Informasi dan Tips – informasitips.com

Bahaya Mengguncang Bayi Bisa Sebabkan “Shaken Baby Syndrome”

informasitips.com – Apakah anda atau suami punya sifat temperamen? Jika “ya”, waspadai bayi anda. Terkadang tangisan bayi membuat orangtua jengkel dan mengguncang bayi dengan keras dengan harapan bisa membuatnya diam. Padahal perilaku semacam ini sangat berbahaya karena bisa menciderai kepala bayi. Bayi memiliki ukuran kepala yang lebih besar dari tubuhnya dan leher yang belum begitu kuat sehingga mudah terjadi kecelakaan. Cidera akibat guncangan pada bayi ini disebut shaken baby syndrome.

Pemicu terjadinya shaken baby syndrome biasanya adalah guncangan yang terlalu keras pada bayi saat pengasuh atau orang tua bayi berusaha mendiamkan bayi yang terus menerus menangis. Shaken baby syndrome merupakan bentuk cidera dan trauma pada kepala dan otak yang bisa mengakibatkan terjadinya pendarahan pada bagian otak.

Kasus shaken baby syndrome paling banyak terjadi pada anak usia 2 tahun kebawah, paling sering antara usia 3 – 8 bulan. Namun tak menutup kemungkinan bisa juga terjadi pada anak usia balita (2 – 5 tahun). Kecelakaan shaken baby syndrome ini bisa menyebabkan kematian atau cacat permanen. Tanda shaken baby syndrome adalah perdarahan intrakranial (otak) dan retina.

Otak bayi belum sepenuhnya berkembang sehingga terdapat rongga antara otak dengan tengkorak kepala yang menyebabkan gagar otak jika diguncang terlalu keras. Selain itu, patah tulang juga bisa terjadi pada bayi yang digoncang dengan keras karena tulang bayi belum begitu kuat.

Shaken baby syndrome, bahaya mengguncang bayi

Perlu diingat, goncangan yang bisa menyebabkan cidera ini bukanlah goncangan ringan saat mengajaknya bercanda, melainkan goncangan yang sangat kuat, pada kepala, pundak, tangan, dan kaki. Oleh karena itu, hindari mengguncang bayi dengan kuat dan keras meskipun hanya sebentar, karena shaken baby syndrome bisa terjadi meski Anda hanya mengguncang bayi dengan keras selama 5 detik.

Mengayunkan bayi di punggung atau kaki dengan pelan tidak terbukti menyebabkan shaken baby syndrome. Namun, kita perlu waspada saat bersenda gurau dengan bayi agar tidak terlalu keras saat menggoncangnya.

Berikut tanda-tanda bayi yang mengalami shaken baby syndrome:
1. Muntah-muntah
2. Terlihat memar pada bagian tertentu
3. Mudah marah
4. Nafsu makan menurun
5. Menangis terus
6. Susah bernapas

Jika anda mencurigai bayi terkena shaken baby syndrome, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Usahakan bawa ke klinik yang memiliki fasilitas lengkap seperti CT scan, MRI, foto rongent, dan lain-lain. Penanganan hanya bisa dilakukan jika anda segera membawanya ke klinik karena bekuan darah yang lama sulit diabsorbsi. Meski nyawanya bisa diselamatkan, tapi bayi yang terlanjur cidera biasanya mengalami kerusakan permanen pada otak dan bola mata karena pecahnya pembuluh darah otak. Pada perkembangannya, bayi tersebut akan mengalami gangguan fungsi kognitif, psikomotor, maupun motoriknya. Efek lain yang sering timbul adalah kejang dan gangguan penglihatan.

Tips menghindari terjadinya Shaken Baby Syndrome
Berikut ini tips agar bayi anda tidak menjadi korban shake baby syndrome:

  1. Pilihlah pengasuh yang sabar dan berpengalaman

  2. Jangan bebani pengasuh bayi anda dengan setumpuk pekerjaan lain yang mengakibatkan mudah lelah sehingga kurang sabar menghadapi bayi.
  3. Hindari merawat bayi saat sedang emosi atau punya masalah berat.
  4. Persiapkan diri termasuk emosi sebelum anda memiliki bayi
  5. Hindari konsumsi alkohol
  6. Jauhkan bayi dari orang-orang yang mudah marah
  7. Jangan jogging dengan membawa bayi anda
  8. Hindari setiap benturan yang mungkin terjadi

Betapapun menjengkelkan bayi anda, ingatlah bahwa dia adalah makhluk kecil yang tidak mengerti-apa-apa. Jangan sampai emosi sesaat anda merusak hidupnya. Menyayangi bayi dengan tulus dan banyak membaca buku psikologi anak mungkin akan sedikit menjernihkan pikiran anda.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: