemudian dihaluskan. ¼ sdt garam, 1 sdm cuka, 3 sdm saus tomat, 1 sdm gula pasir, dan 200 ml air ditambahkan, lalu dididihkan. ½ sdt tepung sagu yang sudah dicampur dengan 1 sdm air dituang dan saus cabai siap dihidangkan.

Anda ingin mengawetkan cabai dengan salah satu cara di atas? Anda tak perlu khawatir kandungan gizi cabai akan berkurang akibat perlakuan dalam proses pengawetan. Sebagian besar cara pengawetan di atas tidak banyak memengaruhi kandungan nilai gizi pada cabai. Hanya vitamin A, B dan C yang akan berkurang bila digiling atau digoreng. Yang harus diperhatikan adalah cabai tetap berkualitas baikselama kondisinya segar,utuh, tak berbintik hitam atau putih atau lengket satu sama lain.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih