Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengatasi Stres Selama Masa Kehamilan

Posted on by in with 0 Comments

informasitips.com – Kebanyakan ibu mengalami perubahan psikologis dan emosional terutama pada kehamilan pertama.. Perubahan tersebut berhubungan dengan perubahan biologis yang dialami ibu selama kehamilan. Emosi ibu hamil cenderung labil. Reaksi yang ditunjukkan pun dapat saja berlebihan dan berubah-ubah. Oleh sebab itu, banyak ibu hamil yang mengalami stres, dikarenakan banyak emosi yang tidak dapat dikendalikannya. Inilah saat ibu hamil memerlukan saran, dorongan, pengarahan, dan bantuan dari orang-orang sekitarnya.

Apa itu Stres?

Stres adalah suatu keadaan dari reaksi fisik dan psikologis yang ditunjukkan seseorang dalam merespon beberapa perubahan yang mengancam dari lingkungannnya. Ada 2 tipe stress yaitu stress positif dan stress negatif. Stres positif biasanya berhubungan dengan tujuan pribadi (misal : cita-cita), sedang stress negatif timbul karena faktor eksternal seperti rasa sakit, kehilangan, kesendirian, dan termasuk fase-fase dalam kehamilan.

Terjadinya stres bisa ditandai dengan peningkatan detak jantung dan peningkatan hormon pemicu stres. Perlu diketahui bahwa setiap detak jantung ibu tentu dapat dirasakan pula oleh janin. Oleh karena itu, bila ibu sering mengalami stres, maka detak jantung semakin meningkat. Detak jantung yang semakin keras dapat mempengaruhi gerakan pada janin. Akibatnya, janin pun lebih aktif bergerak-gerak di dalam rahim. Selain detak jantung meningkat, hormon pemicu stres pun ikut meningkat. Peningkatan itu dapat mempengaruhi kondisi ibu, seperti ibu kurang tidur, nafsu makan terganggu, cemas dan lain-lain.

Penyebab Stres

Kehamilan merupakan kondisi yang paling mendebarkan, berbagai pikiran dari yang indah hingga menegangkan terlintas dalam benak hingga mengakibatkan stres. Namun tak semua stres diakibatkan dari pikiran, beberapa dikarenakan faktor lingkungan.

  • Kesehatan ibu

    Tubuh wanita mengalami perubahan fisik yang luar biasa selama kehamilan, dan setiap wanita bereaksi terhadap pengalaman berbeda. Kekhawatiran kenaikan berat badan, stretch mark, sakit/mual di pagi hari, nyeri sendi, dan efek fisik lainnya dari kehamilan dapat mengakibatkan tekanan mental yang berlebihan.

  • Stres Selama Kehamilan

    sumber gambar: squidoo.com

  • Kesehatan Bayinya

    Setiap ibu menginginkan bayinya menjadi sehat, dan wanita yang memiliki anak dengan kesehatan yang buruk atau yang beresiko mendapatkan bayi yang tidak sehat akan meningkatkan kecemasan selama kehamilan karena mereka membayangkan masalah-masalah kesehatan yang akan mereka hadapi setelah bayi mereka lahir.

  • Stres tentang merawat Anak

    Orangtua baru sering stres atas banyak masalah yang harus mereka hadapi seperti: bonding, merawat bayi, menemukan babysitter, kualitas sekolah lokal, dan kesiapan mereka sendiri untuk menjadi orang tua. Hal-hal tersebut dengan mudah dapat menyebabkan tekanan mental kronis selama kehamilan.

  • Keuangan

    Mempunyai bayi baru berarti biaya hidup akan meningkat dan karenanya banyak orang tua yang stress. Kebutuhan hidup tersebut dapat membengkak akibat dari adanya biaya perawatan sebelum melahirkan, biaya melahirkan, perlengkapan bayi, dan biaya jangka panjang lainnya seperti menabung untuk pendidikan atau kuliah anak atau keadaan ekonomi global yang tidak menentu. Hal itu dapat diperburuk jika kebetulan saat itu kehilangan pekerjaan atau ketidakbahagiaan dengan lingkungan kerja, dsb.

  • Tekanan saran

    Orangtua baru sering dibombardir dengan saran, tips, dan cerita-cerita horor bahkan mulai dari menentukan nama untuk bayi, cara menyusui, cara melatih disiplin, proses persalinan, dan isu-isu lain speutar kehamilan dan membesarkan anak. Berbagai tips dan saran bahkan mitos-mitos masuk dan kadang saling bertentangan baik dari teman maupun kerabat, hal ini seringkali mengakibatkan stres yang ekstrim.

  • Single Parenthood

    Seorang wanita yang memilih menjadi ibu tunggal berhubungan dengan stres mental tambahan saat dia hamil, terutama karena dia tidak memiliki mitra yang dapat membantu berbagi beban mental. Selain memicu tekanan mental lainnya, ia harus siap untuk kekhawatiran saat membesarkan anak sendiri.

Pengaruh Stres Terhadap Kehamilan

Dalam perjalanannya, stres yang dialami ibu hamil mengakibatkan produksi hormon kortisol dalam jumlah yang lebih tinggi. Hormon-hormon ini dapat ditransfer ke janin dan dapat membatasi aliran darah ke rahim, yang dapat menghambat perkembangan bayi. Wanita yang mengalami stres kronis selama kehamilan memiliki risiko lebih besar untuk:

  1. Keguguran, Kelahiran prematur dan berat badan bayi lahir rendah

    Stres yang kronis dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, yang melindungi Anda dari infeksi. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan infeksi rahim. Jenis infeksi ini dapat menyebabkan keguguran (bagi kehamilan muda) dan kelahiran prematur.

  2. Anak lahir dengan gangguan mental seperti ADHD dan autisme

    Dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, Department of Psychology, Uppsala University, Swedia pada tahun 2005 menemukan bahwa ada kaitan yang erat terjadi pada 40% ibu hamil yang hormon kortisolnya meningkat akibat stres dan merokok dengan penyebab anak menderita ADHD. Penelitian tersebut memberikan bukti bahwa paparan pralahir terhadap stres dan racun dalam rokok secara independen terkait dengan gejala ADHD pada anak-anak, terutama untuk anak laki-laki. Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Efek emosi ibu yang terganggu ini sebenarnya juga mempengaruhi anak. Ibu yang stres saat hamil juga akan berdampak terhadap IQ anak mereka.

  3. Rentan Infeksi

    Para peneliti dari Institute of Psychiatry di King’s College London, mengatakan bahwa perempuan yang sedang hamil sangat penting untuk diberi dukungan agar tidak mengalami peristiwa yang membuatnya stres. Karena stress pada kehamilan dapat mempengaruhi perubahan hormon ibu atau sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan sistem pertahanan kekebalan anak beberapa tahun kemudian yang membuat anak tersebut gampang sakit.

  4. Beresiko Mengidap Asma dan Alergi

    Dalam pertemuan tahunan `the American Thoracic Society’ yang telah berlangsung di Toronto (Kanada) beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa para wanita hamil yang mengalami stress selama kehamilan baik itu dari tekanan akibat uang, relasi maupun masalah lainya akan meningkatkan resiko bayi mengalami alergi dan asma. Wanita yang mengalami stress selama kehamilan akan memberikan bayi dengan `immunoglobulin E` atau `IgE` yang sangat tinggi. Imunoglobulin E (IgE) adalah senyawa sistem kekebalan tubuh (antibodi) yang menunjukkan respon sistem kekebalan tubuh.Tekanan itu akan semakin tinggi jika lingkungan tempat bayi dilahirkan juga mengalami polusi.

Cara Mengatasi Stres Pada Kehamilan

  1. Komunikasi

    Ini adalah cara yang efektif untuk mengurangi rasa cemas saat hamil, dan ibu hamil yang mau berkomunikasi dengan orang lain dan berbagi rasa takut mereka akan segera belajar bahwa mereka tidak sendirian. Bicarakan rasa takut dan kecemasan dengan pasangan, ibu kandung atau ibu mertua, teman dekat, atau sebuah kelompok pendukung kehamilan dalam kelas hamil.

  2. Minta bantuan

    Banyak wanita berusaha untuk mandiri, tetapi ibu tidak perlu takut untuk meminta bantuan selama kehamilan. Delegasikan tugas pada teman, saudara, rekan kerja, atau siapa pun untuk membantu Anda. Jika perlu, pertimbangkan menyewa pembantu rumah tangga untuk meringankan beban beberapa tugas.

  3. Rencanakan dengan hati-hati

    Perempuan dengan wawasan yang lebih luas tentang kehamilan cenderung kurang memiliki ketakutan yang tak berdasar dan kegelisahan tentang kondisi mereka. Baca buku dan majalah kehamilan, ajukan pertanyaan secara rinci kepada dokter kandungan, sehingga ibu tahu sebanyak mungkin tentang apa yang diharapkan. Pada saat yang sama, siapkan anggaran untuk perlengkapan bayi dan membuat rencana lain untuk mengurangi rasa takut kehamilan pertama ini pada ibu.

  4. Tetap sehat

    Tubuh yang sehat akan dapat mengatasi stres dengan lebih mudah. Makanlah makanan yang kaya akan vitamin, mineral dan nutrisi untuk bayi ibu yang sedang tumbuh, banyak minum air dan terlibat dalam latihan ringan untuk tetap fit dan energik selama hamil. Diet sehat yang mencakup omega-3 (asam lemak esensial), vitamin dan mineral dapat memperbaiki suasana hati. Diperkirakan bahwa asam amino esensial triptofan dapat meningkatkan kadar melatonin dan serotonin kimia dalam otak. Melatonin dan serotonin membantu ibu untuk tidur nyenyak dan meningkatkan perasaan ibu dengan baik. Sedang Tryptophan ditemukan secara alami di banyak makanan, termasuk kacang-kacangan dan biji-bijian yang dapat menjadi camilan Anda.

  5. Bersantai

    Luangkan waktu untuk bersantai. Baca buku, menikmati mandi air hangat, menikmati pijat saat hamil, memanjakan diri dengan pergi ke SPA, pergi menonton DVD lucu bersama pasangan dan menemukan cara lain untuk mengurangi stres.

  6. Lakukan relaksasi

    Pergilah yoga atau spa, ini sangat penting sekali dan ampuh untuk mengurangi stress. Lakukan secara teratur agar anda dapat menikmati kehamilan dengan tenang dan nyaman.

Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih