Informasi dan Tips – informasitips.com

12 Alasan Mengapa Pria Belum Juga Mau Menikah

informasitips.com – Hampir sebagian besar wanita yang menjalin suatu hubungan percintaan memimpikan agar bisa menikah dengan pria yang dicintainya. Sebenarnya, impian untuk membangun rumah tangga yang bahagia bukan milik kaum wanita saja. Tak sedikit pria yang juga memiliki impian seperti itu. Namun, tak sedikit pula pria yang merasa takut untuk memasuki fase kehidupan pernikahan. Alasan karena takut berkomitmen, belum siap atau karena alasan lainnya, sering kali membuat kaum pria secara tidak sadar menunda pernikahan.

Jika selama ini kita berpikir bahwa kebanyakan pria yang menunda pernikahan itu disebabkan karena mereka takut akan komitmen, mungkin ada benarnya. Namun ternyata, tak hanya hal itu yang membuat kaum pria menunda-nunda pernikahan. Masih ada beberapa penyebab lainnya yang membuat pria belum ingin segera menikah meskipun sudah lama menjalin hubungan dengan seorang wanita.

Berikut beberapa alasan lain mengapa pria belum juga mau menikah:

  1. Trauma akibat kegagalan pernikahan orang tuanya
    Tidak sedikit pria yang lahir dari keluarga “broken home” akibat kegagalan pernikahan orang tuanya menjadi pribadi yang takut bahkan tidak percaya akan komitmen pernikahan. Perceraian kedua orang tuanya memunculkan rasa trauma dalam dirinya untuk membina rumah tangga. Perasaan trauma itu tanpa sadar merasuki dirinya sehingga terbentuklah sebuah persepsi negatif dalam dirinya akan arti sebuah pernikahan. Trauma tersebut tidak seketika muncul ketika pernikahan orang tuanya berakhir, namun biasanya sudah mulai tumbuh sejak masa-masa percekcokan orang tuanya.

    Bila rasa trauma itu melekat kuat dalam dirinya, maka ia tentu masih belum berani mengambil keputusan besar untuk berada dalam sebuah komitmen pernikahan. Takut akan bernasib sama dengan pernikahan orang tuannya dan bila ketakutannya terbukti, ia merasa takut kalau-kalau anaknya nanti juga akan mengalami kesedihan dan trauma yang sama dengan yang pernah ia rasakan. Meskipun tidak semua anak “broken home” mengalami trauma seperti itu, namun perlu disadari pula bahwa hal ini tak sedikit terjadi dan menjadi hambatan terberat bagi pria untuk berkomitmen serius dalam sebuah pernikahan.

  2. Masih ingin fokus pada karirnya
    Ada beberapa pria yang merasa karir adalah pencapaian terbesar dan kesuksesan sejati bagi dirinya. Pria seperti ini biasanya menganggap harga dirinya masih dipertaruhkan bila belum memiliki karir yang bagus. Untuk itu, ia akan berusaha dan fokus pada segala hal yang dapat meningkatkan prestasinya dalam bekerja. Biasanya pula, tipe pria seperti ini menganggap bahwa menikah akan menghambatnya dalam mengejar segala mimpi dan ambisi karirnya. Mereka beranggapan bahwa tanggung jawab yang besar menjadi seorang suami dan ayah pastinya akan memperlambat kemajuan karirnya. Selain itu, anggapan lain bahwa wanita pasti akan lebih menyukai laki-laki yang sudah mapan dan sukses secara karir akan membuat pria merasa harus fokus terlebih dahulu mengejar karir sebelum memutuskan untuk menikahi seorang wanita.

  3. Takut bosan bila sudah menikah
    Ada juga loh beberapa tipe pria yang seperti ini. Anggapan bahwa “bila saya menikah nanti pasti akan ada masa dimana saya merasa bosan”. Bisa bosan akan kehidupan pernikahan yang menurut mereka sudah tidak bisa melakukan kegilaan-kegilaan yang biasa dilakukan sewaktu masih melajang, bisa juga takut merasa bosan hanya berhubungan dengan satu wanita saja. Kalau dicermati lebih dalam lagi, bisa disimpulkan pria dalam kategori ini mungkin belum siap berkomitmen hanya dengan satu wanita saja dan merasa takut kehilangan kebebasannya.

  4. Belum siap menjadi ayah
    Pria yang termasuk kategori seperti ini biasanya menjadikan alasan belum siap menjadi ayah atau memiliki anak sebagai alasan kuatnya untuk menunda pernikahan. Dalam benak mereka, memiliki anak membutuhkan tanggung jawab yang besar, biaya yang tak kecil pula, kerepotan yang luar biasa, kebebasan yang berkurang, dan lain sebagainya.

  5. Belum yakin dengan pasangannya (kekasihnya)
    Bila si pria sudah memiliki pasangan namun masih tetap menunda-nunda pernikahan bisa jadi si pria masih merasa belum yakin dengan pasangannya sekarang. Ketidakyakinan itu membuatnya merasa takut untuk membayangkan bahwa dengan menikah maka ia hanya akan berhadapan dan berhubungan cukup dengan dekat hanya dengan satu wanita saja, wanita yang sama yang setiap hari dilihat dan ditemuinya, wanita yang sama yang akan masuk lebih dalam lagi dalam ruang kehidupannya dan mengetahui lebih dalam lagi tentang privasi-privasinya.

    Terkadang tipe pria seperti ini juga merasa belum memiliki kecocokan yang cukup baik dengan kekasih yang dipacarinya. Bisa jadi merasa belum terlalu cocok dalam hal pemikiran, tindak tanduk, kepribadian, atau yang lainnya. Ia bukan tidak mencintai pasangannya, hanya masih butuh waktu lebih lama lagi untuk meyakinkan diri bahwa pasangannya (kekasihnya) adalah satu-satunya wanita yang tepat dan cocok, yang akan menemaninya menghabiskan sisa hidupnya nanti.

  6. Penyebab dan alasan pria menunda pernikahan

  7. Takut tidak bisa membahagiakan pasangannya
    Biasanya hal ini adalah efek dari pencapaian karir yang belum maksimal. Karena merasa masih belum cukup mapan, merasa belum memiliki modal yang cukup, maka si pria takut keterbatasannya itu membuatnya tak bisa menghidupi istri dan keluarganya nanti. Takut tak bisa memenuhi kebutuhan secara financial dan lain sebagainya. Bagi pria yang seperti ini, harga diri seorang pria akan tergores bila tak bisa membahagiakan istri dan anak-anaknya nanti. Prinsip akan harga diri yang kuat seperti ini membuat si pria menunda untuk berkomitmen lebih serius dengan wanita.

  8. Takut bahwa pernikahan akan membuat si wanita berubah
    Ada juga beberapa tipe pria yang memiliki kekhawatiran cukup besar bahwa pernikahan pasti otomatis akan mengubah wanita. Mereka khawatir pasangannya yang biasanya lembut dan pengertian sewaktu sebelum menikah berubah menjadi wanita yang banyak menuntut, cerewet, cemburuan, dan kekhawatiran-kekhawatiran lainnya.

    Ketakutan bahwa pernikahan akan berubah menjadi pengekangan membuat pria-pria tipe ini belum siap berumah tangga. Ia merasa lebih nyaman menjalin hubungan serius dengan wanita yang belum jadi istrinya karena yakin bahwa si wanita tersebut masih tetap akan bersikap manis dan sesuai dengan apa yang diharapkannya seperti dalam masa-masa pacaran.

  9. Merasa masih punya banyak waktu
    Tidak seperti wanita yang terkadang merasa sudah sangat telat menikah bila usia sudah menginjak kepala 3. Pria merasa bahwa tidak ada batasan umur bagi mereka untuk memulai sebuah pernikahan. Anggapan masyarakat umum yang memandang “biasa” saja bila si pria telat menikah membuat pria merasa tenang dan tidak seperti dikejar waktu untuk terburu-buru menikah. Karena hal itu, kebanyakan mereka ingin menikmati sepuas-puasnya semua kenikmatan dan kebebasan yang bisa ia dapatkan sepenuhnya bila ia belum terikat dalam sebuah penikahan. Dalam benaknya, “Santai saja, tak perlu buru-buru. Aku seorang pria dan tak ada batasan bagiku kapan harus menikah”.

  10. Tidak terlalu tertarik dengan pasangannya
    Mungkin muncul pertanyaan, “mengapa dipacari bila tak terlalu tertarik?” Tipe pria seperti ini biasanya hanya mencari wanita hanya untuk sebagai status sosial saja. Apalagi bila teman-teman sekitarnya sudah memiliki kekasih semua, biasanya tipe pria ini merasa malu bila berbeda dari teman-temannya tersebut. Lantas, ia mencari pacar hanya agar tidak malu, takut terkesan tidak laku atau alasan lainnya. Bisa juga ia memacari seorang wanita hanya agar bisa mendapatkan perhatian dari seorang wanita. Mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari seorang wanita, merasa ada yang mengurus, ada yang membantu dalam segala hal membuatnya memacari seorang wanita meskipun ia tidak terlalu mencintainya. Dan biasanya untuk kasus seperti ini, si pria akan mencari sosok wanita yang benar-benar pengertian dan perhatian padanya.

  11. Merasa harus membahagiakan orang tua dan keluarga terlebih dahulu
    Tipe pria seperti ini akan menunda menikah karena ingin membahagiakan kedua orang tua dan keluarga besarnya terlebih dahulu. Biasanya pria yang seperti ini adalah pria yang menjadi tulang punggung atau seseorang yang benar-benar diharapkan dalam keluarga. Setelah selesai sekolah, mendapatkan pekerjaan lantas tidak segera ingin menikah. Melainkan ia harus memenuhi segala kecukupan materi dan finansial keluarga. Alasan ini adalah alasan yang cukup kuat baginya untuk menunda pernikahan.

  12. Merasa belum menemukan seseorang yang tepat
    Bila seorang pria sudah menemukan seorang wanita yang diyakininya adalah sosok seorang wanita yang tepat untuk mendampinginya, apapun alasannya maka tak akan membuat si pria tersebut ragu untuk segera mengikat dan menikahi wanita pujaannya tersebut. Tipe pria seperti ini akan menunda untuk menikah sampai ia yakin bahwa ia telah menemukan belahan jiwa yang benar-benar tepat untuknya.

  13. Bisa mendapatkan kepuasan s*ks tanpa harus menikah
    Terkesan sangat tidak baik memang. Namun, ada juga beberapa pria yang masuk dalam kategori seperti ini. Karena merasa kebutuhan nya sudah bisa terpenuhi tanpa harus menikah, maka ia merasa tidak ada alasan untuk terburu-buru menikah. Dan biasanya juga tipe pria yang memandang dari kaca mata s*ks semata ini, cenderung menikmati hubungan s*ks bebas yang tidak cukup dengan satu wanita saja.

    Sangat disayangkan memang karena dalam era yang seperti sekarang ini, banyak pasangan muda-mudi yang menunda menikah dengan seribu alasan tapi tetap ingin merasakan salah satu madu pernikahan. Akibatnya, tak jarang pula mereka memutuskan untuk tinggal dan hidup bersama tanpa adanya ikatan pernikahan. Dan bila yang terjadi pada akhirnya si wanita hamil di luar nikah, baru si pria terpaksa menikahi si wanita.

    Sungguh ironi ya melihat fenomena seperti ini. Seharusnya, hal-hal seperti ini tidak dianggap wajar meskipun saat ini semakin marak dan dianggap lumrah. Apapun alasannya, hal ini tentu tidak bisa dijadikan sebagai pembenaran. Hal yang salah dan tidak baik tetap tidak bisa dianggap benar dan baik hanya karena sudah biasa dan lumrah dilakukan orang. Bila ingin merasakan madu pernikahan, ya menikahlah. Jangan ingin mencicipinya saja sampai habis lalu nantinya akan terasa hambar dan basi bila sudah benar-benar memilikinya. Semoga kita semua terhindar dari kategori yang seperti ini. (ST)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2011


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *